Beragam Alasan Penyebab Rambut Rontok Parah yang Harus Kamu Tahu

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Penyebab rambut rontok bisa dikaitkan dengan berbagai faktor. Beragam faktor penyebab ini harus kamu ketahui agar kamu tahu bagaimana cara mengatasinya.

Pada beberapa kasus, tergantung kondisi medis, rambut bahkan bisa rontok hingga tahap yang ekstrem. Lalu apa saja penyebab dari kerontokan rambut? Mari simak pembahasan di bawah ini.

Penyebab rambut rontok pada pria dan wanita

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab rambut rontok pada pria dan wanita, mulai dari faktor hormon, kondisi medis, hingga kebiasaan sehari-hari. Berikut beberapa penyebab rambut rontok pada wanita dan pria:

1. Perubahan hormon

Faktor hormon mampu menjadi penyebab kerontokan rambut. Pada wanita, kondisi setelah melahirkan atau saat menopause sering menjadi penyebab rambut rontok. Kondisi tersebut terjadi karena ketidakseimbangan hormon yang dimiliki wanita.

Pada pria, penyebab rambut rontok biasanya dialami saat komposisi hormon mulai berubah seiring bertambahnya usia. Kerontokan ini biasanya disebabkan oleh respons folikel terhadap hormon dihidrotestosteron (DHT).

2. Gangguan tiroid

Terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme) dan terlalu sedikit hormon tiroid (hipotiroidisme) dapat menyebabkan kerontokan rambut. Dengan mengobati kondisi gangguan tiroid ini, kamu akan mampu menghentikan kerontokan rambut.

3. Stres sebagai penyebab rambut rontok pada wanita

Mengalami stres fisik dan psikologis dipercaya mampu menjadi penyebab kerontokan rambut.

Berbagai kondisi fisik yang mampu menyebabkan stres adalah pembedahan, demam tinggi, dan kehilangan darah dapat membuat rambut menjadi rontok.

Bahkan, kondisi setelah melahirkan pun mampu menyebabkan kerontokan rambut selama beberapa bulan setelah melahirkan. Penyebab stres fisik seringkali bersifat sementara, dan kerontokan rambut akan mereda saat tubuh perlahan mulai pulih.

Sedangkan kondisi stres psikologis bisa disebabkan oleh tekanan mental atau kecemasan ekstra. Kamu bisa melawan stres psikologis ini dengan merubah gaya hidup, seperti:

  • Rutin berolahraga
  • Konsumsi nutrisi yang tepat
  • Melakukan meditasi dan strategi manajemen stres
  • Meminimalisir faktor penyebab stres dengan berkonsultasi dengan psikolog

4. Riwayat keluarga

Riwayat keluarga atau faktor keturunan biasanya menjadi penyebab paling umum kerontokan rambut atau biasa disebut androgenic alopecia.

Kondisi ini biasanya terjadi secara bertahap dan dalam pola yang dapat diprediksi. Mulai dari munculnya garis rambut hingga mulai membotak pada pria dan rambut menipis sepanjang mahkota kulit kepala pada wanita.

5. Efek samping obat

Efek samping penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat untuk kanker, radang sendi, depresi, masalah jantung, asam urat atau tekanan darah bisa menjadi penyebab kerontokan rambut.

6. Berganti model dan gaya rambut

Terlalu sering mengganti gaya rambut, terlebih jika mengikuti gaya rambut ekstrem seperti menguncir rambut terlalu ketat dapat menjadi penyebab kerontokan rambut.

Untuk mengatasi permasalahan kerontokan rambut karena penyebab ini, kamu bisa menggunakan kondisioner setiap habis keramas. Selain itu, batasi penggunaan alat pengering rambut dan alat pelurus rambut.

Biarkan rambut kamu kering dengan sendirinya atau bungkus dengan handuk kering.

7. Penyakit lupus

Beberapa penyakit mampu menyebabkan rambut kamu menjadi rontok. Foto: Freepik.com

Penyakit lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan kerontokan pada rambut.

Pada umumnya, kerontokan rambut akibat penyakit lupus tidak merata dan disertai oleh lesi pada permukaan kulit kepala.

Penyebab rambut rontok parah

Dilansir dari American Academy of Dermatology Association, pada dasarnya, tidak semua kerontokan adalah hal yang berbahaya. Kehilangan 50 hingga 100 helai rambut setiap hari merupakan sesuatu yang normal. Bagi orang yang memiliki rambut panjang, kondisi ini akan nampak lebih kentara.

Perlu kamu tahu, setiap manusia rata-rata memiliki sekitar 100 ribu folikel rambut di kepala. Artinya, hilangnya 50 hingga 100 helai per hari tidak akan menimbulkan perbedaan yang mencolok. Tapi jika jumlah rambut yang rontok melebihi 100 helai per hari, kamu perlu mewaspadainya.

Penyebab rambut rontok parah biasanya adalah faktor medis atau perawatan tertentu, misalnya penyakit kanker dan kemoterapi. Hal tersebut bisa berdampak pada hormon perangsang folikel rambut.

Tak hanya itu, stres juga bisa menjadi penyebab rambut rontok berlebihan. Sebab, ketika sedang stres, hormon di dalam tubuh mengalami ketidakseimbangan.

Penyebab rambut bayi rontok

Menurut American Academy of Pediatrics, bayi akan kehilangan sebagian atau seluruh rambutnya pada beberapa bulan pertama setelah dilahirkan. Hal ini sangatlah normal. Alopecia adalah faktor utama penyebab rambut bayi rontok, yaitu kondisi yang dipengaruhi oleh sistem imun.

Kabar baiknya, sangat jarang rambut rontok pada bayi disebabkan oleh masalah medis yang serius. Rambut si Kecil akan berangsur tumbuh seiring waktu berjalan.

Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang juga bisa menjadi penyebab rambut bayi rontok, di antaranya adalah:

  • Efluvium telogen, yaitu kondisi ketika folikel rambut masih dalam fase ‘istirahat’. Akar rambut menjadi tidak kuat sehingga menyebabkan kerontokan.
  • Kerak di kulit kepala. Adanya kerak pada kulit tidak secara langsung menyebabkan kerontokan. Lepasnya akar rambut bisa terjadi ketika orangtua berusaha membersihkan kerak tersebut dan tak sengaja mencabut beberapa helai.
  • Infeksi jamur. Adanya infeksi di kulit kepala bisa berdampak pada folikel rambut. Infeksi dapat menurunkan kekuatan akar rambut hingga menyebabkannya mudah terlepas.

Baca juga: Kulit Kepala Bayi Berkerak? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab rambut rontok setelah melahirkan

Kerontokan setelah melahirkan disebut dengan postpartum hair fall. Mengutip Healthline, penyebab rambut rontok setelah melahirkan umumnya adalah faktor hormonal.

Selama masa kehamilan, kadar estrogan meningkat secara ekstrem. Hal ini dapat meminimalkan kerontokan rambut. Namun setelah persalinan, kadar estrogen akan menurun dan secara tidak langsung berdampak pada sirkulasi darah di kepala. Akibatnya, rambut akan mudah lepas dari folikel.

Kerontokan rambut pascapersalinan biasanya terjadi pada rentang empat bulan hingga satu tahun.

Baca juga: Rambut Rontok Setelah Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab rambut rontok pada remaja

Kerontokan rambut bisa terjadi pada siapa saja, termasuk remaja. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab rambut rontok pada remaja, yang paling sering adalah ketidakcocokan produk perawatan.

Tak hanya itu, sering melakukan curling dan menguncir kuda juga dapat menjadi penyebab rambut rontok berlebihan pada remaja. Adanya tarikan dan paparan suhu panas bisa memengaruhi kekuatan rambut beserta akarnya yang tertanam di folikel.

Perawatan untuk rambut rontok

Kebanyakan rambut rontok tidak membutuhkan perawatan karena bersifat sementara dan akan tumbuh kembali karena merupakan bagian yang normal dari bertambahnya usia.

Sedangkan rambut rontok yang disebabkan oleh kondisi medis pun biasanya akan tumbuh kembali setelah kamu pulih.

Pada beberapa kasus jika rambut kamu rontok terlalu berlebihan, mungkin kamu memerlukan perawatan khusus.

Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab melalui diagnosis dan mendapatkan rekomendasi obat-obatan atau terapi khusus.

Langkah pencegahan

Hindari menyikat dan menyisir rambut dengan cara memaksa terutama saat rambut sedang dalam keadaan basah. Gunakan sisir bergigi lebar agar rambut kamu tidak mudah tercabut dari kulit kepala.

Hindari melakukan perawatan dengan alat-alat yang berpotensi merusak rambut dan kulit kepala seperti menggunakan rol rambut panas, pengeriting rambut, pelurus rambut, dan bergonta-ganti warna rambut.

Lindungi rambut kamu dari sinar matahari dan sumber sinar ultraviolet lainnya. Jika kamu sedang dalam perawatan menggunakan kemoterapi, berkonsultasilah dengan dokter tentang topi pendingin. Topi ini dapat mengurangi risiko kehilangan rambut selama kamu menjalani kemoterapi.

Nah, itulah beberapa beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab rambut rontok parah yang perlu kamu tahu. Yuk, lakukan langkah pencegahan untuk meminimalkan kondisi tersebut!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

1. webmd.com. Diakses 23 Juni 2020. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hair-loss/understanding-hair-loss-basics#1

2. healthline.com (2020). Diakses 23 Juni 2020. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/why-is-my-hair-falling-out#thyroid-disorders

3. nhs.uk. Diakses 23 Juni 2020. https://www.nhs.uk/conditions/hair-loss/

4. mayoclinic.org. Diakses 23 Juni 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hair-loss/symptoms-causes/syc-20372926

5. Healthline, diakses 22 Oktober 2020, The 4 Best Treatments for Postpartum Hair Loss.

6. Healthline, diakses 22 Oktober 2020, What It Means If Your Baby Is Losing Hair.

7. Healthline, diakses 22 Oktober 2020, Routine Hair Shedding: Why It Happens and How Much to Expect.

8. Friday Magazine, diakses 22 Oktober 2020, What causes hair loss in teenagers?

9. American Academy of Dermatology Association, diakses 22 Oktober 2020, Do You Have Hair Loss Or Hair Shedding?

10. American Academy of Pediatrics, diakses 22 Oktober 2020, Hair Loss (Alopecia).

 

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin