Kehamilan

Apakah ASI Keluar saat Hamil Merupakan Hal yang Normal?

May 29, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Pada masa kehamilan, sebagian bumil mungkin saja mengeluarkan air susu ibu (ASI) saat hamil. Perlu diketahui bahwa hal tersebut bisa disebabkan oleh faktor tertentu. Lantas, apakah ASI keluar saat hamil normal atau justru berbahaya?

Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dilakukan Suami dalam Mendukung Program Kehamilan Istri

ASI keluar saat hamil apakah normal?

Perlu kamu ketahui bahwa ASI keluar saat hamil merupakan hal yang normal. Pada masa kehamilan, payudara mungkin saja menghasilkan ASI beberapa minggu atau bulan sebelum melahirkan. ASI yang keluar pada masa kehamilan tersebut dikenal sebagai kolostrum.

Kolostrum sendiri adalah cairan yang mengandung antibodi dan nutrisi, kolostrum sendiri biasanya berwarna kekuningan. Dapat dikatakan bahwa kolostrum adalah ASI pertama yang diproduksi oleh payudara untuk persiapan menyusui ketika si Kecil lahir hingga ASI sebenarnya keluar.

Kolostrum biasanya mulai diproduksi sekitar 14 minggu usia kehamilan. Namun, sebagian wanita mungkin saja tidak mengalami ASI keluar pada masa kehamilan. ASI keluar saat hamil dapat keluar kapan saja, misalnya saja ketika payudara dipijat.

Akan tetapi, puting payudara yang terstimulasi, juga bisa memicu ASI keluar pada masa kehamilan, misalnya saja ketika berhubungan intim.

Tak hanya itu, aktivitas tertentu yang menyebabkan payudara bergesekan dengan pakaian, seperti olahraga tertentu juga dapat menyebabkan ASI keluar pada masa kehamilan.  

Apa penyebab ASI keluar saat hamil?

ASI keluar saat hamil tidak terjadi begitu saja, melainkan disebabkan oleh faktor tertentu, seperti ketidakseimbangan hormon kehamilan. Patrick Duff, M.D., seorang dokter kandungan mengatakan bahwa selama kehamilan tubuh melepaskan hormon prolaktin, yakni hormon utama yang mendorong produksi ASI.

Tingginya tingkat prolaktin selama kehamilan bisa menyebabkan payudara terisi dengan kolostrum alias bentuk awal dari ASI. Kolostrum sendiri juga mengandung protein tinggi serta antibodi yang dapat membantu melindungi bayi dari infeksi.

Pada saat yang bersamaan, hormon estrogen yang dibuat oleh plasenta memiliki fungsi untuk mencegah sekresi ASI atau menekan produksi ASI yang sebenarnya hingga bayi dilahirkan.

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?

Pada dasarnya, ASI keluar pada masa kehamilan tidak dapat dicegah. Dikutip dari laman Very Well Family, pada sebagian kasus ASI dapat berlanjut bahkan sampai penyapihan.

Namun, merupakan hal yang normal jika ASI keluar hingga 3 minggu setelah si Kecil berhenti menyusui.

Akan tetapi, ketika ASI terus keluar bahkan hingga 3 bulan setelah anak benar-benar berhenti menyusui, kamu harus segera berkonsultasi dengan dokter.

Tak hanya itu, jika terdapat darah dalam ASI yang keluar serta ASI yang keluar pada masa kehamilan berjumlah sangat banyak, kamu juga harus segera menemui dokter.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Tanda-tanda Waktunya Melahirkan Sudah Makin Dekat

Cara menangani ASI keluar saat hamil

Seperti yang sudah diketahui bahwa ASI keluar pada masa kehamilan merupakan hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Meskipun demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam menagani ASI yang keluar, di antaranya adalah:

1. Mengenakan breast pad

Jika ASI yang keluar pada masa kehamilan berjumlah banyak, kamu dapat mempertimbangkan untuk mengenakan breast pad atau nursing pad. Breast pad dapat membantu untuk menyerap ASI yang keluar, sehingga dapat mencegah ASI membasahi pakaian.

Penting bagi kamu untuk mengganti breast pad secara teratur. Ini dilakukan untuk mencegah ASI menumpuk dan berbau.

2. Memerah kolostrum

Dilansir dari laman Baby Centre, jika terdapat kemungkinan bayi membutuhkan perawatan ekstra setelah dilahirkan, memerah kolostrum sebelum bayi dilahirkan mungkin saja akan disarankan. Ini dilakukan agar kamu memiliki kolostrum yang tersedia.

Biasanya hal tersebut disarankan untuk kondisi tertentu, misalnya saja bayi yang lahir prematur atau down syndrome.

3. Mengenakan pakaian tertentu

Baju, gaun, pakaian, kemeja, atau blus dengan pola tertentu dapat membantu menyamarkan ASI yang keluar. Tak hanya itu, untuk menyamarkan ASI yang keluar, kamu juga dapat membawa jaket atau sweater pada saat kamu berpergian ke luar rumah.

Itulah beberapa informasi mengenai ASI keluar saat hamil. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Baby Centre. Diakses pada 25 Mei 2021. Is it normal for my breasts to leak during pregnancy? 

NHS (2021). Diakses pada 25 Mei 2021. Leaking from your nipples 

What to Expect (2020). Diakses pada 25 Mei 2021. Colostrum (Leaking Breasts) During Pregnancy 

Parents (2020). Diakses pada 25 Mei 2021. Breast Leaking During Pregnancy: What Expectant Moms Need to Know 

Very Well Family (2020). Diakses pada 25 Mei 2021. Tips for Breastfeeding Moms Who Are Leaking Breast Milk 

    register-docotr