Bolehkah Ibu Hamil Kerokan untuk Atasi Nyeri Punggung? Ini Risikonya!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Perubahan hormon selama kehamilan seringkali menimbulkan rasa nyeri di bagian punggung. Di Indonesia, biasanya kerokan adalah pengobatan tradisional yang biasa dilakukan untuk mengusir pegal atau sakit pada bagian punggung. Namun, apakah bolehkah ibu hamil kerokan?

Sayangnya hingga saat ini belum ada penelitian yang secara khusus membahas tentang manfaat kerokan untuk ibu hamil.

Justru, dari beberapa efek samping yang ada, kerokan sebaiknya tidak dilakukan oleh ibu hamil karena dapat menimbulkan beberapa risiko tertentu. 

Teknik kerokan sebagai teknik pengobatan tradisional

Sebelum membahas risiko kerokan ibu hamil, ada baiknya kamu mengetahui tentang kerokan. Kerokan adalah sebuah teknik pengobatan tradisional yang berasal dari tiongkok yang dikenal dengan nama Gua Sha

Teknik mengerok kulit menggunakan giok atau alat lain seperti koin, dipercaya dapat membantu tubuh untuk mengalahkan beberapa penyakit, seperti nyeri otot dan persendian. Kerokan juga dipercaya dapat meredakan sakit punggung dan menurunkan demam. 

Selain itu, teknik pengobatan tradisional ini juga terbukti secara ilmiah mampu mengurangi sindrom menjelang menopause pada wanita lanjut usia.

Risiko kerokan yang perlu dipertimbangkan ibu hamil

Meski begitu, kerokan juga memiliki risiko bagi ibu hamil yang sebaiknya dihindari, seperti:

1. Meningkatkan risiko infeksi

Mengerok permukaan kulit dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di permukaan kulit pecah. Kemudian akan muncul warna merah gelap yang dalam dunia medis disebut ekimosis. 

Jika hanya memar, kamu hanya butuh beberapa hari untuk mengembalikan kondisi kulit seperti semula. Walaupun terkadang kerokan menyisakan rasa sakit yang cukup mengganggu. 

Namun dalam beberapa kasus gesekan antara alat kerok dengan kulit dapat menyebabkan terjadinya luka pada kulit. Nah, risiko luka ini yang dikhawatirkan akan menjadi celah masuknya virus atau bakteri ke dalam tubuh. 

Terjadinya luka karena kerokan ini juga dapat menjadi jalan penularan penyakit tertentu. Pastinya ibu hamil tidak ingin kesehatannya terganggu, bukan? 

2. Memicu terjadinya peradangan

Jika terjadi luka selama proses kerokan maka ibu hamil juga dapat mengalami peradangan. Ini karena peradangan adalah tahapan dalam proses penyembuhan luka. 

Peradangan ini dapat menimbulkan nyeri, bengkak dan juga demam.

Berawal dari melakukan kerokan untuk meredakan nyeri punggung, ibu hamil justru bisa berisiko mengalami peradangan yang juga menimbulkan nyeri pada bekas luka kerokan. 

3. Kontraksi dini

Terakhir, kerokan juga dipercaya dapat memicu terjadinya kontraksi pada ibu hamil. Maka dari itu, kerokan yang dilakukan pada trimester pertama atau kedua disebut-sebut bisa memicu terjadinya kelahiran prematur. 

Hal tersebut dapat terjadi karena rasa sakit saat kerokan dapat memicu terbentuknya hormon prostaglandin dalam tubuh. Sementara hormon tersebut juga yang berperan penting dalam proses terjadinya kontraksi dan proses melahirkan. 

Selain itu, kerokan juga sebaiknya tidak dilakukan jika orang tersebut memiliki kelainan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

Pasalnya kerokan berpotensi menimbulkan luka dan pada orang-orang tersebut, yang kemudian bisa menyebabkan perdarahan.

Cara aman mengatasi nyeri punggung selain kerokan untuk ibu hamil

  • Pijat. Daripada kerokan, ibu hamil lebih baik melakukan pijat. Dilansir American Pregnancy, pijat khusus ibu hamil dapat membantu mengurangi kecemasan, mengurangi gejala depresi, meredakan nyeri otot dan nyeri sendi
  • Akupunktur. Mayoclinic merekomendasikan akupunktur untuk meredakan sakit punggung selama kehamilan
  • Aktivitas fisik yang mendukung. Beberapa kegiatan seperti yoga khusus untuk ibu hamil juga dapat membantu meregangkan otot-otot dan mengurangi sakit punggung pada ibu hamil.
  • Menggunakan peralatan pendukung kehamilan. Ibu hamil juga bisa menggunakan korset hamil atau bantal tidur khusus ibu hamil untuk menambah kenyamanan. Dengan begitu, nyeri pada punggung juga akan berkurang
  • Jangan lupa postur tubuh yang tepat. Cobalah untuk berdiri atau duduk dengan tegak. Jika merasa perut semakin besar dan berat, coba untuk bersandar. Ini akan mengurangi beban punggung dan juga meringankan nyeri pada punggung

Demikian informasi mengenai risiko kerokan pada ibu hamil. Semoga kamu bisa meredakan sakit punggung meski tanpa kerokan, ya!

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kehamilan? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

  1. Healthline diakses 6 Agustus 2020 Understanding Gua Sha: Benefits and Side Effects 
  2. Mayoclinic diakses 6 Agustus 2020 Back pain during pregnancy
  3. Americanpregnancy diakses 6 Agustus 2020 Prenatal Massage Therapy
  4. Hormone.org diakses 6 Agustus 2020 What is Prostaglandins?
  5. Medicalnewstoday diakses 6 Agustus 2020 Gua sha: What you need to know
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin