Kanker Lain

Benarkah Seks Oral Berisiko Menyebabkan Kanker Tenggorokan?

August 24, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Seks oral adalah salah satu foreplay yang umum dilakukan dengan melibatkan rangsangan di area genital dengan mulut. Kendati demikian, ada anggapan bahwa seks oral dapat menyebabkan kanker tenggorokan.

Apakah hal tersebut benar demikian? Cek fakta dan penjelasan lengkapnya di sini, yuk!

Baca juga: Tak Usah Malu, Ini Penyebab Penis Susah Ereksi dan Cara Mengatasinya

Penyebab kanker mulut dan tenggorokan

Faktor risiko utama kanker mulut dan tenggorokan adalah kebiasaan minum minuman beralkohol, merokok, dan mengunyah tembakau. Namun penelitian menunjukkan bahwa risiko tersebut dapat semakin meningkat disebabkan infeksi human papillomavirus (HPV) di mulut.

Dilansir NHS, sekitar 1 dari 4 kasus kanker mulut dan 1 dari 3 kasus kanker tenggorokan berkaitan dengan HPV. Bahkan pada pasien yang lebih muda, sebagian besar kanker tenggorokan yang dialami terbukti berkaitan dengan virus tersebut.

Bagaimana HPV bisa berada di mulut?

Ada lebih dari 100 jenis HPV, sekitar 15 di antaranya terkait dengan kanker. Beberapa jenis HPV tersebut dapat ditularkan melalui kontak kulit dan menyebabkan kutil, termasuk kutil kelamin.

Adapun jenis-jenis HPV yang ditemukan di mulut, hampir seluruhnya ditularkan secara seksual. Jadi kemungkinan besar seks oral adalah rute utama penularan dari virus tersebut.

Cara HPV menyebabkan kanker tenggorokan

HPV telah terbukti menjadi salah satu faktor risiko utama untuk kanker mulut dan tenggorokan. Namun infeksi virus tersebut tidak langsung menyebabkan kanker mulut.

Ketika HPV memicu perubahan pada sel yang terinfeksi, materi genetik virus berubah menjadi bagian dari sel kanker dan menyebabkan mereka tumbuh. Nantinya, sel-sel tersebut bisa menjadi kanker.

Namun hal ini tidak berlaku pada semua orang. Pada beberapa kasus, temuan HPV ada yang tidak menyebabkan kanker. Salah satu penyebabnya adalah karena tubuh dapat membersihkan sekitar 90 persen infeksi HPV dalam rentang waktu 2 tahun.

Kaitan antara HPV, kanker tenggorokan dan seks oral

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, para peneliti menyatakan bahwa orang yang melakukan seks oral dengan pasangan berbeda memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena kanker tenggorokan.

Fakta tersebut ditemukan setelah tim peneliti merekrut 100 pasien yang baru saja didiagnosis menderita kanker orofaringeal, serta kelompok kontrol yang terdiri dari 200 orang sehat.

Mereka menemukan bahwa orang yang memiliki setidaknya 6 pasangan seks oral selama hidup mereka 3,4 kali lebih mungkin terkena kanker tenggorokan. Mereka yang memiliki 26 atau lebih pasangan seks vaginal memiliki 3,1 kali risiko terkena kanker tenggorokan.

Kehadiran HPV oral yang dapat menyebabkan kanker juga ditemukan dalam penelitian lain menjadi 14,9 persen pada pria yang merokok tembakau, dan memiliki lebih dari 5 pasangan seks oral.

Cara mencegah kanker tenggorokan

Dilansir Cleveland Clinic, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu kamu terhindar dari risiko kanker tenggorokan terkait HPV.

Pertama, miliki pasangan seksual tetap seumur hidup. Penelitian menunjukkan bahwa memiliki banyak pasangan seksual lebih berisiko terhadap penyakit ini.

Berikutnya, jangan lupa vaksinasi sebagai tindakan pencegahan yang cukup efektif. Untuk pria dan wanita antara usia 9 dan 45 tahun, vaksin dapat menangkal infeksi HPV dan kemungkinan akan menyebabkan penurunan risiko pengembangan kanker terkait HPV ini.

Terakhir, hentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol karena keduanya merupakan penyebab utama terjadinya kanker tenggorokan.

Kesimpulan

Meskipun diyakini ada hubungan antara seks oral, penularan HPV oral, dan kanker tenggorokan, virus tersebut belum secara meyakinkan dikaitkan dengan perkembangan kanker mulut. Hubungan antara HPV dan kanker pun masih akan terus diteliti lebih lanjut.

Baca juga: Impotensi di Usia Muda Ganggu Aktivitas Seks, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya di Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Medical News Today diakses pada 24 Agustus 2021

Cleveland Clinic diakses pada 24 Agustus 2021

NHS.uk diakses pada 24 Agustus 2021

    register-docotr