Kesehatan Anak

Tips dan Cara Aman Membersihkan Vagina Bayi, Moms Harus Tahu!

April 4, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Vagina adalah salah satu tempat berkumpulnya bakteri, termasuk pada bayi. Maka dari itu, sama seperti orang dewasa, kebersihan vagina bayi juga perlu dijaga untuk menghindari beberapa hal yang tidak diinginkan.

Lantas, bagaimana cara aman membersihkan vagina pada bayi? Berapa kali normalnya vagina harus dibersihkan? Serta, apa dampaknya jika vagina si Kecil jarang dibersihkan? Yuk, temukan semua jawabannya dengan ulasan berikut!

Baca juga: Dari Amis Hingga Busuk, Ini Deretan Jenis Aroma Vagina yang Perlu Kamu Ketahui!

Pentingnya membersihkan vagina bayi

Tak hanya orang dewasa, kebersihan vagina bayi juga sebaiknya tetap dijaga. Tidak seperti Moms yang bisa membersihkan organ kewanitaan secara mandiri, bayi masih belum bisa melakukannya sendiri.

Vagina yang tidak dijaga kebersihannya bisa menimbulkan beberapa masalah, mulai dari muncul rasa tidak nyaman, gatal, iritasi, bahkan yang terparah adalah infeksi.

Kapan harus membersihkan vagina bayi?

Alat kelamin bayi masih sangat sensitif, sehingga iritasi sangat rentan terjadi. Berbicara soal kapan harus membersihkan vagina bayi, Moms bisa melakukannya setiap kali mengganti popok, terutama setelah si Kecil buang air besar.

Membersihkan alat kelamin bayi seharusnya dilakukan setiap hari. Hampir tak disadari, beberapa infeksi dan gangguan pada vagina bisa muncul karena tidak menjaga kebersihannya.

Tapi, terlalu sering membersihkan area genital bayi juga tak baik. Sebab, keseimbangan alami dan kelembapan pada kulit vagina bisa terganggu.

Cara aman membersihkan vagina bayi

Sebagai orang tua, penting untuk mengetahui cara membersihkan vagina si Kecil dengan tepat dan aman. Butuh kesabaran dan ketelitian dalam melakukannya. Berikut beberapa tips yang bisa Moms terapkan untuk membersihkan vagina bayi:

  1. Pastikan untuk mencuci tangan sebelum menyentuh dan membersihkan vagina bayi
  2. Manfaatkan kain atau waslap bersih untuk membersihkan area genital si Kecil
  3. Untuk meminimalkan risiko terpapar bakteri dari anus, seka area vagina dari depan ke arah belakang
  4. Periksa setiap celah di sekitar vagina dan labia
  5. Tidak perlu menyeka cairan keputihan di dalam labia, karena itu adalah hal yang normal (periksakan ke dokter jika cairan tiba-tiba berubah warna atau berbau terlalu menyengat)
  6. Jauhkan bahan iritan dari vagina bayi
  7. Pilih sabun tanpa pewangi, bebas alkohol, tisu, losion atau krim
  8. Setelah membersihkan vagina, jaga area tersebut sampai kering sebelum memakaikannya popok.

Moms tidak perlu membersihkan vagina bayi hingga ke bagian terlalu dalam. Secara alami, tubuh akan menjalankan proses pembersihannya sendiri. Selain itu, ada baiknya untuk selalu menggunakan air hangat saja untuk membersihkan area genital bayi.

Hal yang perlu diperhatikan

Pada beberapa minggu pertama setelah persalinan, vagina bayi mungkin akan bengkak dan merah atau mengeluarkan cairan bening sedikit berdarah. Hal tersebut adalah kondisi yang normal, disebabkan oleh paparan sisa hormon Moms saat si Kecil masih berada di dalam rahim.

Namun, jika bayi masih mengeluarkan cairan dari vagina setelah enam minggu pertama pascapersalinan, segera periksakan ke dokter. Begitu juga ketika si Kecil tampak kesakitan setelah buang air kecil.

Setelah beberapa bulan, kemerahan pada vagina bisa menandakan adanya peradangan yang disebut vaginitis atau infeksi saluran kemih (ISK).

Baca juga: 6 Penyebab Selangkangan Gatal: Infeksi Jamur hingga Tanda Penyakit Serius

Apa yang terjadi jika vagina jarang dibersihkan?

Infeksi bisa muncul pada vagina yang jarang dibersihkan, dapat dipicu oleh bakteri maupun jamur. Infeksi jamur misalnya, bisa terjadi dari pemakaian popok dan area genital yang tidak sering dibersihkan.

Pada banyak kasus, infeksi jamur di vagina memang tak berbahaya, tapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Akibatnya, si Kecil mungkin akan terus menangis dan rewel. Namun, infeksi itu bisa masuk ke aliran darah jika bayi mempunyai sistem kekebalan yang rendah.

Dampak jangka panjangnya, bayi mungkin membutuhkan perawatan intensif di bawah pengawasan dokter.

Nah, itulah ulasan tentang pentingnya menjaga kebersihan vagina bayi dan cara aman dalam melakukannya. Jangan lupa untuk selalu membersihkan area genital bayi dengan hati-hati dan penuh kelembutan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan anak dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. WhatToExpect, diakses 1 April 2021, Toddler Vagina Care.
  2. Firstcry Parenting, diakses 1 April 2021, How to Clean your Baby’s Genitals.
  3. Baby Center, diakses 1 April 2021, Caring for your baby’s genitals.
  4. WebMD, diakses 1 April 2021, Your Newborn Girl’s Genitals and Bleeding.
  5. Healthline, diakses 1 April 2021, Yeast Infection vs. Diaper Rash in Toddlers.

    register-docotr