5 Cara Mencegah Demam Berdarah yang Efektif Dilakukan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk. Guna meminimalkan risiko, ada beberapa cara mencegah demam berdarah yang dapat dilakukan. Apa saja?

Dilansir Kompas.com, berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, terdapat 49.563 kasus DBD di Indonesia yang tercatat dari 1 Januari hingga 27 April 2020. Angka terbanyak berada di provinsi Jawa Barat dengan 6.337 kasus.

Apa itu demam berdarah?

Demam berdarah sendiri merupakan virus yang ditularkan oleh nyamuk betina terutama dari spesies aedes aegypti dan pada tingkat yang lebih rendah ditularkan oleh ae albopictus.

Demam berdarah tersebar luas di seluruh daerah tropis dengan variasi risiko dipengaruhi oleh curah hujan, suhu, kelembapan, serta urbanisasi yang tidak terencana.

Gejala demam berdarah

Demam tinggi. Sumber foto: https://www.doctordoctor.com.au/

Sama seperti penyakit pada umumnya, demam berdarah juga memiliki tanda gejala yang dapat ditunjukkan oleh penderitanya.

Berikut adalah gejala demam berdarah yang dilansir Web MD:

  • Demam tinggi secara tiba-tiba
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri di belakang mata
  • Nyeri sendi dan otot yang parah
  • Kelelahan
  • Mual
  • Muntah
  • Ruam kulit, yang muncul dua hingga tiga hari setelah terkena infeksi
  • Pendarahan ringan (hidung berdarah, gusi berdarah, atau mudah memar)

Terkadang gejala tersebut muncul dengan ringan dan sering disalahartikan sebagai virus flu atau infeksi virus lainnya.

Gejala tersebut biasanya muncul empat hingga 6 hari setelah terinfeksi dan dapat berlangsung hingga 10 hari.

Baca juga: Jangan Sepelekan Demam Berdarah, Yuk Ketahui Gejalanya

Bagaimana cara mencegah demam berdarah?

Meskipun penyakit demam berdarah dapat sangat berbahaya, namun kamu dapat mencegah demam berdarah dengan berbagai cara. Pencegahan yang paling utama adalah dengan menghindari gigitan nyamuk.

Berikut adalah tips mencegah demam berdarah yang dirangkum dari berbagai sumber.

Gunakan produk pengusir serangga

Permethrin dapat diaplikasikan pada pakaian, sepatu, peralatan berkemah, serta kelambu. Kamu juga dapat membeli pakaian yang dibuat dengan permethrin yang sudah ada di dalamnya.

Untuk kulit gunakanlah produk pengusir serangga yang mengandung setidaknya 10 persen konsentrasi N,N-Dietil-m-toluamida (DEET).

Produk pengusir serangga tidak bisa digunakan secara sembarangan. Untuk itu, sebaiknya ikutilah instruksi pada lebel kemasan dan berhati-hatilah dalam menggunakannya.

Sebisa mungkin memakai pakaian panjang

Jika kamu pergi ke daerah yang dipenuhi oleh nyamuk, sebaiknya kenakanlah baju lengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu.

Hal ini dimaksudkan agar kamu dapat terhindar dari gigitan nyamuk. Kamu juga dapat menyemprotkan terlebih dahulu permethrin pada baju, celana, kaus kaki, serta sepatu agar lebih efektif.

Mengendalikan nyamuk di dalam dan di luar rumah

Mencegah demam berdarah di sekitar rumah juga sangat penting untuk menghindari terjadinya demam berdarah. Sebaiknya, ambillah tindakan untuk mengendalikan nyamuk di lingkungan rumah kamu.

Berikut tindakan yang dapat kamu lakukan seperti yang dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention.

  • Gunakanlah penyaring pada jendela dan pintu. Perbaiki jika ada lubang pada penyaring untuk mencegah nyamuk datang dari luar
  • Gunakan air conditioner (AC) jika memungkinkan
  • Tidur di bawah kelambu jika kamar tidak ber-AC atau tidak menggunakan penyaring serangga atau jika kamu juga tidur di luar ruangan
  • Seminggu sekali kosongkan dan gosok, balikkan, tutupi, atau buang benda-benda yang menahan air seperti ban, ember, pekebun, mainan, kolam, pemandian burung, pot bunga, serta tempat sampah
  • Periksalah di dalam dan luar rumah jika nyamuk bertelur di dalam air

Mencegah demam berdarah dengan fogging

Fogging. Sumber foto: https://www.cnnindonesia.com

Fogging merupakan salah satu cara pencegahan demam berdarah secara massal yang dapat dilakukan pada lingkungan rumah. Tindakan ini melibatkan penyemprotan dengan menggunakan pestisida untuk membunuh serangga.

Pada saat fogging, masyarakat biasanya diharuskan untuk meninggalkan rumah dan membuaka jendela dan pintu agar asap fogging dapat masuk ke dalam rumah.

Asap fogging sangat efektif untuk membasmi nyamuk bahkan jentik-jentik nyamuk.

Banyak yang mengatakan bahwa fogging dapat berbahaya. Tapi jika dilakukan dengan tepat, fogging tidak akan membahayakan kesehatan.

Nah, demikian beberapa cara mencegah demam berdarah yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya DBD.

Jika kamu mengalami gejala demam berdarah sebaiknya segaralah kunjungi dokter untuk penanganan lebih cepat, ya.

Untuk pencegahan selengkapnya, Kamu juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui Aplikasi Grab Health.  Dokter terpercaya kami akan menjawab pertanyaan kamu selama 24/7.

Centers for Disease Control and Prevention (2020). Diakses pada 25 Mei 2020. Avoid Dengue by Preventing Mosquito Bites

Kompas.com (2020). Diakses pada 25 Mei 2020. Waspada, Ada 49.563 Kasus Demam Berdarah di Indonesia Selama 2020 

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 25 Mei 2020. Dengue Fever

Webmd (2019). Diakses pada 25 Mei 2020. Dengue Fever

World Health Organization (WHO) (2020). Diakses pada 25 Mei 2020. Dengue and Severe Dengue 

World Health Organization (WHO) (2014). Diakses pada 25 Mei 2020. Mosquito ‘Fogging’ Will Not Harm You, Reminds WHO and Solomon Island Ministry of Health 

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin