Kehamilan

Apa Sih Pentingnya Menghitung dan Mengetahui Siklus Kesuburan bagi Wanita?

May 18, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ladies, apakah kamu termasuk yang selalu menghitung kalender kesuburan? Jika kamu rutin menghitung siklus menstruasi dan mengetahui kalender kesuburan, kamu adalah salah satu wanita yang beruntung. 

Karena dengan menghitung siklus kesuburan, kamu bisa mendapatkan berbagai manfaat, salah satunya dapat menyiapkan kehamilan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya tentang manfaat dan alasan mengetahui kalender kesuburan. 

Baca Juga: Penting, Ketahui Cara Menghitung Masa Ovulasi dan Tanda-tandanya

Alasan pentingnya menghitung dan mengetahui kalender kesuburan

Dengan mengetahui kalender kesuburan, berarti kamu akan mengetahui siklus menstruasi. Siklus menstruasi sendiri terdiri dari 4 fase. Dengan mengetahui 4 fase ini, kamu bisa melacak masa suburmu dan itu akan membantu kamu untuk menyiapkan kehamilan. 

Keempat fase yang dimaksud yaitu:

Fase menstruasi

Ini adalah fase saat kamu mendapatkan menstruasi. Waktu di saat darah dan jaringan rahim dikeluarkan melalui vagina. Ini terjadi setelah sel telur yang matang tidak dibuahi. Biasanya menstruasi berlangsung selama 3 hingga 7 hari. 

Fase folikuler

Fase folikuler ini tumpang tindih dengan fase menstruasi, karena dihitung dari awal menstruasi hingga waktu ovulasi. 

Pada fase ini, ovarium akan menghasilkan sekitar 5 hingga 20 kantung folikel yang berisi sel telur yang belum matang. Nantinya hanya telur yang paling sehat yang akan bertahan hingga matang. Selanjutnya baru akan masuk ke fase ovulasi. 

Fase ovulasi

Pada fase ovulasi, sel telur yang matang akan dilepas dan bergerak ke tuba falopi untuk dibuahi sperma. Di fase ini lah kamu berkesempatan untuk hamil. 

Fase ovulasi ini terjadi sekitar hari ke-14 dalam siklus menstruasi, jika kamu memiliki siklus teratur selama 28 Hari. 

Tanda kamu sedang mengalami ovulasi antara lain:

  • Peningkatan suhu basal tubuh
  • Keputihan atau lendir serviks yang lebih bening dan lebih encer.

Fase ovulasi ini hanya berlangsung sekitar 24 jam. Jika telur tidak dibuahi, maka akan larut dan akan kembali ke fase menstruasi. Tetapi jika terjadi pembuahan akan berlanjut ke fase luteal. 

Fase luteal

Di fase ini tubuh menyiapkan diri untuk kemungkinan pembuahan. Peningkatan hormon membuat lapisan rahim menebal dan siap ditempati oleh sel telur yang telah dibuahi. 

Jika kamu hamil, tubuh akan memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG), yang akan menjaga sel telur dan menjaga lapisan rahim dalam kondisi siap untuk masa kehamilan. 

Jika melakukan tes kehamilan dengan test pack di saat HCG sudah meningkat, maka kamu akan mendapatkan hasil tes positif hamil.

Baca Juga: Mengetahui Puncak Masa Subur Wanita, Ini Tanda-tandanya

Manfaat lain menghitung kalender kesuburan

Bukan cuma penting untuk menyiapkan kehamilan, tetapi menghitung kalender kesuburan juga dapat membantu kamu lebih peduli dengan kesehatan. 

Beberapa manfaat yang bisa didapat jika mengetahui kalender kesuburan di antaranya:

Mengetahui adanya masalah kesuburan

Jika kamu menyadari siklus menstruasi atau kalender kesuburanmu bermasalah, mungkin kamu mengalami gangguan kesuburan. Seperti endometriosis, fibroid rahim atau polycystic ovary syndrome (PCOS).

Dengan mencatat waktu kesuburan, akan membantu kamu dalam melakukan perawatan medis. Dokter mungkin akan menanyakan siklus menstruasimu dalam beberapa bulan terakhir. 

Menyadari risiko diabetes

Wanita dengan siklus haid tidak teratur, terutama yang lebih dari 40 hari, memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2. Wanita muda berusia antara 18 dan 22 tahun dengan menstruasi tidak teratur bahkan lebih berisiko terkena diabetes.

Lebih menyiapkan diri menjelang menstruasi

Biasanya, dengan mencatat kalender kesuburan, kamu bisa memprediksi tanggal datangnya menstruasi. Dengan begitu kamu bisa lebih bersiap dengan beberapa kondisi. 

Misalnya, wanita dengan riwayat depresi lebih mungkin mengalami PMS. Selain itu mungkin juga mengalami gangguan disforik pramenstruasi. Masalah yang sama seperti PMS namun lebih serius.

Selain itu, kamu juga bisa mencegah anemia saat menstruasi. Karena menurut Womenshealth.gov, menstruasi berat adalah penyebab paling umum dari anemia defisiensi besi pada wanita usia subur.

Kamu bisa lebih menyiapkan diri, misalkan dengan cara mengonsumsi makanan kaya zat besi atau mengonsumsi suplemen zat besi. 

Jika kamu penderita asma, mengetahui kalender kesuburan juga sangat membantu. Karena asma dapat terpengaruh oleh kondisi hormon yang meningkat selama siklus menstruasi.

Demikian beberapa alasan mengapa perlu mengetahui atau menghitung kalender kesuburan bagi wanita di usia subur.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 17 Mei 2021
Stages of the Menstrual Cycle
Mayoclinic, diakses 17 Mei 2021
What ovulation signs can I look out for if I’m hoping to conceive?
Womenshealth.gov, diakses 17 Mei 2021
Your menstrual cycle and your health
Verywellfamily, diakses 17 Mei 2021
Using a Fertility Calendar When Trying to Conceive

    register-docotr