Kehamilan

Sering Mual saat Hamil? Tak Perlu Khawatir, Atasi dengan Cara Ini!

December 4, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Mual saat hamil muda adalah kondisi yang normal. Kondisi ini sangat tidak nyaman dan bisa berlangsung seharian. Namun tak perlu khawatir, karena ada beberapa cara mengatasi mual saat hamil yang dapat kamu lakukan.

Mual dan muntah yang terjadi saat hamil dikenal juga sebagai morning sickness. Meskipun demikian, mual dan muntah tidak hanya terjadi pada pagi hari saja, tetapi juga dapat terjadi pada siang dan malam.

Kenapa ibu hamil sering mual?

Penyebab pasti kenapa ibu hamil sering mual tidak dapat diketahui, Healthline menyebutkan beberapa tenaga medis profesional menduga mual saat hamil adalah salah satu efek samping human chorionic gonadotropin (hCG) atau yang biasa juga disebut hormon kehamilan.

Ketika hormon ini meningkat, seperti yang terjadi di trimester pertama masa kehamilan, situasi ini menyebabkan kamu mual dan muntah-muntah. Teori ini pun didukung oleh dugaan bahwa ibu hamil kembar biasanya mengalami mual yang lebih hebat.

Pada kasus yang jarang terjadi, mual atau muntah parah disebabkan oleh kondisi medis yang tidak terkait dengan kehamilan, sepeti tiroid atau penyakit hati.

Faktor risiko mual saat hamil muda

Dilansir Mayo Clinic, terdapat beberapa faktor risiko kenapa ibu hamil sering mual sebagai berikut:

  • Kamu mengalami mual atau muntah karena mabuk perjalanan, migrain, bau atau rasa tertentu, atau bahkan paparan estrogen (misalnya pil KB) sebelum kehamilan.
  • Kamu mengalami mual pada kehamilan sebelumnya.
  • Mual juga dapat berisiko terjadi, jika kamu mengandung anak kembar.

Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan komplikasi pada ibu dan bayi. Namun jika tidak diobati, mual dan muntah yang parah dapat menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, penurunan buang air kecil, serta mengharuskan rawat inap.

Mual saat hamil berlangsung sampai kapan?

Mual saat hamil muda ini biasanya terjadi di minggu ke-6 hingga 12 dengan puncaknya di minggu ke-8 hingga ke-10.

Sebuah kajian yang diterbitkan oleh American Journal of Obstetrics & Gynecology mencoba mencari tahu pola dan menjawab pertanyaan terkait mual saat hamil ini berlangsung sampai kapan.

Hasilnya, 50 persen persen ibu hamil mengalami hal ini hingga minggu ke-14 di masa kehamilan atau tepat sebelum trimester kedua masa kehamilan.

Cara mengatasi mual saat hamil

Ada berbagai cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi mual saat hamil muda. Cara-cara ini sangat mudah untuk dilakukan dan juga dapat bermanfaat bagi kesehatanmu.

Berikut adalah cara mengatasi mual saat hami seperti dirangkum dari Mustela.

1. Mengonsumsi makanan lebih sering dalam porsi kecil

Kebanyakan orang memiliki kebiasaan makan tiga kali sehari, sarapan pagi, makan siang, dan makan malam.

Ketika kamu sedang hamil, semuanya berbeda. Alih-alih makan tiga kali sehari, sebaiknya makanlah lebih sedikit karena hal ini dapat mengurangi mual.

Mengonsumsi makanan 5 atau 6 kali sehari dalam jumlah kecil dapat membantu menstabilkan kadar gula darah. Ini dapat membantumu tidak terlalu lapar dan kenyang.

Kedua perasaan itu dapat memperburuk mual yang terjadi. Oleh karenanya, konsumsilah makanan dalam jumlah kecil namun lebih sering.

2. Hindari aroma menyengat

Perubahan hormon yang terjadi saat hamil dapat membuat suatu aroma tertentu menjadi pemicu mual yang tidak menyenangkan bahkan tidak tertahankan.

Jika kamu merasakan indera penciumanmu lebih sensitif, sebaiknya hindarilah aroma menyengat seperti tembakau, parfum, maupun gas dari kendaraan.

3. Beristirahat lebih banyak

Mual cenderung dapat meningkatkan kelelahan dan stres. Hal ini terjadi karena tubuh anda menggunakan cadangan energinya untuk membuat kamu tetap bertahan (ketika kamu lelah) dan membuat kamu tetap tenang (ketika kamu stres).

Oleh karenanya kamu dapat mengatasi hal ini dengan tidur atau beristirahat lebih banyak.

4. Penuhi asupan cairan

Menjaga tubuh tertap terhidrasi dengan baik sangat penting untuk kesehatan ibu dan bayi.

Kopi dan soda memiliki banyak kandungan kafein yang bisa membuatmu dehidrasi. Susu juga dapat membuat perut menjadi lebih sakit.

Jadi, jika kamu ingin menjaga asupan cairanmu selama kehamilan, air mineral merupakan pilihan terbaik.

5. Mengonsumsi makanan anti-mual

Mual juga dapat dicegah dengan menghindari makanan yang dapat menyebabkan mual dan mengonsumsi makanan anti-mual sebagai gantinya.

Makanan seperti jahe, sayuran, buah, sup, serta lemak sehat dapat memberikan nutrisi pada tubuh untuk melawan efek dari mual itu sendiri.

Makanan bernutrisi tersebut sangat baik dikonsumsi bahkan jika kamu tidak sedang hamil.

Baca juga: Ini Daftar Makanan Sehat untuk Kesehatan Ibu Hamil

Obat mual ibu hamil

Jika mual terasa parah dan berlangsung cukup lama, sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan secara tepat. 

Obat mual untuk ibu hamil adalah langkah terakhir yang biasanya direkomendasikan oleh dokter. Ada dua jenis obat mual ibu hamil, yaitu yang bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter serta yang harus dibeli dengan resep dokter.

Obat mual untuk ibu hamil di apotek

Untuk mendapatkan obat ini, kamu tidak memerlukan resep dokter. Meskipun demikian, kamu tidak boleh sembarangan mengonsumsinya tanpa panduan bidan atau dokter kepercayaan, lho.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Vitamin B6
  • Obat reflux (Pepcid)
  • Emetrol
  • Obat penolong tidur Unisom yang dikombinasikan dengan vitamin B6
  • Obat herbal sederhana seperti jahe

Obat mual ibu hamil dengan resep dokter

Jika obat-obatan tanpa resep dokter tidak mempan, maka dokter bisa meresepkan obat berikut ini untuk kamu:

  • Diclegis
  • Zofran
  • Phenergan
  • Compazine
  • Reglan
  • Kortikosteroid seperti dexamethasone

Yang perlu kamu ingat, mengonsumsi obat adalah langkah terakhir yang harus dipilih. Karena kondisi ini biasanya terjadi di trimester pertama masa kehamilan yang merupakan momen rentan dalam perkembangan janin yang kamu kandung.

Oleh karena itu, sebisa mungkin kamu harus menghindari sebanyak mungkin konsumsi obat, sambil tetap bisa menjaga kualitas kegiatan yang kamu lakukan sehari-hari.

Namun jika memang konsumsi obat harus kamu jalani, maka hal ini jangan terlalu menjadi beban pikiran, ya! Tetap percaya kalau hal ini merupakan keputusan terbaik yang dibuat dan hasilnya, kamu akan terbebas dari mual ini.

Adakah susu ibu hamil untuk mengatasi mual?

Associate Director Department of Obstetrics and Gynecology Florida Hospital Family Practice Residency, D. Ashley Hill, M.D menyinggung tentang konsumsi susu hamil untuk mengatasi mual.

Disebutkan kalau mengonsumsi susu sebenarnya bukan hal yang salah. Akan tetapi, terkadang produk ini justru bisa menyebabkan mual.

Oleh karena itu, jika kamu ingin mengonsumsi susu hamil untuk mengatasi mual sambil tetap menjaga asupan kalsium, maka hal ini tetap bisa kamu lakukan asalkan pencernaan kamu bisa menoleransinya.

Jika tidak, maka kamu bisa coba cara mengatasi mual yang sudah disebutkan di atas sambil mengonsumsi makanan lain yang bisa menjad sumber kalsium yang dibutuhkan di masa kehamilan.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayo Clinic (2018). Diakses pada 08 Juni 2020. Morning Sickness 
  2. Mustela. Diakses pada 08 Juni 2020. 14 Cures for Morning Sickness During Pregnancy
  3. Verywellfamily, diakses 10 Desember 2020. Medications to Help Ease Morning Sickness
  4. Contemporary OB/GYN, diakses 10 Desember 2020. Nausea & Vomiting During Pregnancy
  5. Healthline, diakses 10 Desember 2020. When Will This Ever End? How Long Morning Sickness Lasts
  6. AJOG, diakses 10 Desember 2020. Nausea and Vomiting During Pregnancy: A prospective study of its frequency, intensity, and patterns of change
  7. NHS, diakses 10 Desember 2020. Vomiting and morning sickness in pregnancy
    register-docotr