Penyakit Jantung

Terapi Bekam untuk Jantung? Berikut Berbagai Manfaatnya!

May 13, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Terapi bekam memiliki beragam manfaat kesehatan, salah satunya adalah untuk jantung. Manfaat yang satu ini bahkan sudah dibuktikan lewat beberapa penelitian, lho!

Apa itu terapi bekam?

Bekam merupakan terapi alternatif yang berasal dari Tiongkok, situs kesehatan Healthline menyebut praktik ini pertama kali dilakukan oleh ahli kimia dan herbal, Ge Hong, yang hidup di tahun 281 hingga 341 masehi. 

Cara pengobatan ini adalah dengan menempatkan cangkir ke kulit yang akan menyedot darah di dalamnya. Sedotan ini juga dipercaya dapat mengalirkan ‘Qi’ di dalam tubuh. Qi sendiri merupakan bahasa tiongkok yang artinya semangat hidup.

Bekam dapat meningkatkan sirkulasi darah di daerah yang menjadi lokasi cangkir tersebut diletakkan. Praktik ini dapat mengendurkan otot tegang yang dapat meningkatkan peredaran darah secara keseluruhan dan mendorong pemulihan sel-sel tubuh.

Manfaat bekam untuk jantung

Bekam dapat dilakukan untuk kesehatan jantung, lho! Berikut ini adalah beberapa manfaatnya untuk organ pemompa darah serta riset yang mendasarinya:

1. Mengontrol hipertensi

Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja lebih keras. Pasalnya, arteri yang sempit dan kurang elastis membuat darah tidak bergerak dengan lancar ke seluruh tubuh. Tekanan darah tinggilah yang menyebabkan pembuluh darah ini menyempit.

Kerja jantung yang keras dan terus-menerus ini membuat jantung menebal dan membesar. Meskipun masih bisa memompa darah, tapi kerjanya jadi kurang efisien. Semakin jantung membesar, maka tubuh akan sulit menerima oksigen dan nutrisi yang cukup.

Nah, melihat dampak dari tekanan darah terhadap jantung ini, salah satu pengobatan yang dianjurkan dalam penelitian di Universitas Muhammadiyah Surakarta adalah bekam. 

Terapi bekam disebut dalam penelitian lebih efektif menurunkan tekanan darah sistolik ketimbang terapi pijat refleksi. Hal ini disebut para peneliti bisa jadi satu cara alternatif dalam mengontrol tekanan darah agar tetap stabil bagi penderita hipertensi.

Baca juga: Awas! Ini 7 Komplikasi Akibat Hipertensi yang Patut Diwaspadai

2. Menurunkan kolesterol

Kolesterol jahat (low-density lipoproteins/LDL) merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit jantung. Terlalu banyak kadar LDL di dalam darah dapat menempel di dinding arteri dan menyebabkannya tersumbat.

Sebuah penelitian dalam British Journal of Nutrition menyebut kadar LDL memengaruhi perkembangan terbentuknya penyakit jantung. Oleh karena itu, membuat perubahan pada pola makan ke arah yang lebih sehat mengurangi faktor risiko penyakit ini.

Selain faktor makan, bekam juga bisa jadi satu cara untuk mengurangi kadar kolesterol yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Hal ini diungkapkan dalam penelitian di Jurnal Kesehatan Andalas

Penelitian tersebut melibatkan 11 orang dengan rata-rata kadar kolesterol total sebelum bekam 210,46 mg/dl. Setelah dilakukan terapi bekam, rata-rata kadar kolesterol partisipan menjadi 200,82 mg/dl.

3. Menurunkan kadar trigliserida

Selain kolesterol, trigliserida juga merupakan substansi yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Trigliserida sendiri merupakan jenis lemak yang paling umum terdapat di dalam tubuh. Lemak ini menyimpan energi berlebih yang kamu dapatkan dari asupan makanan.

Kombinasi antara trigliserida dan kolesterol LDL dapat meningkatkan penumpukan lemak di dinding arteri. Kondisi ini membuat risiko serangan jantung dan stroke meningkat.

Sebuah penelitian di Universitas Muhammadiyah Semarang menyebut terapi komplementer bekam dapat menurunkan kadar trigliserida pada laki-laki dengan kondisi kesehatan normal.

Bahkan, dalam penelitian tersebut dikatakan kalau sampel darah dari bekam menunjukkan adanya kadar kolesterol dan trigliserida yang signifikan. 

Adakah efek samping bekam?

Situs kesehatan Healthline menyebut saat ini belum ada banyak efek samping bekam yang dilaporkan. Kebanyakan efek samping yang dialami biasanya terjadi saat bekam itu dilakukan atau segera setelah terapi.

Biasanya kamu akan merasa pening atau pusing saat terapi dilakukan. Kamu pun mungkin akan merasa mual atau berkeringat. Setelah terapi, kulit di sekitar cangkir yang diletakan jadi merah dan iritasi.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang bekam untuk jantung yang perlu kam pahami. Selalu praktikkan pengobatan yang tepat dan aman, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr