Menyusui

Moms, Ini Daftar Alternatif Pengganti ASI untuk Bayi Baru Lahir

June 16, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Moms pasti berharap bisa memberikan air susu ibu (ASI) segera setelah melahirkan. Tetapi beberapa wanita mengalami ASI tidak keluar, sehingga harus menggunakan pengganti ASI untuk bayi baru lahir. 

Beberapa ibu melahirkan yang belum bisa memproduksi ASI biasanya bisa menunggu hingga 3 hingga 5 hari. Selama menunggu ASI keluar, Moms bisa memberikan pengganti ASI untuk bayi baru lahir.

Alternatif pengganti ASI untuk bayi baru lahir

Selama menunggu ASI keluar, Moms bisa memberikan susu formula untuk si Kecil. Ada beberapa jenis susu formula yang bisa digunakan sebagai pengganti ASI untuk bayi baru lahir, di antaranya:

Susu formula pertama

Ini adalah jenis susu formula yang dianjurkan untuk bayi baru lahir. Susu jenis ini berasal dari susu sapi yang diolah agar cocok untuk bayi.  

Susu formula ini mengandung dua jenis protein, yaitu whey dan kasein. Jenis protein ini dianggap lebih mudah dicerna dibandingkan jenis susu formula lainnya. 

Dokter anak dan laktasi biasanya akan memberikan catatan tertentu terkait kondisi bayi. Pastikan bayi Moms bisa mengonsumsi susu formula jenis ini. 

Susu formula yang berasal dari susu kambing

Susu formula jenis ini juga bisa diberikan pada bayi yang baru lahir. Meski berasal dari kambing, tetapi susu jenis ini diproduksi dengan standar nutrisi yang sama dengan susu formula berbasis susu sapi. 

Tetapi harap berhati-hati jika bayi alergi dengan susu sapi. Karena susu kambing memiliki protein yang mirip dengan yang terkandung dalam susu sapi. 

Hungrier baby formula

Jenis susu ini mengandung lebih banyak kasein dibanding kandungan whey. Sementars itu, kasein lebih sulit dicerna oleh bayi. 

Meski susu ini diperbolehkan dikonsumsi oleh bayi baru lahir, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikannya kepada bayi. 

Formula anti-refluks

Meski bisa digunakan untuk bayi baru lahir, tapi penggunaannya biasanya hanya jika disarankan oleh ahli kesehatan. Susu formula ini dibuat dengan formula anti-refluks, agar bayi tidak memuntahkan susu kembali (refluks).

Comfort formula

Ini adalah jenis susu yang mengandung protein susu sapi yang telah dipecah sebagian. Maksudnya formula susu dibuat agar lebih mudah dicerna bayi dan membantu mencegah masalah pencernaan seperti kolik dan sembelit. 

Formula bebas laktosa

Susu ini dibuat untuk bayi yang tidak dapat menyerap laktosa, yaitu gula yang secara alami ada dalam susu atau produk susu. Kondisi ini juga disebut dengan intoleran laktosa.

Susu formula hipoalergenik sebagai pengganti ASI untuk bayi baru lahir

Jika bayi memiliki kondisi alergi susu sapi, dokter akan meresepkan susu formula hipoalergenik sebagai pengganti ASI sementara. Ini adalah jenis susu dengan protein yang sepenuhnya dipecah. 

Ada beberapa jenis susu formula lainnya, seperti berbahan dasar kedelai dan formula khusus, namun jenis-jenis tersebut hanya digunakan berdasarkan rekomendasi dari dokter atau petugas medis. 

Selain menggunakan susu formula untuk bayi baru lahir, Moms juga bisa menggunakan donor sebagai pengganti ASI untuk bayi baru lahir.

Selagi memberi pengganti, tetap ‘pancing’ ASI agar keluar

Suplai ASI sangat mungkin terlambat keluar. Ada banyak penyebabnya, dari pengalaman pertama melahirkan, melahirkan melalui operasi caesar, bayi lahir prematur, hingga kondisi kesehatan yang mendasari seperti diabetes. 

Walau ASI terlambat keluar, bukan berarti Moms tidak bisa memberikan ASI seterusnya. Moms tetap bisa mengusahakan produksi ASI dengan berbagai cara, di antaranya:

  • Pijat payudara: Pijat payudara dengan gerakan melingkar ke bawah, dapat membantu ASI lebih cepat keluar.
  • Memompa ASI dengan tangan: Mencoba memerah ASI langsung dengan tangan, walau belum dapat mengelurakan ASI, dapat memicu proses laktasi, sehingga membantu ASI lebih cepat keluar.
  • Menggunakan pompa ASI: Pompa ASI akan memberikan rangsangan pada payudara, yang akan memancing ASI keluar lebih cepat.
  • Relaksasi: Mendengarkan musik dan relaksasi dapat membantu menenangkan. Dalam kondisi rileks, akan terproduksi hormon yang Moms butuhkan untuk membantu pengeluaran ASI. 
  • Minum banyak air dan istirahat: ASI mengandung banyak air, sehingga asupan air yang cukup akan memengaruhi jumlah ASI. Sementara banyak ibu menyusui mengalami bahwa tidur dapat membantu mereka menghasilkan lebih banyak ASI. 

Jika ASI tidak juga keluar atau Moms merasa jumlah ASI yang keluar masih sedikit, bisa langsung konsultasikan dengan dokter atau ahli laktasi untuk mengatasi masalah tersebut. 

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 12 Juni 2021
No Breast Milk After Birth? Here’s Why You Shouldn’t Worry
NHS, diakses 12 Juni 2021
Types of formula
WebMD, diakses 12 Juni 2021
Alternatives to Breastfeeding
Hopkinsmedicine.org, diakses 12 Juni 2021
Breastfeeding and Delayed Milk Production

    register-docotr