Kanker Lain

Benarkah Mewarnai Rambut Bisa Meningkatkan Risiko Kanker?

June 18, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pandemi COVID-19 membuat orang terpaksa menunda keinginan untuk melakukan perawatan rambut. Bahkan mereka yang ingin mewarnai rambut memilih melakukannya sendiri di rumah. 

Mewarnai rambut memang bisa menjadi cara mengisi waktu selama di rumah saja. Hasilnya pun tidak kalah bagus dengan pengerjaan di salon.

Tapi benarkah terlalu sering mewarnai rambut bisa meningkatkan risiko terkena kanker? 

Kaitan antara mewarnai rambut dan kanker

Mewarnai rambut adalah hal yang menyenangkan untuk sebagian orang. Ada beberapa jenis cat rambut berbeda yang bisa kamu gunakan, seperti:

  • Pewarna rambut sementara: Pewarna ini menutupi permukaan rambut, tetapi tidak menembus batang rambut. Jenis pewarnaan ini biasanya akan hilang setelah satu atau dua kali keramas.
  • Pewarna semi permanen: Biasanya pewarna menembus batang rambut dan akan bertahan selama 5 hingga 10 kali pencucian. 
  • Pewarna permanen: Pewarnaan ini menyebabkan perubahan kimia yang akan bertahan lama pada batang rambut. Jenis ini paling populer digunakan menurut American Cancer Society, karena bertahan sampai rambut baru tumbuh. 

Sementara itu pada jenis pewarna semi permanen dan permanen dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Alasannya, dalam pewarna tersebut terdapat kandungan kimia, dan kandungan tersebut yang bisa menyebabkan kanker. 

Apakah semua orang yang mewarnai rambut akan berisiko terkena kanker? 

Diketahui bahwa kandungan kimia dalam pewarna rambut yang bisa menyebabkan kanker. Tapi tidak hanya itu, karena bahan kimia bisa menguap dan terhirup. 

Karena itu, sebenarnya orang-orang yang bekerja di dunia pewarnaan rambut, yang lebih sering terpapar, seperti pekerja salon atau penata rambut lebih dikhawatirkan berisiko.

Ini dibandingkan dengan mereka yang hanya sesekali mewarnai rambut.

Kanker apa saja yang dikaitkan dengan penggunaan pewarna rambut? 

Dilansir Web MD, beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko kanker tertentu pada orang yang bekerja dengan atau menggunakan pewarna rambut. Namun tidak semua menemukan bukti yang sama.

Dari beberapa temuan, menurut American Cancer Society, berikut jenis kanker yang mungkin timbul akibat pewarna rambut. 

Kanker kandung kemih

Sebagian besar penelitian menunjukkan hasil pada orang yang bekerja menggunakan pewarna rambut seperti penata rambut, memang mengalami peningkatan risiko kanker kandung kemih. Meski peningkatannya kecil, tapi konsisten.

Kanker darah

Kanker darah jenis leukemia dan limfoma adalah dua kanker yang juga mungkin muncul. Namun ini ditemukan pada wanita yang kerap menggunakan pewarna rambut.

Terlebih mereka yang sudah menggunakannya sebelum tahun 1980 atau mereka yang menggunakan pewarna rambut yang lebih gelap.

Kanker payudara

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2019 menunjukkan wanita yang menggunakan pewarna rambut permanen, 9 persen lebih mungkin terkena kanker payudara dibanding yang tidak mewarnai rambut. 

Apakah harus benar-benar menghindari pewarnaan rambut? 

Menurut Harvard Health Publishing, meski sudah banyak penelitian yang berkaitan dengan risiko kanker akibat paparan pewarna rambut, masih butuh penelitian lebih mendalam. Misalnya dikaitkan dengan ras dan etnis serta tingkat paparan yang diterima. 

Selain itu, daripada takut terkena kanker akibat mewarnai rambut, sebaiknya kamu mencari tahu faktor risiko lainnya, seperti faktor keturunan. Karena sifatnya lebih pasti dan kamu harus mengelola kesehatan demi menghindari munculnya kanker. 

Dengan kata lain, hingga kini belum ada kepastian harus menghindari pewarnaan rambut. Sejauh ini pewarnaan rambut sendiri yang hanya sesekali belum terbukti kuat meningkatkan risiko kanker.

Namun jika ingin mewarnai rambut sendiri, kamu harus mengikuti anjuran pakai seperti yang tertera pada kemasan. 

Apa yang harus dilakukan saat ingin mewarnai rambut sendiri di rumah?

  • Ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Perhatikan semua kata-kata peringatan. 
  • Pastikan uji tempel untuk melihat reaksi alergi sebelum menggunakan pewarna rambut. 
  • Kenakan sarung tangan saat mengaplikasikan pewarna rambut.
  • Jangan gunakan pewarna lebih lama dari yang disarankan.
  • Bilas kepala hingga bersih setelah proses pewarnaan rambut.
  • Jangan pernah mencampur produk pewarna rambut yang berbeda, karena mungkin saja menyebabkan iritasi.
  • Hanya gunakan untuk rambut di kepala, jangan untuk mewarna alis atau bulu mata. Karena bisa melukai mata, bahkan mungkin menyebabkan kebutaan.

Demikian informasi tentang pewarnaan rambut dan meningkatnya risiko kanker tertentu. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Cancer.org, diakses 17 Juni 2021
Hair Dyes

WebMd, diakses 17 Juni 2021
Does Hair Dye Increase Cancer Risk?

Health.harvard.edu, diakses 17 Juni 2021
Do hair dyes increase cancer risk?

National Institutes of Health, diakses 17 Juni 2021
Permanent hair dye and straighteners may increase breast cancer risk

    register-docotr