Kesehatan Anak

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Sunat pada Anak Usia Bayi

July 28, 2020 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Saat ini banyak sekali orang tua yang melakukan sunat kepada anaknya yang masih bayi. Tapi apakah sebenarnya apakah sunat saat bayi itu aman?

Ya, sebelum memutuskan untuk melakukan sunat pada anak usia bayi, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh orang tua. Berikut ulasannya, Moms!

Apa itu sunat?

Dikutip dari Healthline, sunat adalah tindakan medis yang dilakukan kepada laki-laki untuk pengangkatan kulit yang menutupi ujung penis. Sepotong kulit ini dikenal sebagai kulup.

Proses sunat ini tentunya akan berbeda-beda bagi setiap orang tergantung kesiapan meeaka. Namun sebagian besar masyarakat di Amerika Serikat melakukan sunat ketika masih bayi.

Tetapi ada juga beberapa negara yang melakukan hal tersebut ketika anak-anak sudah memasuki usia sekolah. Biasanya hal ini bergantung juga pada kesiapan orang tua dan budaya yang ada.

Melakukan sunat ketika bayi memang tidak diwajibkan oleh tim medis. Tetapi ada sejumlah faktor medis, agama, dan sosial yang dapat menjadi pertimbangan ketika memutuskan kapan waktu tepat untuk sunat.

Persiapan dan prosedur sunat saat bayi

Menurut penjelasan dari Healthline, biasanya sunat saat bayi akan dilakukan di rumah sakit atau klinik. Perlu kamu ketahui bahwa bayi baru diperbolehkan untuk disunat 1-2 hari setelah persalinan. 

Lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan bayi. Tak ketinggalan orang tua juga akan dimintai keterangan terkait dengan riwayat kesehatan keluarga. Paling utama yang harus dokter ketahui adalah kelainan pada darah, seperti hemofilia. 

Selama proses sunat berlangsung, bayi akan diletakkan dengan posisi berbaring telentang, kemudian tangan dan kakinya dipegang. Anestesi pun akan diberikan melalui suntikan atau krim untuk membuat mati rasa pada penis.

Ada beberapa teknik untuk melakukan sunat. Pilihan teknik mana yang digunakan bergantung pada preferensi dan pengalaman dokter.

Masing-masing bekerja dengan memotong sirkulasi ke kulup untuk mencegah pendarahan saat dokter memotong kulup. Prosedur ini memakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit.

Masa pemulihan sunat saat bayi

Ketika proses sunat sudah selesai, penis bayi akan diperban dan langsung diperbolehkan pulang. 

Demi mengontrol hasil sunat pada bayi, dokter akan menjadwalkan waktu periksa secara rutin agar penyembuhan penis dapat dipantau dengan baik. 

Pastikan juga bayi menggunakan celana dalam atau popok yang longgar ya, Moms. Tujuannya agar membantu penyembuhan penis dan waktu yang diperlukan adalah sekitar 10 hari.

Namun Moms juga perlu berhati-hati jika bayi mengalami pendarahan, demam, pembengkakan pada penis yang makin memburuk, adanya nanah atau gelembung berisi nanah, serta tidak buang air kecil dalam kurun waktu 12 jam setelah disunat. 

Jika sudah mengalami beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter agar bayi mendapatkan pengobatan yang tepat dan tidak terjadi efek samping yang fatal. 

Baca juga: 7 Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria yang Perlu Kamu Ketahui

Kelebihan dan kekurangan sunat saat bayi 

Sebenarnya sunat adalah keputusan yang sebaiknya diserahkan kepada orang tua atau anak itu sendiri ketika ia sudah memasuki usia sekolah. Tetapi sayangnya hingga saat ini hal tersebut terus menimbulkan beberapa pro dan kontra seperti yang dilansir dari Healthline

Kelebihan

  • Mengurangi risiko infeksi saluran kemih pada masa bayi
  • Kemungkinan mengurangi risiko kanker penis, meskipun kanker ini jarang terjadi
  • Mencegah balanitis, balanoposthitis, paraphimosis, dan fimosis
  • Membuatnya lebih mudah untuk menjaga kebersihan alat kelamin

Kekurangan

  • Mungkin banyak orang berpikir bahwa sunat saat bayi tidak baik untuk kesehatan
  • Seringkali dapat menyebabkan rasa sakit, meskipun obat yang diberikan aman dan efektif
  • Tetap berisiko menyebabkan komplikasi yang jarang terjadi, beberapa di antaranya seperti memotong kulup terlalu lama atau terlalu pendek, proses pemulihan yang buruk, perdarahan, bahkan bisa terjadinya infeksi

Oleh sebab itu, jika Moms berencana hendak melakukan sunat saat bayi pada si Kecil, jangan lupa untuk diskusikan dulu dengan dokter. Pilihlah dokter dan fasilitas kesehatan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan berpengalaman melakukan sunat bayi, ya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline.com (2018) diakses 24 Juli 2020. Circumcision
  2. Healthline.com (2019) diakses 24 Juli 2020. Everything You Need to Know About Baby Circumcision
  3. Webmd.com (2019) diakses 24 Juli 2020. Your Baby Boy’s Circumcision: What to Expect
  4. Utswmed.org (2017) diakses 24 Juli 2020. Should my baby boy get circumcised? 
    register-docotr