Kanker Lain

Benarkah Konsumsi Makanan Dibakar Bisa Sebabkan Kanker? Ini Jawabannya!

February 5, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Hingga saat ini hampir semua orang suka mengonsumsi makanan yang dibakar. Rasanya pun dinilai lebih enak. Namun, benarkah makanan yang dibakar bisa menyebabkan kanker? Berikut ini penjelasannya. 

Apakah konsumsi makanan dibakar bisa sebabkan kanker? 

Melansir penjelasan dari laman Kementerian Kesehatan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, mengonsumsi makanan yang diolah dengan cara dibakar, seperti ikan bakar, ayam bakar, atau sate bisa menimbulkan beberapa gangguan kesehatan. 

Kandungan protein pada ayam, ikan, dan daging dapat bereaksi dengan suhu tinggi dari pembakaran dan membentuk senyawa karsinogenik. Senyawa inilah yang dapat merusak komposisi DNA dalam gen, sehingga akan memicu perkembangan sel kanker. 

Menurut Science Focus, makanan yang dibakar mengandung senyawa penyebab kanker yakni amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).

Apakah kandungan gizi makanan yang dibakar tetap sama?

Kandungan protein tinggi terdapat pada semua jenis daging. Protein dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. 

Namun, sayangnya apabila pengolahannya dilakukan dengan cara dibakar pada suhu yang tinggi bisa menghilangkan kandungan protein tersebut. 

Langkah pencegahannya adalah membakar daging pada suhu rendah atau dengan api kecil dalam jangka waktu yang lama agar seluruh bagian daging dapat matang secara lebih merata tanpa menghilangkan kandungan protein.

Kandungan makanan yang dibakar 

PAH

Senyawa polycyclic aromatic hydrocarbon atau juga disingkat PAH bisa terbentuk dan meningkatkan risiko kanker pada makanan yang dibakar. Senyawa ini terbentuk saat lemak daging, ayam, atau ikan menetes ke bara panas dan menimbulkan asap mengendap ke dalam makanan.

HCA

Senyawa protein dalam otot yang ada dalam daging, ayam, atau ikan dapat bereaksi dengan suhu tinggi dari pembakaran dan membentuk senyawa karsinogenik. Senyawa karsinogenik ini bernama heterocyclic amines.

Baca juga: Waspadai Bahaya Efek Makan Gorengan bagi Kesehatan

Adakah cara aman agar tetap bisa menikmati makanan yang dibakar? 

Melansir penjelasan dari WebMD, berikut ini beberapa tips aman bagi kamu yang tetap ingin mengonsumsi makanan dibakar: 

Kamu bisa tetap mengonsumsi makanan yang dibakar dengan aman tanpa harus takut berisiko munculnya kanker. Berikut ada beberapa tips untuk mengurangi risiko kanker saat kamu mengonsumsi makanan yang dibakar:

  • Makan makanan yang dibakar bersama dengan sayuran
  • Penting untuk diingat bahwa jangan bakar makanan terlalu lama. 
  • Bersihkan alat pemanggang dari residu karsinogenik yang menempel sebelum maupun setelah kamu menggunakannya, ya. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Promkes.kemkes.go.id (2019) diakses pada 5 Februari 2021. Kenali Bahaya Terlalu Sering Memakan Makanan yang Dibakar
  2. Sciencefocus.com (2021) diakses pada 5 Februari 2021. Can eating burnt toast cause cancer?
  3. Bbc.co.uk (2021) diakses pada 5 Februari 2021. Why burning is the fiercest trend in food
  4. Webmd.com (2020) diakses pada 5 Februari 2021. Your Guide to Healthy Grilling 
    register-docotr