Kamus Penyakit

Penyakit Herpes

February 5, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyakit herpes termasuk salah satu infeksi menular seksual yang bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita. Biasanya, gejala penyakit herpes tergantung pada penyebab yang mendasari.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit herpes, yuk simak penjelasannya berikut!

Baca juga: Penyakit Influenza: Tipe Virus hingga Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Apa itu penyakit herpes?

Penyakit herpes adalah jenis infeksi yang umumnya disebabkan oleh virus herpes simpleks atau HSV. Virus ini bisa mengakibatkan luka atau lecet terbentuk di dalam atau di sekitar mulut hingga alat kelamin.

Dilansir Medical News Today, terdapat dua jenis virus herpes simpleks, yakni HSV-1 dan HSV-2. Tidak ada obat untuk herpes, namun pengobatan secara tepat dapat membantu mengelola gejala dan mengurangi kemungkinan penyakit kambuh.

Apa penyebab herpes?

Ketika HSV ada di kulit, maka bisa mudah menular dari orang ke orang melalui kontak dengan kulit yang lembap di mulut, alat kelamin, termasuk anus. Tak hanya itu, virus juga dapat menular lewat kontak dengan area lain pada kulit dan mata.

Perlu diketahui, seseorang tidak dapat tertular HSV dengan menyentuh benda atau permukaan, seperti wastafel atau handuk. Infeksi dapat menular dari penderita kepada orang lain dengan beberapa cara berdasarkan jenis virusnya, yakni:

HSV-1

Herpes simpleks virus tipe 1 dapat tertular dari interaksi umum, seperti makan dari peralatan yang sama, berbagi lip balm, atau berciuman. Virus dapat menyebar lebih cepat saat orang yang terinfeksi sedang bergejala.

Dalam sebuah studi, diperkirakan 67 persen orang yang berusia 49 tahun atau lebih muda seropositif untuk HSV-1, meskipun mungkin tidak pernah terjangkit.

Herpes genital bisa saja tertular dari HSV-1 jika seseorang yang melakukan seks oral mengalami herpes mulut selama waktu tersebut.

HSV-2

Herpes simpleks virus tipe 2 ditularkan melalui bentuk kontak seksual dengan orang yang memiliki HSV-2. Menurut American Academy of Dermatology atau AAD, diperkirakan sekitar 20 persen orang dewasa yang aktif secara seksual telah terinfeksi HSV-2.

Infeksi HSV-2 menyebar melalui kontak dengan luka herpes. Sebaliknya, kebanyakan orang tertular HSV-1 dari orang yang terinfeksi tanpa merasakan gejala atau tidak mengalami luka pada kulit tubuhnya.

Virus ini paling mudah menular antara saat gejala pertama kali muncul dan saat sembuh. Jika seorang wanita dengan herpes kelamin mengalami luka saat melahirkan, maka bayi bisa tertular.

Namun untuk kasus yang sangat jarang, seseorang dapat menularkan virus herpes saat gejala sudah tidak dirasakan. 

Siapa saja yang lebih berisiko terkena penyakit herpes?

HVS adalah virus yang umum menginfeksi orang, termasuk dari berbagai kalangan usia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, sekitar 67 persen orang secara global memiliki infeksi HSV-1 dan 11 persen memiliki infeksi HSV-2.

Siapapun bisa terinfeksi penyakit herpes, baik orang dewasa maupun anak-anak. Dalam kasus HSV yang ditularkan secara seksual, orang lebih berisiko jika melakukan hubungan seks tanpa pengaman. 

Beberapa faktor risiko lain untuk penyakit herpes, antara lain memiliki banyak pasangan seks, berhubungan intim di usia muda, pernah mengalami infeksi menular seksual (IMS) lain, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Apa gejala dan ciri-ciri penyakit herpes?

Gejala herpes mungkin akan dirasakan pertama kali adalah kesemutan, gatal, atau terbakar, kemudian muncul luka atau lepuh kecil di sekitar mulut atau alat kelamin.

Tanda dan gejala penyakit herpes cenderung berkembang 2 hingga 20 hari setelah terpapar virus. Beberapa gejala penyakit herpes berdasarkan jenisnya, yakni:

Herpes mulut 

Penyakit herpes mulut umumnya menyebabkan lepuh yang berkembang di dalam atau di sekitar bibir dan mulut.

Terkadang, lepuh ini terbentuk di wajah atau lidah dan lebih jarang di area kulit lainnya. Luka tersebut berlangsung selama 2 hingga 3 pekan setiap kalinya.

Herpes genital

Luka herpes jenis ini cenderung berkembang di penis, di sekitar atau di dalam vagina, di bokong, atau di anus. Infeksi herpes di area genital bisa menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil dan perubahan pada warna keputihan.

Seseorang yang mengembangkan luka pertama kali bisa bertahan selama 2 hingga 6 pekan.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit herpes?

Penyakit herpes termasuk infeksi menular seksual yang cukup berbahaya. Infeksi jenis ini perlu ditangani segera bersama dokter ahli karena bisa mengakibatkan masalah kesehatan serius, termasuk kematian.

Herpes simplex virus bisa menyebar ke bagian mata sehingga menyebabkan kondisi yang disebut dengan herpes keratitis. Hal ini bisa mengakibatkan gejala penyakit yang cukup parah, seperti sakit mata, keluar cairan dari mata, dan rasa berpasir di mata.

Jika wanita hamil mengalami infeksi virus herpes saat melahirkan, maka bayi akan terpapar virus tersebut. Biasanya, bayi baru lahir yang tertular sang ibu maka berisiko menyebabkan komplikasi serius.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati penyakit herpes?

Penyakit herpes perlu diobati untuk mencegah terjadinya keparahan gejala. Ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala herpes mulut, kelamin seperti berikut ini.

Perawatan penyakit herpes di dokter

Pengobatan penyakit herpes bersama dokter sangat diperlukan untuk menghindari komplikasi serius. Biasanya dokter akan mendiagnosis penyakit dengan melakukan pemeriksaan fisik.

Selama pemeriksaan ini, dokter mungkin mengambil sampel cairan dari luka dan mengirimkannya ke laboratorium untuk diuji.

Tes darah untuk antibodi terhadap HSV-1 dan HSV-2 juga diperlukan dengan mengambil sampel lepuhan luka guna mendiagnosis infeksi. Hal ini sangat membantu ketika tidak ada luka yang diakibatkan oleh herpes. 

Cara mengatasi penyakit herpes secara alami di rumah

Untuk meredakan gejala herpes, penderitanya bisa mandi dengan berendam di bak mandi air hangat.

Beberapa orang juga menemukan bahwa menggunakan kompres es juga dapat membantu. Pastikan untuk tidak mengoleskan es langsung pada kulit, melainkan bungkus dengan kain terlebih dahulu.

Apa saja obat penyakit herpes yang biasa digunakan?

Seseorang yang menderita penyakit herpes mungkin bisa mencoba minum obat pereda nyeri, seperti asetaminofen atau ibuprofen. Beberapa obat-obatan lainnya yang bisa digunakan, antara lain:

Obat penyakit herpes di apotek

Tidak ada obat yang dapat menghilangkan virus herpes. Namun, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus, seperti asiklovir untuk mencegah virus berkembang biak. Penderita penyakit herpes juga bisa menggunakan obat antiviral karena dapat menyembuhkan gejala dalam 1 hingga 2 hari. 

Sementara itu, pengobatan herpes yang dijual bebas biasanya berupa krim. Krim ini dapat membantu mengatasi kesemutan, gatal, dan nyeri. Untuk mengurangi durasi wabah secara signifikan, mulai pengobatan dalam 24 jam setelah gejala awal misalnya segera setelah kesemutan dimulai. 

Obat penyakit herpes alami

Selain menggunakan obat-obatan dari dokter, kamu juga bisa mengatasi gejala penyakit herpes dengan berbagai cara rumahan.

Beberapa cara yang dimaksud adalah untuk meredakan gejala yang disebabkan oleh virus herpes, misalnya oleskan tepung maizena ke area yang terkena, menyemprotkan air dari botol ke lepuh untuk meredakan nyeri saat buang air kecil, dan mengoleskan gel lidah buaya ke luka.

Penderita herpes juga bisa mengoleskan petroleum jelly atau losion yang mengandung lidokain ke area yang terinfeksi. Pastikan untuk memakai pakaian yang longgar untuk menghindari iritasi dan tahan diri dari aktivitas seksual sampai gejala menghilang. 

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita penyakit herpes?

Penting untuk menjaga diri sendiri saat menangani penyakit herpes, salah satunya adalah menerapkan pola makan yang sehat. Beberapa penderita herpes telah menemukan bahwa menghindari makanan tinggi asam amino arginine dapat mengurangi kekambuhan.

Arginine yang lebih tinggi biasanya ditemukan dalam makanan, seperti cokelat dan berbagai jenis kacang-kacangan. Selain itu, beberapa pantangan untuk penderita herpes lainnya, yakni kopi yang berlebihan atau kafein dan anggur merah.

Bagaimana cara mencegah penyakit herpes?

Pencegahan penyakit herpes perlu diketahui untuk mengurangi risiko pengembangan atau penularan virus. Beberapa tips pencegahan penularan herpes dan kekambuhan gejala, antara lain sebagai berikut:

  • Cobalah untuk menghindari kontak fisik langsung dengan penderita herpes
  • Jangan berbagi barang apapun yang dapat menularkan virus, seperti alat makan
  • Hindari berbagai jenis aktivitas seksual, seks oral, serta berciuman selama ada kekambuhan
  • Cuci tangan secara menyeluruh setelah memegang area luka
  • Gunakan obat dengan kapas untuk mengurangi kontak dengan luka herpes

Orang dengan HSV-2 harus menghindari semua jenis aktivitas seksual dengan orang lain. Jika orang tersebut tidak mengalami gejala namun telah didiagnosis dengan virus, maka harus menggunakan kondom selama hubungan seksual.

Tetapi, meski sudah menggunakan kondom biasanya virus masih bisa ditularkan ke pasangan dari kulit yang tidak tertutup. Wanita yang sedang hamil dan terinfeksi mungkin harus minum obat untuk mencegah virus menginfeksi bayi yang belum lahir. 

Beberapa orang juga menemukan bahwa stres, kelelahan, penyakit, gesekan kulit, dan berjemur dapat memicu kambuhnya gejala. Mengidentifikasi dan menghindari pemicu ini dapat membantu mengurangi kekambuhan.

Baca juga: Orang Dewasa Minum Obat Cacing? Jangan Ragu, Ini Dia Manfaatnya

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2020), diakses 2 Februari 2021. Herpes Simplex
  2. Medical News Today (2020), diakses 2 Februari 2021. Symptoms, causes, and treatment of herpes
  3. Familydoctor.org (2020), diakses 2 Februari 2021. Herpes
  4. Very Well Health (2020), diakses 2 Februari 2021. Causes and Risk Factors of Herpes
  5. The New Zealand Herpes Foundation, diakses 2 Februari 2021. What About Diet and Herpes?
    register-docotr