Kenali Ciri-ciri Kehamilan Ektopik: Janin Tumbuh di Luar Rahim

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Pernakah kamu mendengar kehamilan di luar rahim sehingga janin tidak dapat berkembang normal? Kondisi demikian disebut dengan kehamilan ektopik. Nah, itu lebih jelasnya kenali ciri-ciri kehamilan ektopik berikut ini.

Apa itu kehamilan ektopik?

Perbandingan kehamilan normal dan ektopik. (Foto: https://www.shutterstock.com)

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang dibuahi melekatkan dirinya di luar rahim. Biasanya sel telur menempel di salah satu saluran tuba yakni saluran yang menghubungkan ovarium ke rahim. 

Sel telur juga mungkin menempel di rongga perut atau serviks. Dengan kondisi seperti ini telur tidak akan bisa berkembang menjadi bayi serta kesehatan ibu dapat terganggu. 

Baca juga: Mitos-mitos Seputar Kehamilan yang Masih Dipercaya, Cek Faktanya!

Ciri-ciri kehamilan ektopik

Nyeri di satu sisi perut

Waspadalah bila kamu mengalami nyeri di satu sisi perut karena ini merupakan ciri-ciri kehamilan ektopik. Biasanya nyeri terasa tiba-tiba dan terasa semakin nyeri.  

Pendarahan vagina

Bila kamu mengalami perdarahan yang berwarna merah kecoklatan atau hitam dan berair, ada baiknya kamu memeriksakan diri ke dokter. Perdarahan ini mungkin terjadi lebih ringan atau lebih berat dari biasanya.

Munculnya perdarahan ringan atau berat sangat erat dengan kondisi kehamilan ektopik. Dan bila kamu telah diketahui positif hamil, segeralah kunjungi dokter kandungan.

Nyeri pada ujung bahu

Ciri-ciri kehamilan ektopik lainnya adalah rasa nyeri tepat di ujung bahu. Bukan leher ataupun punggung. Rasa sakit pada ujung bahu ini umumnya disertai gejala lain seperti tidak enak badan, sakit perut, pendarahan vagina, pingsan, atau perut terasa kembung.

Rasa nyeri pada ujung bahu ini disebabkan oleh perdarahan internal yang mengiritasi otot dada (yang membantu pernapasan) ketika menarik dan mengeluarkan napas. Nyeri ujung bahu ini sangat berbeda dengan nyeri ketika stres.

Saat stres, bahu akan terasa lebih kaku dan bisa menjalar ke punggung serta leher. Sedangkan nyeri pada ujung bahu sebagai ciri-ciri kehamilan ektopik sangatlah khas. Bila kamu mengalaminya, kamu mungkin merasakan rasa sakit yang aneh yang belum pernah dirasakan sebelumnya. 

Gangguan pada pencernaan atau kandung kemih

Pada kehamilan yang normal, wanita akan mengalami perubahan pada sistem kerja kandung kemih serta pencernaan. Namun bila ada gangguan yang tidak wajar, kamu perlu berhati-hati.

Di bawah ini adalah ciri-ciri kehamilan ektopik yang bisa dilihat dari gangguan pencernaan atau kandung kemih, di antaranya adalah:

  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri saat buang air besar
  • Rasa sakit yang tajam pada vagina

Pusing hingga jatuh pingsan

Kehamilan ektopik juga bisa ditandai dengan nyeri bahu yang disertai rasa pusing berat, wajah pucat dan tidak enak badan. Bahkan tidak sedikit yang mengalami pingsan. Di samping itu, kamu mungkin menyadari adanya penurunan tekanan darah atau denyut nadi yang menurun atau meningkat. 

Siapa yang berisiko mengalami kehamilan ektopik?

Pada umumnya setiap wanita memiliki risiko untuk mengalami kehamilan ektopik. Namun risiko ini lebih tinggi pada wanita yang telah berusia di atas 35 tahun serta memiliki kondisi seperti berikut: 

  • Memiliki penyakit radang panggul
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya 
  • Beberapa kali mengalami keguguran
  • Sedang KB IUD atau mengkonsumsi obat KB
  • Ada riwayat terkena penyakit infeksi seks menular

Beberapa metode kontrasepsi juga dapat memengaruhi risiko kehamilan ektopik. Misalnya pada wanita yang menjalani kehamilan menggunakan alat kontrasepsi (IUD). Di samping itu, merokok dan memiliki banyak pasangan seksual juga meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Bagaimana cara mengatasinya? 

Kondisi kehamilan yang tidak normal ini dapat membahayakan sang ibu. Selain itu, embrio tidak akan bisa berkembang. Untuk mengatasi kondisi kehamilan ektopik, setidaknya ada dua pilihan perawatan yang bisa dilakukan yakni:

  • Konsumsi obat

Dokter dapat meresepkan beberapa obat yang dapat mencegah massa ektopik pecah. Obat berfungsi menghentikan pertumbuhan sel-sel yang membelah dengan cepat, seperti sel-sel massa ektopik. Biasanya obat diberikan dalam bentuk suntikan.

  • Operasi

Untuk mengeluarkan sel telur yang telah dibuahi serta memperbaiki kerusakan internal pada tuba falopi, dokter mungkin melakukan operasi yang disebut laparotomi. Dokter akan membuat sayatan dan memasukkan kamera kecil untuk melihat kondisi di dalam tuba falopi.

Setiap perawatan memiliki manfaat dan risikonya masing-masing. Dokter mungkin akan menyesuaikan perawatan berdasarkan gejala dan hasil tes yang sudah dilakukan.

Bila kamu mengalami gejala dari ciri-ciri kehamilan ektopik, segeralah kunjungi dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Punya pertanyaan atau keluhan seputar kondisi kehamilan lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

 

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin