Kehamilan

Detak Jantung Janin Dalam Kandungan, Yuk Ketahui Perkembangannya

July 25, 2020 | Dhiamara Arradea | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Mendengarkan detak jantung janin dalam kandungan merupakan momen yang paling ditunggu bagi setiap calon orang tua.

Mendengarkan detak jantung janin biasa dilakukan ketika melakukan check up kehamilan setiap bulannya. Detak jantung janin yang sehat berarti bayi berkembang sebagaimana mestinya.

Kapan detak jantung janin bisa didengar?

Ketika masa kehamilan, detak jantung bayi baru bisa didengar ketika kandungan berusia 6 minggu. Detak jantung bisa dideteksi dengan melakukan pemindaian transvaginal (TVS).

Dokter mungkin akan menyarankan alternatif lain, seperti doppler untuk mendeteksi detak jantung janin. Namun, tidak selalu detak jantung terdengar pada usia kehamilan 6 minggu.

Moms, mungkin harus menunggu hingga 10 atau 12 minggu sampai bisa mendengar detak jantung janin yang sehat.

Perkembangan detak jantung janin

Perkembangan janin pada setiap trimester biasanya berbeda-beda, begitu juga dengan detak jantung janin. Berikut perkembangan detak jantung janin setiap trimestenya:

Trimester pertama

Pada minggu ke 6 detak jantung janin mulai bisa terdengar. Biasanya jantung berdetak selama 110 kali per menitnya. Dokter akan menggunakan alat ultrasonografi genggam yang biasa disebut dengan doppler untuk mendengar detak jantung janin dalam perut.

Jika belum bisa mendengarnya, jangan khawatir, bisa jadi janin bersembunyi di sudut rahim atau sedang dalam posisi menghadap punggung sehingga membuat doppler sulit untuk menemukan irama jantung.

Trimester kedua

Pada saat melakukan pemeriksaan rutin pada usia kandungan trimester kedua, dokter akan melakukan USG dan memeriksa strukrur jantung pada janin.

Hal tersebut untuk mengetahui apakah janin memiliki masalah kelainan jantung bawaan, karena hal ini merupakan gangguan paling umum yang terjadi pada bayi.

Pada minggu ke 17, otak janin mulai mengatur detak jantung untuk persiapan kehidupan di luar perut. Setelah tiga minggu lagi, lebih tepatnya pada minggu ke 20, detak jantung bayi bisa didengar hanya menggunakan stetoskop.

Trimester tiga

Pada usia 40 minggu kehamilan, sistem peredaran darah bayi akan terus tumbuh dan membuat detak jantung semakin mantap. Sehinga bayi siap untuk melanjutkan kehidupan di luar rahim.

Sebelum lahir, paru-paru bayi belum berfungsi karena bayi tidak bernapas di dalam rahim.

Sampai saatnya lahir dan bayi mengambil napas pertamanya, saat itu juga sistem peredaran darah yang berkembang bergantung pada tali pusar untuk menampung pasokan darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi.

Detak jantung berubah sepanjang kehamilan

Sepanjang kehamilan, jantung bayi akan terus berkembang. Pada minggu-minggu pertama kehamilan, detak jantung janin dimulai antara 90 dan 110 kali per menitnya.

Detak jantung akan meningkat dan mencapai puncaknya pada minggu ke 9 hingga 10. Pada minggu ini, detak jantung bayi berada pada 140 dan 170 kali per menit.

Berada di titik mana detak jantung bayi dikatakan normal?

Detak jantung yang normal pada janin berada pada 110 hingga 160 kali per menit Angka tersebut biasa ditemukan pada trimester kedua. Namun, perlu diingat bahwa detak jantung pada janin akan bervariasi selama masa kehamilan.

Dokter mungkin akan khawatir jika jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, bahkan tidak teratur. Jika hal itu terjadi, ada kemungkinan janin memiliki masalah pada jantung. Itulah sebabnya mengapa dokter selalu memonitor jantung janin saat waktunya pemeriksaan rutin.

Mengapa detak jantung bayi tidak terdengar?

Pada saat pemeriksaan, terkadang detak jantung janin tidak terdengar atau terdeteksi. Keguguran bukan salah satu alasannya. Ada banyak alasan yang mengakibatkan detak jantung tidak dapat dideteksi, berikut diantaranya:

  • Usia kehamilan yang masih terlalu dini
  • Memiliki rahim miring
  • Posisi bayi yang sulit ditemukan
  • Ibu memiliki berat badan yang berlebih
  • Plasenta yang menghambat
  • Menggunakan alat pendengar detak jantung yang dijual bebas (bukan alat professional medis)

Bagaimana cara menjaga keehatan jantung bayi?

Perkembangan janin dalam kandungan biasanya berubah-ubah, termasuk perkembangan jantung pada bayi. Meskipun hal tersebut diluar kendali, moms bisa mencoba beberapa langkah untuk membantu detak jantung janin menjadi sehat. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Mengonsumsi asam folat selama masa kehamilan untuk membantu mencegah penyakit jantung bawaan pada bayi
  • Berhenti merokok (jika perokok), karena bisa mengakibatkan kelainan jantung pada bayi
  • Jika kamu penderita diabetes, jaga kadar gula darah agar tetap terkendali. Jika tidak, bisa mengakibatkan cacat jantung pada bayi
  • Jangan menggunakan obat jerawat isotretinoin, karena akan menyebabkan cacat jantung pada janin

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Parenting.firstcry.com (2019). Diakses pada 22 Juli 2020. Hearing the Foetal Heartbeat During Pregnancy
  2. Verywellfamily.com (2020). Diakses pada 22 Juli 2020. Difficulty Hearing Baby’s Heartbeat in Early Pregnancy
  3. Whattoexpect.com (2019). Diakses pada 22 Juli 2020. Fetal Heartbeat: The Development of Baby’s Circulatory System
  4. Healthline.com (2018). Diakses pada 22 Juli 2020. How Early Can You Hear Baby’s Heartbeat on Ultrasound and By Ear?
    register-docotr