Kamus Penyakit

Diabetes Mellitus

May 19, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Beberapa orang mengetahui fakta bahwa diabetes mellitus tidak bisa disembuhkan. Namun, hal tersebut bukan berarti seseorang yang terkena penyakit diabetes, tidak memerlukan pengobatan sama sekali, ya.

Justru menjalankan pengobatan secara rutin sangat penting untuk diberikan kepada penderita diabetes mellitus. Pengobatan pada pasien diabetes bertujuan untuk mengontrol gula darah, meningkatkan kualitas hidup, dan mencegah komplikasi penyakit.

Penyakit ini juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Untuk itu, yuk simak beberapa hal di bawah ini agar kamu lebih mengenal kondisi diabetes mellitus.

Baca Juga: Mari Berkenalan dengan Aspirin, si Obat Tertua sejak Abad ke-5 SM

Apa itu penyakit diabetes mellitus?

Diabetes mellitus adalah penyakit yang mencegah tubuh kita untuk menggunakan energi yang berasal dari makanan yang kita makan dengan benar. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolisme.

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah. Kadar gula di dalam darah kita diatur oleh suatu hormon yaitu insulin.

Pada penyandang diabetes mellitus, tubuh mengalami kekurangan insulin atau insulin dalam tubuh tidak bekerja secara efektif, atau bisa juga disebabkan oleh kedua kondisi tersebut.

Tipe-tipe diabetes mellitus

Ada beberapa jenis diabetes mellitus, tiap jenis ini punya penyebab dan cara pengobatan yang berbeda, yaitu:

1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 juga disebabkan oleh kondisi insulin di dalam tubuh yang tidak bisa diproduksi dengan baik oleh pankreas. Diabetes tipe ini sering dimulai pada masa kanak-kanak. Kondisi ini juga disebut kondisi autoimun.

Banyak masalah kesehatan yang dapat terjadi pada tipe 1 seperti kerusakan pembuluh darah kecil di mata atau disebut retinopati diabetik, kerusakan saraf, dan kerusakan ginjal. Penderita diabetes tipe 1 ini juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke.

2. Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 disebut juga diabetes yang tidak tergantung insulin. Diabetes tipe ini lebih umum terjadi dibanding diabetes tipe 1.

Diabetes tipe 2 terjadi karena insulin yang dihasilkan oleh tubuh tidak cukup untuk tubuh atau bisa juga disebabkan tubuh tidak menggunakan insulin sebagaimana harusnya.

Diabetes tipe 2 seringkali lebih ringan daripada diabetes tipe 1. Tetapi masih dapat menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya, terutama pada pembuluh darah kecil di ginjal, saraf, dan mata.

3. Diabetes gestasional

Diabetes tipe ini biasanya terjadi pada ibu hamil. Kehamilan biasanya menyebabkan beberapa bentuk resistensi insulin. Perubahan hormon selama kehamilan juga memengaruhi aksi insulin di dalam tubuh.

Pada kondisi ibu hamil hamil gula darah dialirkan melalui plasenta ke bayi, untuk itulah penting untuk mengontrol diabetes gestasional untuk melindungi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Diabetes gestasional lebih berisiko untuk bayi daripada ibu.

Diabetes gestasional menyebabkan bayi mungkin akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak biasa sebelum kelahiran, kesulitan bernapas saat lahir, atau risiko obesitas dan diabetes yang lebih tinggi di kemudian hari.

Dokter sering menemukan penyakit ini pada pertengahan atau akhir kehamilan. Sang ibu mungkin memerlukan operasi caesar karena bayi yang terlalu besar.

4. Prediabetes

Prediabetes adalah ketika gula darah di dalam tubuh lebih tinggi dari yang seharusnya tetapi tidak cukup tinggi bagi dokter untuk mendiagnosis diabetes.

Kondisi prediabetes dapat menyebabkan  seseorang memiliki risiko terkena diabetes tipe 2 yang lebih tinggi.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena diabetes mellitus?

Faktor-faktor tertentu meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes, di antaranya adalah:

1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 mungkin terjadi pada anak-anak atau anak remaja yang memiliki gen yang membawa penyakit tersebut.

2. Diabetes tipe 2

Kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2, di antaranya adalah:

  • Memiliki kelebihan berat badan
  • Berusia 45 tahun atau lebih
  • Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kondisi tersebut
  • Tidak aktif secara fisik
  • Menderita diabetes gestasional
  • Menderita prediabetes
  • Memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau trigliserida tinggi.

3. Diabetes gestasional

Risiko diabetes gestasional dapat terjadi pada ibu hamil dengan kondisi di bawah ini:

  • Kelebihan berat badan
  • Berusia di atas 25 tahun
  • Menderita diabetes gestasional selama kehamilan terakhir
  • Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2
  • Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Apa gejala dan ciri-ciri diabetes mellitus?

Ada beberapa gejala yang akan dirasakan oleh penderita diabetes mellitus, tidak cuma gejala diabetes secara umum, gejala diabetes secara spesifik pun seringkali bisa berbeda bagi penderita pria dan wanita.

1. Gejala umum

Gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita diabetes meliputi:

  • Rasa haus meningkat
  • Meningkatnya rasa lapar (terutama setelah makan)
  • Mulut kering
  • Sering buang air kecil
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Lemah
  • Lelah terus menerus
  • Penglihatan kabur
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki
  • Penyembuhan luka lambat
  • Kulit kering dan gatal
  • Sering mengalami infeksi saluran kemih.

2. Gejala pada pria

Selain gejala diabetes yang umum di atas, pria dengan diabetes mungkin mengalami penurunan gairah seks, disfungsi ereksi, dan melemahnya kemampuan otot.

3. Gejala pada wanita

Wanita dengan diabetes juga dapat memiliki gejala seperti infeksi saluran kemih, infeksi jamur pada organ kewanitaan, dan kulit kering dan gatal.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat diabetes mellitus?

Saat terkena penyakit diabetes mellitus tipe 1 dan 2, beberapa komplikasi dapat dialami oleh orang tersebut. Jenis komplikasi ini beragam mulai dari ringan hingga berisiko menyebabkan kematian. Beberapa penyakit komplikasi yang mungkin terjadi di antaranya:

1. Retinopati (penyakit mata)

Semua pasien dengan diabetes harus mengunjungi dokter spesialis mata setiap tahun untuk pemeriksaan kondisi mata.

2. Nefropati (penyakit ginjal)

Pasien yang terkena diabetes mellitus sebaiknya melakukan tes urin setiap satu tahun sekali. Pemeriksaan tekanan darah secara teratur juga penting karena manajemen tekanan darah tinggi sangat penting dalam memperlambat penyakit ginjal.

3. Neuropati (penyakit saraf)

Jika seseorang terkena diabetes dan sering mengalami mati rasa atau kesemutan di kaki. Jika kejadian ini terjadi secara berulang sebaiknya sampaikan kepada dokter saat melakukan pemeriksaan gula darah.

Komplikasi jangka panjang lainnya termasuk:

  1. Masalah mata lainnya, termasuk glaukoma dan katarak
  2. Masalah gigi
  3. Tekanan darah tinggi
  4. Serangan jantung dan stroke
  5. Masalah kesehatan seksual

Tanpa pengobatan dan penyesuaian gaya hidup, risiko pasien diabetes mellitus terkena komplikasi penyakit semakin meningkat.

4. Luka di kaki penderita diabetes lama sembuh

Akibat kerusakan saraf, kerap kali penderita diabetes tidak menyadari mengalami luka, utamanya di area kaki. Ditambah dengan respon darah putih yang lambat, membuat tubuh lebih sulit mengirimkan nutrisi ke luka.

Banyak penderita diabetes mengalami luka yang lambat sembuh, tidak sembuh dengan baik, atau tidak pernah sembuh. Terkadang, infeksi bisa berkembang dan pada kasus yang parah bisa berakibat amputasi.

Infeksi dapat menyebar ke jaringan dan tulang di dekat luka atau area tubuh yang lebih jauh. Dalam beberapa kasus, dan tanpa perawatan darurat, infeksi dapat mengancam jiwa atau bahkan fatal.

Penting bagi penderita diabetes untuk menjaga kadar gula darahnya tetap terkendali untuk mengurangi risiko penyembuhan luka yang lambat dan komplikasi, termasuk tukak kaki.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati diabetes mellitus?

Diabetes mellitus tidak bisa disembuhkan, tapi bukan berarti kamu tidak membutuhkan pengobatan.

Pengobatan tetap perlu dilakukan untuk menjaga kadar gula darah, dan mencegah penyakit komplikasi.

Jenis pengobatannya sendiri ada 2 macam, yakni pengobatan secara medis dan ada juga alternatif pengobatan herbal.

Perawatan diabetes mellitus di dokter

Saat memeriksakan diri dan didiagnosis menderita diabetes mellitus, kamu bisa langsung berkonsultasi dengan dokter untuk merencanakan pengobatan yang tepat.

Berikut cara mengobati diabetes di dokter berdasarkan jenis diabetes yang kamu alami:

1. Diabetes tipe 1

Untuk diabetes tipe 1 pengobatan utama yang harus diberikan adalah insulin. Pemberian insulin dapat menggantikan insulin yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh.

Ada empat jenis insulin yang paling umum digunakan. Insulin tersebut dibedakan berdasarkan seberapa cepat insulin mulai bekerja, dan berapa lama efeknya berlangsung:

  • Insulin kerja cepat mulai bekerja dalam 15 menit dan efeknya berlangsung selama 3 hingga 4 jam
  • Insulin kerja pendek mulai bekerja dalam 30 menit dan berlangsung 6 hingga 8 jam
  • Insulin kerja menengah mulai bekerja dalam 1 hingga 2 jam dan berlangsung 12 hingga 18 jam
  • Insulin kerja lama mulai bekerja beberapa jam setelah injeksi dan berlangsung 24 jam atau lebih.

2. Diabetes tipe 2

Diet dan olahraga dapat membantu beberapa orang mengelola diabetes tipe 2. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk menurunkan gula darah, maka diperlukan untuk mengonsumsi obat-obatan.

Beberapa jenis obat ini membantu menurunkan gula darah, di antaranya:

  • Acarbose
  • Metformin
  • Linagliptin dan sitagliptin
  • Dulaglutide, exenatide dan liraglutide (Victoza)
  • Repaglinide
  • Canagliflozin dan dapagliflozin
  • Glipizide dan glimepiride.

Dokter mungkin perlu meresepkan lebih dari satu obat atau beberapa orang dengan diabetes tipe 2 juga menggunakan insulin.

3. Diabetes gestasional

Pengobatan untuk diabetes gestasional adalah dengan memonitor kadar gula darah beberapa kali sehari selama kehamilan.

Jika terjadi kenaikan kadar gula darah, perubahan pola makan dan olahraga mungkin cukup untuk menurunkannya.

Beberapa kondisi wanita dengan diabetes gestasional akan membutuhkan insulin untuk menurunkan gula darah. Insulin aman untuk pertumbuhan bayi.

Cara mengatasi diabetes secara alami di rumah

Bagi penderita diabetes penting hukumnya untuk menjaga kadar gula dalam darah tetap dalam kadar normal.

Berikut beberapa cara mengatasi diabetes secara alami yang bisa kamu lakukan di rumah:

  • Olahraga rutin, ini dapat membantu kamu menurunkan berat badan sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Kontrol asupan karbohidrat. Karbohidrat dipecah menjadi glukosa, yang meningkatkan kadar gula darah. Mengurangi asupan karbohidrat dapat membantu mengontrol gula darah.
  • Konsumsi makanan tinggi serat. Makan banyak serat dapat membantu mengontrol gula darah, terutama serat makanan larut.
  • Konsumsi cukup cairan. Tetap terhidrasi dapat menurunkan kadar gula darah dan membantu mencegah diabetes.
  • Kontrol porsi makan. Semakin banyak kontrol yang kamu miliki atas ukuran porsi makan, semakin baik kontrol kamu terhadap kadar gula darah.
  • Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah. Makan makanan indeks glikemik rendah telah terbukti mengurangi kadar gula darah jangka panjang pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.
  • Kontrol tingkat stres. Mengontrol tingkat stres melalui olahraga atau metode relaksasi seperti yoga akan membantu mengontrol gula darah.
  • Rutin pantau kadar gula darah. Memeriksa gula dan mencatat log setiap hari akan membantu kamu menyesuaikan makanan dan obat-obatan untuk menurunkan kadar gula darah.
  • Tidur cukup dan berkualitas. Tidur yang nyenyak membantu menjaga kendali gula darah dan meningkatkan berat badan yang sehat. Tidur yang buruk dapat mengganggu hormon metabolisme yang penting.
  • Konsumsi makanan tinggi kromium dan magnesium. Mengonsumsi makanan yang kaya kromium dan magnesium secara teratur dapat membantu mencegah defisiensi dan mengurangi masalah gula darah.
  • Turunkan berat badan. Menjaga berat badan dan lingkar pinggang yang sehat akan membantu kamu menjaga kadar gula darah normal dan menurunkan risiko terkena diabetes

Apa saja obat diabetes mellitus yang biasa digunakan?

Dalam menangani diabetes mellitus, ada 2 pilihan obat yang bisa digunakan. Mulai dari obat apotek sampai obat herbal untuk diabetes.

Obat diabetes di apotek

Beberapa jenis obat yang membantu menurunkan gula darah pada penderita diabetes di antaranya:

  • Acarbose
  • Metformin
  • Linagliptin dan sitagliptin
  • Dulaglutide, exenatide dan liraglutide (Victoza)
  • Repaglinide
  • Canagliflozin dan dapagliflozin
  • Glipizide dan glimepiride.

Sementara untuk diabetes tipe 1 dibutuhkan terapi obat insulin yang memerlukan resep dokter.

Obat diabetes alami

Selain menggunakan obat-obatan apotek, kamu juga bisa menggunakan obat herbal untuk diabetes dan menjaga kadar gula darah tetap normal.

Namun, sebelum mengonsumsinya, pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Berikut beberapa jenis obat diabetes alami yang bisa kamu coba:

  • Cuka sari apel. Menambahkan cuka sari apel ke dalam makanan dapat bermanfaat bagi tubuh dalam banyak hal, termasuk menurunkan kadar gula darah.
  • Ekstrak kayu manis. Kayu manis telah terbukti mengurangi kadar gula darah puasa dan meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Berberine. Berberine adalah komponen aktif dari ramuan Tiongkok yang telah digunakan untuk mengobati diabetes selama ribuan tahun. Berberine bekerja dengan baik untuk menurunkan kadar gula darah dan dapat membantu mengelola diabetes. Namun, itu mungkin memiliki beberapa efek samping pencernaan.
  • Biji fenugreek. Biji fenugreek adalah sumber serat larut yang bagus, yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita diabetes mellitus?

Kadar gula darah bisa melonjak salah satunya adalah karena makanan yang kamu konsumsi. Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari penderita diabetes:

  • Minuman dengan pemanis. Soda dan minuman manis mengandung karbohidrat tinggi, yang meningkatkan gula darah. Selain itu, kandungan fruktosa yang tinggi telah dikaitkan dengan resistensi insulin dan peningkatan risiko obesitas, perlemakan hati, dan penyakit lainnya.
  • Makanan dengan lemak trans. Lemak trans adalah lemak tak jenuh yang telah diubah secara kimiawi untuk meningkatkan stabilitasnya. Mereka telah dikaitkan dengan peradangan, resistensi insulin, peningkatan lemak perut dan penyakit jantung.
  • Roti putih, pasta, dan nasi. Ketiganya tinggi karbohidrat namun rendah serat. Kombinasi ini bisa mengakibatkan kadar gula darah tinggi. Sebagai alternatif, memilih makanan berserat tinggi dan utuh dapat membantu mengurangi respons gula darah.
  • Yogurt rasa buah. Yogurt rasa buah biasanya rendah lemak tetapi tinggi gula, yang dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin. Yoghurt susu murni tanpa rasa adalah pilihan yang lebih baik untuk mengontrol diabetes dan kesehatan secara keseluruhan.
  • Sereal sarapan manis. Sereal untuk sarapan tinggi karbohidrat tetapi rendah protein. Sarapan tinggi protein dan rendah karbohidrat adalah pilihan terbaik untuk penderita diabetes dan pengendalian nafsu makan.
  • Minuman kopi beraroma. Ini tinggi karbohidrat cair, yang dapat meningkatkan kadar gula darah dan gagal memuaskan rasa lapar.
  • Madu, agave nectar dan sirup maple. Ketiganya tidak diproses seperti gula pasir putih, tetapi mungkin memiliki efek serupa pada gula darah, insulin, dan penanda inflamasi.
  • Buah kering. Buah kering menjadi lebih terkonsentrasi pada gula dan mungkin mengandung lebih dari tiga kali lebih banyak karbohidrat daripada buah segar. Hindari buah kering dan pilih buah rendah gula untuk kontrol gula darah yang optimal.
  • Makanan ringan dalam kemasan. Camilan kemasan biasanya merupakan makanan yang diproses dengan bahan dasar tepung olahan yang dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah.
  • Jus buah kemasan. Jus buah tanpa pemanis mengandung setidaknya gula sebanyak soda. Kandungan fruktosa yang tinggi dapat memperburuk resistensi insulin, meningkatkan berat badan, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Kentang goreng. Selain tinggi karbohidrat yang meningkatkan kadar gula darah, kentang goreng yang digoreng dengan minyak tidak sehat dapat meningkatkan peradangan dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker.

Pilihan buah untuk diabetes yang aman dikonsumsi

Buah memang makanan yang tergolong sehat. Tapi jika kamu penderita diabetes, tidak semua buah baik untuk kamu konsumsi.

Kamu sebaiknya hanya mengonsumsi buah dengan kandungan gula rendah. Berikut beberapa jenis buah untuk diabetes dengan gula rendah:

  • Apel
  • Alpukat
  • Pisang
  • Beri
  • Ceri
  • Jeruk bali
  • Anggur
  • Buah kiwi
  • Nektarin
  • Jeruk
  • Persik
  • Buah pir
  • Plum
  • Stroberi
  • Melon
  • Buah ara
  • Pepaya
  • Nanas

Bagaimana cara mencegah diabetes mellitus?

Diabetes tipe 1 sejatinya tidak dapat dicegah karena disebabkan oleh masalah dengan sistem kekebalan tubuh atau autoimun. Beberapa penyebab diabetes tipe 2, seperti gen atau usia juga tidak bisa dikendalikan.

Namun banyak faktor risiko diabetes lainnya dapat dikendalikan. Sebagian besar strategi pencegahan diabetes dilakukan dengan diet dan olahraga.

Jika kamu telah didiagnosis menderita prediabetes, berikut adalah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menunda atau mencegah diabetes tipe 2:

  • Menjaga kondisi berat badan ideal
  • Mengatur menu makanan yang lebih sehat
  • Rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki dan bersepeda minimal 30 menit sehari dan dilakukan 3-5 kali seminggu.
  • Hindari merokok dan minum alkohol
  • Hindari stres dan istirahat yang cukup
  • Rutin menjalani pengecekan gula darah, setidaknya sekali dalam setahun.

Pencegahan bagaimanapun lebih baik daripada pengobatan. Oleh karena itu, menerapkan gaya hidup yang sehat adalah pilihan terbaik untuk mencegah munculnya penyakit diabetes mellitus.

Cara diagnosis dan pemeriksaan pada penderita diabetes mellitus

Pada diabetes tipe 2 biasanya muncul gejala secara bertahap. Beberapa orang tidak menyadari bahwa dirinya menjadi penderita diabetes pada awal kemunculannya. Pemeriksaan secara rutin sangat disarankan pada orang-orang yang memiliki risiko diabetes mellitus.

Metode tes gula darah dapat dijalani dengan berbagai metode, di antaranya:

1. Tes gula darah sewaktu

Dikenal juga dengan tes glukosa acak. Pengecekan gula darah ini dilakukan secara acak, penderita diabetes tidak perlu berpuasa terlebih dahulu sebelum melakukan pengecekan gula darah sewaktu.

Jika hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 140 mg/dL, sedangkan jika kadar gula menunjukkan hasil 140-199 mg/dL sedangkan pada kondisi diabetes kadar gula darah menunjukan nilai diatas 200 mg/dL.

 2. Tes gula darah puasa

Sebelum menjalankan tes gula darah ini, pasien diminta berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam. Pada kondisi normal tes gula darah puasa akan menunjukkan hasil kurang dari 100 mg/dL.

Sedangkan pada kondisi prediabetes hasil menunjukan 100-125 mg/dL sedangkan pada hasil tes gula darah puasa lebih dari 126 mg/dl atau lebih menunjukan pasien menderita diabetes.

3. Tes HbA1c

Tes HbA1c ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2-3 bulan ke belakang. Sebelum menjalankan pemeriksaan ini pasien tidak perlu menjalani puasa terlebih dahulu.

Pada hasil tes HbA1c kurang dari 5,7% maka dapat dikatakan kadar gula darah normal, pada kasus prediabetes hasil menunjukan nilai antara 5.7 – 6.4%. sedangkan pada kasus diabetes hasil tes HbA1c menunjukan nilai 6,5% atau lebih tinggi.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Cleveland clinic (2018). Diakses pada 17 Mei 2020. Diabetes Mellitus: An Overview Living With

WebMD (2019). Diakses pada 17 Mei 2020. Diabetes Mellitus: Type 1, Type 2, and Gestational Diabetes

Healthline (2018). Diakses pada 17 Mei 2020. Everything You Need to Know About Diabetes

Diabetes Care (2009). Diakses pada 17 Mei 2020. Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus

Medical News Today. Diakses pada 16 September 2020. How does diabetes affect wound healing?

Healthline. Diakses pada 16 September 2020. 15 Easy Ways to Lower Blood Sugar Levels Naturally

Healthline. Diakses pada 16 September 2020. 11 Foods to Avoid With Diabetes

Medical News Today. Diakses pada 16 September 2020. Fruits for people with diabetes

    register-docotr