Info Sehat

Kenali Berbagai Penyebab Masuk Angin: Virus, Stres hingga Telat Makan

August 9, 2020 | Dani Kosasih | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Penyebab masuk angin bisa dibedakan berdasarkan gejalanya. Meski sebenarnya istilah masuk angin tidak ada di dalam dunia medis, namun kamu bisa mencari tahu penyebab masuk angin saat kamu mengalami gejala.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan misalnya demam, menggigil, perut kembung, pilek, batuk dan penurunan nafsu makan.

Apa ya sebenarnya penyebab masuk angin? Berikut ulasannya!

Penyebab-penyebab masuk angin

Biasanya, keluhan masuk angin muncul akibat daya tahan tubuh yang melemah. Ada banyak faktor yang menyebabkan daya tahan tubuh berkurang seperti cuaca yang berubah-ubah hingga paparan virus.

Saat daya tahan tubuh menurun inilah, berbagai gejala penyakit yang biasa dianggap sebagai kondisi masuk angin pun muncul.

Berikut beberapa penyebab masuk angin dilihat dari kondisi yang dialami:

Virus

Infeksi rhinovirus menjadi penyebab paling umum kondisi masuk angin. Orang-orang yang terpapar virus ini biasanya akan mengalami gejala seperti pilek ringan dan demam hingga meriang.

Pada kasus yang lebih parah dengan sistem kekebalan tubuh yang sudah sangat lemah, paparan rhinovirus bahkan bisa membuat orang yang terpapar mengalami penyakit seperti bronkitis dan pneumonia.

Rhinovirus ini biasanya menyebar melalui kontak langsung dari orang-ke-orang melalui udara yang kemudian terhirup oleh manusia. Setelah terhirup, rhinovirus akan menempel pada sel-sel di dalam saluran hidung.

Saat sistem kekebalan tubuh mulai melemah, rhinovirus mulai mereplikasi dirinya sendiri lalu menyebarkan lebih banyak lagi partikel virus ke seluruh saluran pernapasan bagian atas.

Cuaca dingin

Cuaca yang terlalu dingin juga menjadi salah satu penyebab masuk angin yang cukup umum karena sangat memengaruhi sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus.

Kondisi ini umumnya terjadi pada musim hujan, di mana sangat mudah bagi rhinovirus untuk berkembang. Selain itu, cuaca dingin juga memengaruhi kondisi seperti:

1. Mengurangi kadar vitamin D

Kondisi cuaca dingin menyebabkan tubuh kekurangan vitamin D karena minim dari paparan sinar matahari. Padalah, paparan vitamin D memiliki peran penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

2. Memengaruhi respons imun

Sebuah studi pada tahun 2015 mengatakan bahwa cuaca dingin mampu menurunkan respons imun karena paparan rhinovirus yang sangat mudah berkembang pada cuaca dingin.

Kualitas tidur yang kurang baik

Memiliki pola tidur yang tidak baik atau kurang berkualitas sangat berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh.

Sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Archives of Internal Medicine, mengatakan bahwa kualitas tidur yang buruk membuat tubuh lebih mudah terserang virus.

Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, jumlah tidur yang dibutuhkan oleh kebanyakan orang dewasa adalah 7-8 jam setiap malam.

Stres

Menurut penelitian dari Carnegie Mellon University, kondisi stres mampu meningkatkan risiko seseorang terserang flu yang sering menjadi gejala kondisi masuk angin.

Stres diakui mampu memengaruhi cara kerja hormon stres kortisol. Saat stres, hormon kortisol tidak mampu mengendalikan respons tubuh terhadap serangan virus sehingga sistem kekebalan tubuh pun melemah.

Sering terlambat makan

Jika kamu sering terlambat makan, perut akan menjadi lebih mudah kembung dan menyimpan banyak gas dalam tubuh. Sedangkan perut kembung seringkali dianggap sebagai penyebab masuk angin yang paling umum.

Jika kamu sering melewatkan jam makan, maka perut akan menjadi kosong. Saat perut kosong, saluran pencernaan (saluran gastrointestinal) yang terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus akan terisi oleh udara atau gas.

Namun selain itu, kondisi perut kembung juga bisa disebabkan oleh kebiasaan makan yang terlalu banyak atau terlalu cepat.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait penyebab masuk angin, silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. jamanetwork.com (2009). Diakses 4 Agustus 2020. https://jamanetwork.com/journals/jamainternalmedicine/fullarticle/414701

2. familydoctor.org. Diakses 4 Agustus 2020. https://familydoctor.org/condition/bloating/#:~:text=Bloating%20happens%20when%20the%20GI,intolerance%20(problems%20with%20dairy).

3. cdc.gov. Diakses 4 Agustus 2020. https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html

4. ncbi.nlm.nih.gov (2015). Diakses 4 Agustus 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4311828/

5. medicalnewstoday.com (2018). Diakses 4 Agustus 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323431

6. healthline.com (2019). Diakses 4 Agustus 2020. https://www.healthline.com/health/fever#causes

7. healthline.com (2019). Diakses 4 Agustus 2020. https://www.healthline.com/health/flu-causes

8. mayoclinic.org. Diakses 4 Agustus 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/insomnia/expert-answers/lack-of-sleep/faq-20057757

9. cmu.edu (2012). Diakses 4 Agustus 2020. https://www.cmu.edu/news/stories/archives/2012/april/april2_stressdisease.html

10. healthline.com (2014). Diakses 4 Agustus 2020. https://www.healthline.com/health/common-cold-risk-factors#stress

11. webmd.com. Diakses 4 Agustus 2020. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/starve-cold-feed-fever#1

    Berita Terkait
    register-docotr