Bisa Sebabkan Komplikasi Serius, Kenali Diabetes Mellitus Sedini Mungkin

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Beberapa orang mengetahui fakta bahwa diabetes mellitus tidak bisa disembuhkan. Namun, hal tersebut bukan berarti seseorang yang terkena penyakit diabetes, tidak memerlukan pengobatan sama sekali, ya.

Justru menjalankan pengobatan secara rutin sangat penting untuk diberikan kepada penderita diabetes mellitus. Pengobatan pada pasien diabetes bertujuan untuk mengontrol gula darah, meningkatkan kualitas hidup, dan mencegah komplikasi penyakit.

Selain fakta tersebut, fakta lainnya yang sering diabaikan oleh banyak orang tentang pentingnya pemeriksaan gula darah. Sebaiknya pemeriksaan gula darah dilakukan secara rutin, hal ini bertujuan agar kita dapat mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Penyakit ini juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Untuk itu, yuk simak beberapa hal di bawah ini agar kamu lebih mengenal kondisi diabetes mellitus.

Baca Juga: Mari Berkenalan dengan Aspirin, si Obat Tertua sejak Abad ke-5 SM

Pengertian diabetes mellitus

Diabetes mellitus adalah penyakit yang mencegah tubuh kita untuk menggunakan energi yang berasal dari makanan yang kita makan dengan benar. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolisme.

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah. Kadar gula di dalam darah kita diatur oleh suatu hormon yaitu insulin.

Pada penyandang diabetes mellitus, tubuh mengalami kekurangan insulin atau insulin dalam tubuh tidak bekerja secara efektif, atau bisa juga disebabkan oleh kedua kondisi tersebut.

Mekanisme terserang diabetes mellitus

Untuk menghasilkan energi, sel-sel di dalam tubuh membutuhkan makanan dalam bentuk yang sangat sederhana. Ketika kita makan atau minum, banyak makanan yang dipecah menjadi gula sederhana yang disebut glukosa.

Glukosa memberikan energi yang dibutuhkan tubuh untuk aktivitas sehari-hari. Gula tidak bisa masuk ke dalam sel dengan sendirinya. Pankreas melepaskan insulin ke dalam darah, yang berfungsi sebagai penolong untuk gula masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Ketika kondisi insulin di dalam tubuh menurun, gula yang seharusnya masuk ke dalam sel-sel tubuh tidak bisa terserap.

Hal ini lah yang menyebabkan kadar gula di dalam darah naik atau disebut sebagai hiperglikemia. Kondisi hiperglikemia inilah yang menjadi cikal bakal penyakit diabetes mellitus.

Tipe-tipe diabetes mellitus

Ada beberapa jenis diabetes mellitus, tiap jenis ini punya penyebab dan cara pengobatan yang berbeda, yaitu:

1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 juga disebabkan oleh kondisi insulin di dalam tubuh yang tidak bisa diproduksi dengan baik oleh pankreas. Diabetes tipe ini sering dimulai pada masa kanak-kanak. Kondisi ini juga disebut kondisi autoimun.

Banyak masalah kesehatan yang dapat terjadi pada tipe 1 seperti kerusakan pembuluh darah kecil di mata atau disebut retinopati diabetik, kerusakan saraf, dan kerusakan ginjal. Penderita diabetes tipe 1 ini juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke.

2. Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 disebut juga diabetes yang tidak tergantung insulin. Diabetes tipe ini lebih umum terjadi dibanding diabetes tipe 1.

Diabetes tipe 2 terjadi karena insulin yang dihasilkan oleh tubuh tidak cukup untuk tubuh atau bisa juga disebabkan tubuh tidak menggunakan insulin sebagaimana harusnya.

Diabetes tipe 2 seringkali lebih ringan daripada diabetes tipe 1. Tetapi masih dapat menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya, terutama pada pembuluh darah kecil di ginjal, saraf, dan mata.

3. Diabetes gestasional

Diabetes jenis ini biasanya terjadi pada ibu hamil. Kehamilan biasanya menyebabkan beberapa bentuk resistensi insulin. Perubahan hormon selama kehamilan juga memengaruhi aksi insulin di dalam tubuh.

Pada kondisi ibu hamil hamil gula darah dialirkan melalui plasenta ke bayi, untuk itulah penting untuk mengontrol diabetes gestasional untuk melindungi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Diabetes gestasional lebih berisiko untuk bayi daripada ibu.

Diabetes gestasional menyebabkan bayi mungkin akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak biasa sebelum kelahiran, kesulitan bernapas saat lahir, atau risiko obesitas dan diabetes yang lebih tinggi di kemudian hari.

Dokter sering menemukan penyakit ini pada pertengahan atau akhir kehamilan. Sang ibu mungkin memerlukan operasi caesar karena bayi yang terlalu besar.

4. Prediabetes

Prediabetes adalah ketika gula darah di dalam tubuh lebih tinggi dari yang seharusnya tetapi tidak cukup tinggi bagi dokter untuk mendiagnosis diabetes. Kondisi prediabetes dapat menyebabkan  seseorang memiliki risiko terkena diabetes tipe 2 yang lebih tinggi.

Gejala diabetes mellitus

Ada beberapa gejala yang akan dirasakan oleh penderita diabetes mellitus, tidak cuma gejala umum, gejala pun bisa berbeda bagi penderita pria dan wanita.

1. Gejala umum

Gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita diabetes meliputi:

  • Rasa haus meningkat
  • Meningkatnya rasa lapar (terutama setelah makan)
  • Mulut kering
  • Sering buang air kecil
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Lemah
  • Lelah terus menerus
  • Penglihatan kabur
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki
  • Penyembuhan luka lambat
  • Kulit kering dan gatal
  • Sering mengalami infeksi saluran kemih.

2. Gejala pada pria

Selain gejala umum diabetes, pria dengan diabetes mungkin mengalami penurunan gairah seks, disfungsi ereksi, dan melemahnya kemampuan otot.

3. Gejala pada wanita

Wanita dengan diabetes juga dapat memiliki gejala seperti infeksi saluran kemih, infeksi jamur pada organ kewanitaan, dan kulit kering dan gatal.

Faktor risiko diabetes mellitus

Faktor-faktor tertentu meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes, di antaranya adalah:

1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 mungkin terjadi pada anak-anak atau anak remaja yang memiliki gen yang membawa penyakit tersebut.

2. Diabetes tipe 2

Kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2, di antaranya adalah:

  • Memiliki kelebihan berat badan
  • Berusia 45 tahun atau lebih
  • Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kondisi tersebut
  • Tidak aktif secara fisik
  • Menderita diabetes gestasional
  • Menderita prediabetes
  • Memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau trigliserida tinggi.

3. Diabetes gestasional

Risiko diabetes gestasional dapat terjadi pada ibu hamil dengan kondisi di bawah ini:

  • Kelebihan berat badan
  • Berusia di atas 25 tahun
  • Menderita diabetes gestasional selama kehamilan terakhir
  • Telah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 9 kilogram
  • Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2
  • Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Pengobatan diabetes mellitus

Diabetes mellitus tidak bisa disembuhkan, tapi bukan berarti kamu tidak membutuhkan pengobatan. Pengobatan tetap perlu dilakukan untuk menjaga kadar gula darah, dan mencegah penyakit komplikasi.

1. Diabetes tipe 1

Untuk diabetes tipe 1 pengobatan utama yang harus diberikan adalah insulin. Pemberian insulin dapat menggantikan insulin yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh.

Ada empat jenis insulin yang paling umum digunakan. Insulin tersebut dibedakan berdasarkan seberapa cepat insulin mulai bekerja, dan berapa lama efeknya berlangsung:

  • Insulin kerja cepat mulai bekerja dalam 15 menit dan efeknya berlangsung selama 3 hingga 4 jam
  • Insulin kerja pendek mulai bekerja dalam 30 menit dan berlangsung 6 hingga 8 jam
  • Insulin kerja menengah mulai bekerja dalam 1 hingga 2 jam dan berlangsung 12 hingga 18 jam
  • Insulin kerja lama mulai bekerja beberapa jam setelah injeksi dan berlangsung 24 jam atau lebih.

2. Diabetes tipe 2

Diet dan olahraga dapat membantu beberapa orang mengelola diabetes tipe 2. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk menurunkan gula darah, maka diperlukan untuk mengonsumsi obat-obatan.

Beberapa jenis obat ini membantu menurunkan gula darah, di antaranya:

  • Acarbose
  • Metformin
  • Linagliptin dan sitagliptin
  • Dulaglutide, exenatide dan liraglutide (Victoza)
  • Repaglinide
  • Canagliflozin dan dapagliflozin
  • Glipizide dan glimepiride.

Dokter mungkin perlu meresepkan lebih dari satu obat atau beberapa orang dengan diabetes tipe 2 juga menggunakan insulin.

3. Diabetes gestasional

Pengobatan untuk diabetes gestasional adalah dengan memonitor kadar gula darah beberapa kali sehari selama kehamilan. Jika terjadi kenaikan kadar gula darah, perubahan pola makan dan olahraga mungkin cukup untuk menurunkannya.

Beberapa kondisi wanita dengan diabetes gestasional akan membutuhkan insulin untuk menurunkan gula darah. Insulin aman untuk pertumbuhan bayi.

Diagnosis diabetes mellitus

Pada diabetes tipe 2 biasanya muncul gejala secara bertahap. Beberapa orang tidak menyadari bahwa dirinya terkena diabetes pada awal kemunculannya. Pemeriksaan secara rutin sangat disarankan pada orang-orang yang memiliki risiko diabetes mellitus.

Metode tes gula darah dapat dijalani dengan berbagai metode, di antaranya:

1. Tes gula darah sewaktu

Dikenal juga dengan tes glukosa acak. Pengecekan gula darah ini dilakukan secara acak, kita tidak perlu berpuasa terlebih dahulu sebelum melakukan pengecekan gula darah sewaktu.

Jika hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 140 mg/dL, sedangkan jika kadar gula menunjukkan hasil 140-199 mg/dL sedangkan pada kondisi diabetes kadar gula darah menunjukan nilai diatas 200 mg/dL.

 2. Tes gula darah puasa

Sebelum menjalankan tes gula darah ini, pasien diminta berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam. Pada kondisi normal tes gula darah puasa akan menunjukkan hasil kurang dari 100 mg/dL.

Sedangkan pada kondisi prediabetes hasil menunjukan 100-125 mg/dL sedangkan pada hasil tes gula darah puasa lebih dari 126 mg/dl atau lebih menunjukan pasien menderita diabetes.

3. Tes HbA1c

Tes HbA1c ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2-3 bulan ke belakang. Sebelum menjalankan pemeriksaan ini pasien tidak perlu menjalani puasa terlebih dahulu.

Pada hasil tes HbA1c kurang dari 5,7% maka dapat dikatakan kadar gula darah normal, pada kasus prediabetes hasil menunjukan nilai antara 5.7 – 6.4%. sedangkan pada kasus diabetes hasil tes HbA1c menunjukan nilai 6,5% atau lebih tinggi.

Komplikasi penyakit diabetes mellitus

Saat terkena penyakit diabetes mellitus tipe 1 dan 2, beberapa komplikasi dapat dialami oleh orang tersebut. Jenis komplikasi ini beragam mulai dari ringan hingga berisiko menyebabkan kematian. Beberapa penyakit komplikasi yang mungkin terjadi di antaranya:

1. Retinopati (penyakit mata)

Semua pasien dengan diabetes harus mengunjungi dokter spesialis mata setiap tahun untuk pemeriksaan kondisi mata.

2. Nefropati (penyakit ginjal)

Pasien yang terkena diabetes mellitus sebaiknya melakukan tes urin setiap satu tahun sekali. Pemeriksaan tekanan darah secara teratur juga penting karena manajemen tekanan darah tinggi sangat penting dalam memperlambat penyakit ginjal.

3. Neuropati (penyakit saraf)

Jika seseorang terkena diabetes dan sering mengalami mati rasa atau kesemutan di kaki. Jika kejadian ini terjadi secara berulang sebaiknya sampaikan kepada dokter saat melakukan pemeriksaan gula darah.

Komplikasi jangka panjang lainnya termasuk:

  1. Masalah mata lainnya, termasuk glaukoma dan katarak
  2. Masalah gigi
  3. Tekanan darah tinggi
  4. Serangan jantung dan stroke
  5. Masalah kesehatan seksual

Tanpa pengobatan dan penyesuaian gaya hidup, risiko pasien diabetes mellitus terkena komplikasi penyakit semakin meningkat.

Baca Juga: Gula Darah Tinggi: Gejala hingga Komplikasinya

Pencegahan diabetes mellitus

Diabetes tipe 1 sejatinya tidak dapat dicegah karena disebabkan oleh masalah dengan sistem kekebalan tubuh atau autoimun. Beberapa penyebab diabetes tipe 2, seperti gen atau usia juga tidak bisa dikendalikan.

Namun banyak faktor risiko diabetes lainnya dapat dikendalikan. Sebagian besar strategi pencegahan diabetes dilakukan dengan diet dan olahraga.

Jika kamu telah didiagnosis menderita prediabetes, berikut adalah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menunda atau mencegah diabetes tipe 2:

  • Menjaga kondisi berat badan ideal
  • Mengatur menu makanan yang lebih sehat
  • Rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki dan bersepeda minimal 150 menit dalam tiga kali seminggu
  • Hindari merokok dan minum alkohol
  • Hindari stres dan istirahat yang cukup
  • Rutin menjalani pengecekan gula darah, setidaknya sekali dalam setahun.

Pencegahan bagaimanapun lebih baik daripada pengobatan. Karenanya menerapkan gaya hidup yang sehat adalah pilihan terbaik untuk mencegah munculnya penyakit diabetes mellitus.

Konsultasikan kondisi kesehatan kamu di Good Doctor. Yuk, lakukan konsultasi online dengan dokter terpercaya hanya di GrabHealth Apps!

Cleveland clinic (2018). Diakses pada 17 Mei 2020. Diabetes Mellitus: An Overview Living With

WebMD (2019). Diakses pada 17 Mei 2020. Diabetes Mellitus: Type 1, Type 2, and Gestational Diabetes

Healthline (2018). Diakses pada 17 Mei 2020. Everything You Need to Know About Diabetes

Diabetes Care (2009). Diakses pada 17 Mei 2020. Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter