Penyakit Jantung

Penggemar Makanan Manis Wajib Waspada Penyakit Jantung, Ini Faktanya!

February 25, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Gula memang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, di balik rasa manis yang dihasilkan zat ini, ada reputasi pahit yang mengintip, terutama masalah kesehatan yang timbul kalau kamu terlalu banyak makan makanan manis, salah satunya adalah penyakit jantung.

Gula tidak bisa dipisahkan dari makanan manusia

Pada dasarnya, gula hadir secara alami di makanan yang mengandung karbohidrat, seperti buah dan sayuran, biji-bijian dan produk susu. Kamu pun tidak masalah mengosumsi gula dari makanan alami seperti ini.

Tidak hanya mengandung gula, makanan nabati yang disebutkan di atas juga memiliki serat, mineral penting dan antioksidan. Sementara produk susu mengandung protein dan kalsium.

Karena tubuh mencerna makanan ini secara perlahan, maka gula di dalam makanan ini akan memasok energi yang stabil untuk sel-sel tubuh.  Konsumsi buah, sayuran, dan gandum utuh justru baik untuk menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung dan kanker.

Baca Juga: Inilah 3 Jenis Olahraga yang Baik untuk Kesehatan Jantung Kamu

Seperti apa konsumsi gula yang berbahaya?

Masalah akan timbul ketika kamu terlalu banyak mengonsumsi gula-gula tambahan. Dalam artian pemanis yang dipakai oleh produsen makanan ke produk mereka untuk meningkatkan rasa atau menambah daya tahan dari produk tersebut.

Beberapa makanan yang mengandung gula tambahan ini biasanya adalah minuman ringan, minuman buah, yoghurt dengan perasa, cereal, kue-kue, permen dan banyak makanan olahan lainnya.

Tanpa disadari, makanan manis ini sering kamu temui bahkan membuat kamu terlalu banyak mengonsumsi gula. Sebuah artikel dalam Harvard Health Publishing menyebut pria dewasa mengonsumsi rata-rata 24 sendok teh gula tambahan per hari atau sama dengan 384 kalori.

Dr. Frank Hu, Professor of nutrition di Harvard dalam laman tersebut menyebut konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan obesitas dan diabetes. “Tapi satu hal yang lebih mengkhawatirkan adalah konsumsi makanan manis ini bisa menyebabkan penyakit jantung yang serius,” kata dia.

Efek makanan manis bagi jantung

Dr. Hu dan rekan melakukan kajian pada 2014 dan menemukan kaitan antara makanan tinggi gula dengan peningkatan risiko penyakit jantung. 

Kajian yang dilakukan lebih dari 15 tahun ini menyebut kalau responden yang mendapatkan 17-21 persen kalori mereka dari gula memiliki 38 persen risiko menderita penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan yang mengonsumsi 8 persen kalori dari gula tambahan.

“Pada dasarnya, semakin tinggi konsumsi gula, maka risiko penyakit jantung pun makin tinggi,” kata Dr. Hu.

Kenapa makanan manis bisa sebabkan penyakit jantung?

Penyebab pasti kenapa makanan manis dapat memengaruhi kesehatan jantung masih tidak diketahui secara pasti. Tapi, ada beberapa hubungan tidak langsung yang dipercayai berperan dalam hal ini. Di antaranya adalah:

Liver jadi bekerja keras

Salah satu efek dari makan makanan manis adalah kamu memaksa liver bekerja keras. Liver sendiri akan memetabolisme gula,dalam hal ini liver akan mengubah karbohidrat dari makanan yang masuk menjadi lemak.

Seiring waktu, proses ini akan menyebabkan akumulasi lemak yang besar yang bisa menyebabkan penyakit liver berlemak, kondisi yang bisa mendorong diabetes dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Meningkatkan tekanan darah

Terlalu banyak makan makanan manis bisa meningkatkan tekanan darah dan inflamasi kronis. Kedua hal ini merupakan jalan menuju penyakit jantung. 

Konsumsi gula berlebihan, terlebih dari makanan manis, juga berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dengan cara menipu kontrol nafsu makan kamu.

“Efek dari asupan gula tambahan seperti peningkatan tekanan darah, inflamasi, peningkatan berat badan, diabetes dan penyakit perlemakan liver banyak dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke,” ucap Dr. Hu.

Baca Juga: Manfaat Kayu Ular: Ampuh Mengobati Malaria hingga Darah Tinggi

Jadi berapa konsumsi gula dan makanan manis yang wajar?

Sudah ada rekomendasi spesifik batas asupan garam dan lemak. Namun, tidak untuk gula. Saat ini masih belum ada batas atas konsumsi gula yang direkomendasikan.

Namun, American Heart Association (AHA) menyebut perempuan harus mengonsumsi kurang dari 100 kalori gula tambahan per hari (sekitar 6 sendok teh) dan laki-laki kurang dari 150 kalori per hari (sekitar 9 sendok makan).

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Harvard Health Publishing, diakses 25 Februari 2021. The sweet danger of sugar – Harvard Health
  2. Harvard Health Publishing, diakses 25 Februari 2021. Eating too much added sugar increases the risk of dying with heart disease – Harvard Health Blog
  3. American Heart Association, diakses 25 Februari 2021. Sugar
    register-docotr