Kehamilan

Bau Badan Saat Hamil Menjadi Lebih Tajam? Ini Penyebabnya!

March 31, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Kehamilan membawa banyak perubahan terhadap tubuh. Tidak hanya tampilan, bau badan pun berubah saat hamil.

Aroma bau badan yang tajam saat hamil adalah kondisi yang normal terjadi. Ada berbagai alasan yang mendasari kondisi tersebut, berikut penjelasan selengkapnya!

Baca juga: Jangan Berlebihan, Berapa Kenaikan Berat Badan Sehat pada Ibu Hamil?

Apa saja penyebab timbulnya bau badan saat hamil?

Ada banyak alasan kenapa saat hamil bau badan menjadi lebih tajam. Kondisi ini bisa disebabkan perubahan aroma tubuh, juga kemampuan indera penciuman yang meningkat tajam saat hamil.

Peningkatan volume darah

Ketika hamil, suplai darah di dalam tubuh meningkat hingga 50 persen. Hal ini terjadi karena kebutuhan akan darah untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi pun meningkat untuk bayi dan rahim.

Peningkatan darah membuat tubuh kamu lebih hangat. Itu sebabnya kamu akan menjadi lebih berkeringat.

Keringat berlebih inilah yang membuat bau badan menjadi lebih tajam, terutama di wilayah yang memiliki lebih banyak kelenjar keringat seperti ketiak dan selangkangan.

Pengaruh hormon

Sebuah kajian yang diterbitkan dalam jurnal Autonomic neuroscience: Basic & Clinical menyebut hormon meningkat saat kamu hamil. Tujuannya untuk membuat tubuh tetap dingin.

Hormon yang disebut dengan estrogen ini membantu tubuh menurunkan suhu tubuh dengan cara meningkatkan produksi keringat. 

Beberapa ibu hamil pun menyadari kalau mereka mengalami peningkatan keringat saat malam hari dan terbangun karena bau badannya sendiri saat tidur. Situs kesehatan Healthline menyebut keringat di malam hari bisa dipicu oleh naik-turunnya level hormon saat hamil.

Masalah tiroid

Meskipun jarang, tapi pada beberapa kasus keringat di malam hari disebabkan oleh fungsi tiroid yang berubah di masa kehamilan. Hormon tiroid membantu tubuh mengatur suhu, pencernaan, dan fungsi tubuh lainnya.

Di masa kehamilan, hormon tiroid terkadang menghasilkan lebih banyak hormon dibanding biasanya, terutama saat kamu tengah terlelap. 

Beberapa ibu hamil akan mengalami masalah tiroid yang disebut penyakit Graves. Kondisi ini menyebabkan terlalu aktifnya kelenjar tiroid atau hipertiroid. Selain berkeringat dan bau badan, gejala lain dari kondisi ini adalah:

  • Detak jantung menjadi lebih cepat
  • Penurunan berat badan
  • Dorongan untuk buang air besar yang terlalu sering
  • Otot yang menjadi lemah
  • Kulit yang menipis
  • Rambut menjadi rapuh
  • Peningkatan tekanan darah
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Linglung
  • Cemas

Peningkatan sensitivitas hidung

Beberapa ibu hamil akan menjadi lebih sensitif terhadap bau tertentu, bahkan untuk bau yang samar. Kondisi meningkatnya kemampuan indera penciuman ini disebut hyperosmia.

Itu sebabnya, beberapa ibu hamil menjadi lebih sadar terhadap bau amonia yang samar yang sebelumnya tidak pernah disadari. 

Situs kesehatan MedicalNewsToday menyebut banyak peneliti yang menganggap peningkatan sensitivitas hidung yang meningkat saat hamil ini untuk membantu ibu hamil mual dan muntah. 

Dengan demikian, kamu dapat terhindar dari mencerna racun yang tidak sengaja masuk ke dalam tubuh, khususnya di awal kehamilan.

Kapan tepatnya bau badan meningkat saat hamil?

Biasanya, kamu akan menyadari kalau bau badan menjadi lebih tajam paling cepat di trimester pertama masa kehamilan. Meskipun demikian, perubahan aroma tubuh ini juga tergantung dari penyebabnya.

Bau badan yang dipicu peningkatan volume darah, biasanya terjadi pada trimester kedua dan ketiga di masa kehamilan. Peningkatan berat badan dan lipatan kulit juga bisa menjadi penyebab bau badan saat hamil yang terjadi di trimester ketiga.

Pada dasarnya, bau badan yang menjadi tajam saat kamu sedang hamil bisa dimulai sebelum kamu sadar kalau sudah hamil. Kondisi ini pun bisa berlangsung setelah bayi dilahirkan, lho!

Bagaimana mengatasi bau badan saat hamil?

Kamu mungkin tidak bisa menghentikan penyebab bau badan yang timbul saat hamil. Karena beberapa di antaranya merupakan kondisi normal yang terjadi agar bayi tumbuh dengan baik di dalam kandungan.

Meskipun demikian, kamu bisa menjaga agar bau badan tidak terlalu tajam dan tetap dalam kadar normal. Yaitu dengan cara:

  • Mandi setiap hari
  • Menggunakan deodoran dan antiperspirant
  • Gunakan pakaian yang longgar
  • Gunakan pakaian dengan kain alami atau kain yang dapat menyerap keringat
  • Gunakan bedak kaki
  • Makan makanan bernutrisi dan seimbang
  • Jaga tingkat hidrasi tubuh dan minum banyak cairan

Demikianlah berbagai penjelasan tentang bau badan yang bisa muncul saat hamil dan berbagai penyebabnya. Jalani masa kehamilan dengan menjaga kesehatan, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 26 Maret 2021. Pregnancy Body Odor: Causes and Solutions
  2. Parents.com, diakses 26 Maret 2021. Body Odor During Pregnancy: “Do I Smell?”
  3. MedicalNewToday, diakses 26 Maret 2021. Vagina smells like ammonia in pregnancy: 5 causes and prevention
  4. National Library of Medicine, diakses 26 Maret 2021. Sex hormone effects on autonomic mechanisms of thermoregulation in humans
    register-docotr