Kesehatan Anak

5 Hal Wajib Diketahui Orangtua saat Anak akan Disunat

October 17, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Ketika anak laki-laki lahir, mereka memiliki selembar kulit yang menutupi ujung penisnya yang disebut dengan istilah kulup.

Dalam kondisi tertentu, ada beberapa dokter yang menyarankan untuk mengangkat kulup tersebut sesegera mungkin melalui prosedur sunat. Namun, ada pula yang memutuskan untuk menundanya.

Apapun pilihan yang akan Moms ambil, tak ada salahnya untuk mempelajari beberapa hal terkait sunat di bawah ini terlebih dahulu.

Baca juga: Moms, Coba Terapkan Tips Ini Agar Mental Anak Siap untuk Disunat

Apa itu sunat?

Sunat adalah operasi pengangkatan kulup untuk mengekspos ujung penis. Jadi kulup penis yang menutupi kelenjar, atau kepala penis akan dipotong sampai membuka ujung penis.

Selain menjadi tradisi beberapa agama, dilansir dari Webmd, praktik sunat sudah ada sejak zaman Mesir kuno dan diyakini dapat membantu laki-laki menjaga kebersihan alat vitalnya.

Hal-hal yang harus diketahui seputar sunat             

Sebagai orang tua baru, Moms mungkin merasa sangat gugup saat hendak menyunat si Kecil. Hal ini wajar mengingat sunat sendiri termasuk prosedur pembedahan yang memiliki beberapa risiko.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengetahui beberapa hal berikut ini terlebih dahulu:

Manfaat kesehatan dari sunat

Dilansir dari Parents, anak laki-laki yang telah disunat berisiko lebih rendah mengalami beberapa gangguan kesehatan seperti:

  1. Infeksi kulup
  2. Infeksi saluran kemih
  3. Kanker penis
  4. Penyakit menular seksual, termasuk HIV/ AIDS
  5. Phimosis, suatu kondisi yang membuat pencabutan kulup tidak mungkin dilakukan

Risiko sunat

Sama halnya dengan tindakan medis lainnya, sunat juga memiliki beberapa risiko kesehatan yang mungkin terjadi seperti:

  1. Perdarahan pada saat prosedur sunat berlangsung
  2. Infeksi
  3. Rasa sakit, dan
  4. Kerusakan atau kelainan bentuk pada penis, yang mungkin muncul kemudian dalam perkembangannya

Apa yang terjadi selama sunat berlangsung?

Jika prosedur sunat dilakukan ketika si Kecil baru lahir, maka kemungkinan besar ia akan terjaga selama penyunatan. Langkah pertama yang dilakukan adalah menempatkan si Kecil di punggungnya dengan tali Velcro atau pengikat lain agar lengan dan kakinya tetap diam.

Dokter kemudian akan membersihkan area penis dengan antiseptik, lalu menyuntikkan anestesi ke pangkal penis untuk meredakan rasa nyeri. Selanjutnya dokter akan memakai cincin plastik atau klem yang digunakan untuk penyunatan.

Klem kemudian akan dipasang ke penis dan dokter akan memotong kulup berlebih. Di akhir tindakan, dokter akan mengoleskan salep seperti petroleum jelly ke penis dan membungkusnya dengan kain kasa. Prosedur ini biasanya akan berlangsung selama sekitar 10 menit.

Baca juga: Selain Jaga Daya Tahan Tubuh, Inilah Ragam Manfaat Temulawak yang Perlu Kamu Ketahui

Apa yang terjadi setelah si Kecil selesai disunat?

Setelah disunat, anak mungkin akan sedikit rewel dan terus menangis. Tetap tenang ya, Moms. Pegang dia dengan hati-hati agar Moms tidak menekan penisnya. Ujungnya mungkin sakit, dan penis itu sendiri mungkin terlihat merah dan bengkak.

Moms juga bisa saja melihat kerak kuning di ujung penisnya. Ini normal dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Diperlukan waktu seminggu hingga 10 hari sampai penis si Kecil sembuh total.

Moms disarankan untuk mengganti perbannya setiap kali mengganti popok, dan mengoleskan sedikit petroleum jelly terlebih dahulu agar tidak menempel pada popoknya.

Jika kotoran mengenai penisnya, seka perlahan dengan air sabun hangat. Untuk mencegah infeksi, sering-seringlah mengganti popoknya.

Kapan harus ke dokter?

Sebagian besar bayi akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu setelah sunat. Hanya sekitar 1 persen yang mengalami komplikasi. Beberapa kondisi yang perlu segera mendapat penanganan dari dokter adalah:

  1. Si Kecil tidak kencing dalam waktu 12 jam setelah disunat.
  2. Moms melihat darah dalam jumlah yang cukup banyak di popoknya
  3. Bukannya membaik, kemerahan atau bengkak di sekitar penisnya malah semakin parah
  4. Terjadi tanda-tanda infeksi, seperti muncul nanah
  5. Timbul bau busuk, atau cairan keruh keluar dari ujung penisnya
  6. Cincin plastik yang digunakan selama penyunatan tidak terlepas setelah 2 minggu.

Tindakan sunat adalah keputusan yang harus dipertimbangkan dengan baik. Jadi ada baiknya Moms juga berkonsultasi terlebih dahulu mengenai hal ini pada dokter terkait.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Baby Circumcision: Everything Parents Need to Know, https://www.parents.com/baby/care/newborn/all-about-circumcision/ diakses pada 16 Oktober 2020

Your Baby Boy’s Circumcision: What to Expect, https://www.webmd.com/parenting/baby/circumcision-what-expect#1 diakses pada 16 Oktober 2020

Everything You Need to Know About Baby Circumcision, https://www.healthline.com/health/parenting/baby-circumcision#controversy diakses pada 16 Oktober 2020

    Berita Terkait
    register-docotr