Kesehatan Anak

Sunat Bengkong, Metode Tradisional yang Masih Diminati hingga Kini

June 7, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Menjelang waktu liburan, bukan cuma bisa digunakan untuk bepergian ke tempat wisata. Bagi orang tua, waktu anak libur sekolah bisa digunakan untuk berbagai macam hal, salah satunya waktu untuk menyunat anak. 

Sunat membutuhkan waktu beberapa hari untuk penyembuhan. Itu sebabnya, waktu liburan adalah waktu yang sering digunakan orang tua untuk melakukan sunat pada anak. 

Baca Juga: Sunat Vs Tidak Sunat, Adakah Pengaruhnya pada Kehidupan Seksual?

Apa itu sunat?

Pada dasarnya sunat adalah prosedur yang dilakukan untuk mengangkat kulup, yaitu kulit yang menutupi ujung penis. Ada banyak alasan orang melakukan sunat. Baik alasan medis atau karena agama. 

Beberapa alasan medis yang membuat orang melakukan sunat antara lain:

  • Pembengkakan kulup (balanitis)
  • Radang pada ujung dan kulup penis (balanoposthitis)
  • Kulup yang ditarik tidak bisa kembali ke posisi semula (paraphimosis)
  • Kulup tidak dapat ditarik (phimosis)

Jika sunat dilakukan karena alasan-alasan tersebut, tentu saja tidak bisa dilakukan dengan metode tradisional. Melainkan harus dengan metode medis. 

Tetapi jika sunat dilakukan bukan karena kondisi medis tertentu, biasanya bisa dilakukan dengan metode selain medis. Misalkan saja dengan sunat bengkong, salah satu sunat tradisional ala Betawi yang terkenal di Indonesia. 

Mengenal sunat bengkong

Sunat bengkong adalah salah satu metode sunat tradisional yang masih banyak digunakan hingga kini. Sunat bengkong ini, selain lebih ekonomis juga disebut memiliki waktu pengerjaan yang lebih singkat dibandingkan dengan sunat yang dilakukan secara medis. 

Katanya, pengerjaan sunat hanya memakan waktu sekitar 5 menit. Sunat tersebut dilakukan tanpa obat bius, loh. Peralatannya pun sederhana. Bengkong atau si tukang sunat, hanya membutuhkan beberapa alat seperti penjepit dan pisau.

Prosedur sunat bengkong

Sunat bengkong terbilang cukup simpel. “Kalau saya tradisional, langsung saja. Dibuka, ambil ujungnya (kulup), dijepit, langsung potong. Makanya singkatannya Sipitung (Jepit, Potong Ujung),” kata seorang bengkong bernama Haji Mahfudz Zayadi, seperti dikutip dari Detik.com

Apakah sunat bengkong berbahaya?

Jika dilihat dari prosedurnya, satu hal yang menjadi pertanyaan mengganjal dari sunat bengkong adalah tingkat higienis peralatan dan juga tempat dilakukannya prosedur.

Karena higienis dan sterilnya peralatan dapat memengaruhi kondisi luka di kemudian hari. Bisa dikatakan, jika ingin sunat tradisional dengan aman, cobalah untuk memastikan kondisi peralatan yang digunakan.

Bedanya sunat bengkong dan medis

Jika sunat bengkong dilakukan dengan cara sederhana, tanpa bius, gunting, jahit dan tanpa penutup luka, sunat medis justru kebalikannya. Sunat medis biasanya dilakukan oleh dokter anak, dokter keluarga, ahli bedah atau ahli urologi. 

Tahapan sunat dimulai dari pemberian suntikan bius di sekitar penis untuk membuat penis mati rasa. Tahap selanjutnya tergantung metode sunat yang digunakan. Ada 3 metode yang umum digunakan yaitu:

  • Gomco clamp: menggunakan alat penjepit dan alat bantu pelindung penis, yang membuat pemotongan kulup minim perdarahan. 
  • Mogen clamp: Sama seperti gomco, metode ini juga menggunakan alat penjepit. Bedanya, tidak ada alat bantu yang digunakan untuk melindungi penis. 
  • Plastibell device: menggunakan alat yang akan membantu proses pemotongan kulup dan alat tersebut akan melindungi penis selama proses pemotongan. 

Setelahnya dokter akan menutup luka sunat. Prosedur tersebut memakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit. Pada prosedur medis ini kondisi sterilisasi pasti terjaga. Nah, pada sunat tradisional, sterilnya peralatan dan tempat harus dipastikan kembali.

Baca Juga: 5 Hal Wajib Diketahui Orangtua saat Anak akan Disunat

Proses pemulihan sunat

Jika sunat bengkong disebut memakan waktu pemulihan lebih cepat, sunat medis memang membutuhkan waktu lebih lama. Untuk penyembuhan sunat bayi yang baru lahir saja dibutuhkan waktu 7 hingga 10 hari.

Sedangkan sunat pada orang dewasa dapat memakan waktu yang lebih lama. Untuk membantu penyembuhan dokter akan memintamu menghindari olahraga berat seperti jogging atau angkat beban selama 4 minggu pertama.

Selain itu, berjalan adalah salah satu langkah mudah yang dapat membantu pemulihan pascasunat. Untuk pria dewasa tentu saja harus menghindari aktivitas seksual selama enam minggu setelah prosedur dilakukan. 

Jika sakit pada luka sunat semakin parah, atau kesulitan buang air kecil sebaiknya konsultasikan ke dokter. Begitu juga jika muncul tanda infeksi seperti demam, area luka kemerahan, pembengkakan atau adanya cairan atau darah dari luka sunat. 

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 4 Juni 2021
Circumcision
Circumcision.org, diakses 4 Juni 2021
Gomco Clamp
Kidshealth, diakses 4 Juni 2021
Surgeries and Procedures: Circumcision
Detik.com, diakses 4 Juni 2021
Berani Coba? Ini Sunat Tradisional Tanpa Bius Ala Bengkong Betawi

Sunat123.com, diakses 8 juni 2021

Sunat Tradisional vs Sunat Medis

    register-docotr