Kesehatan Anak

Studi Terbaru: Screen Time dan Aktivitas Fisik Pengaruhi Mental Anak saat Pandemi

October 6, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Sejak munculnya COVID-19 hingga ditetapkan menjadi pandemi, pembatasan sosial diberlakukan di banyak lini. Hal tersebut membuat aktivitas lebih banyak dilakukan di dalam rumah, misalnya menjadi lebih sering bermain gadget hingga menyebabkan kurangnya aktivitas fisik.

Bukan hanya orang dewasa, hal tersebut juga kerap terjadi pada anak-anak. Sayangnya, kebiasaan itu bisa berdampak kurang baik pada kesehatan mentalnya. Lantas, apa kaitan screen time dan aktivitas fisik terhadap kesehatan mental? Yuk, simak jawabannya berikut ini!

Penelitian terkait

Menurut penelitian baru-baru ini oleh sejumlah ilmuwan di Washington, Amerika Serikat, ada kaitan antara tingginya durasi screen time dan kurangnya aktivitas fisik dengan tingkat stres yang dialami anak-anak selama pandemi.

Penelitian melibatkan 1.000 anak dengan berbagai latar belakang suku dan ras. Dari pengamatan yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa semakin tinggi durasi screen time, semakin besar peluang anak mengalami gejala gangguan mental.

Hal tersebut juga dikaitkan dengan rendahnya aktivitas fisik yang dilakukan dalam satu minggu. Dalam studi ini, jenis kelamin anak tidak memberi perbedaan terlalu signifikan terhadap gangguan mental yang dialami.

Penelitian menyimpulkan, sebanyak 195 anak (20,9 persen) dilaporkan memiliki minimal 60 menit aktivitas fisik setiap harinya. Sementara sekitar 90 anak (8,4 persen) diketahui tidak memiliki 60 menit aktivitas fisik setiap harinya. Sedangkan untuk screen time, rata-rata waktu yang dihabiskan adalah lebih dari 2,5 jam dalam sehari.

Secara keseluruhan, gangguan mental yang dialami adalah kecemasan (143 anak atau 13,7 persen), depresi (110 anak atau 10,4 persen ), hiperaktivitas (160 anak atau 15 persen), dan gangguan perilaku (116 anak atau 11,4 persen).

Baca juga: Cara Menyiasati Screen Time Anak dan Tips Aktivitas Seru Saat di Rumah Saja

Mengapa bisa terjadi?

Pandemi menyebabkan banyak anak mengalami keterbatasan dalam menjalani aktivitas fisik, terutama setelah adanya pembatasan sosial. Padahal, aktivitas fisik telah lama diketahui bermanfaat dalam mendukung kesehatan mental, seperti mencegah depresi, cemas, stres, dan lainnya.

Aktivitas fisik bisa pula membantu meningkatkan fungsi psikososial yang positif bagi anak. Ketika frekuensi dari aktivitas fisik berubah, maka kesehatan mental juga bisa mengalami efek sebaliknya, yaitu gangguan suasana hati seperti stres dan cemas.

Nah, tingginya screen time atau durasi pemakaian gadget bisa menjadi penyebab dari kurangnya aktivitas fisik tersebut. Masih dari studi yang sama, selama pandemi, anak-anak cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton televisi dan video online serta bermain game dan komputer.

Dikutip dari laman Mental Health America, sinar biru yang terpancar dari gelombang cahaya gadget dapat memengaruhi kinerja saraf otak yang bertugas dalam mengatur suasana hati.

Riset lain oleh sejumlah ilmuwan di Jerman juga menyebutkan, sinar biru tersebut bisa menyebabkan peningkatan pelepasan kortisol di dalam tubuh, yaitu hormon pemicu stres. Jika terlalu banyak kortisol dilepaskan, maka seseorang akan rentan mengalami gangguan suasana hati.

Durasi normal untuk screen time dan aktivitas fisik

Seperti yang telah dijelaskan, aktivitas fisik yang kurang dan tingginya durasi screen time bisa meningkatkan risiko anak mengalami stres. Sehingga, sebagai orang tua, Moms wajib memerhatikan kegiatan si Kecil setiap hari, terutama batasan maksimal soal durasinya.

Aktivitas fisik

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), agar tetap sehat, anak-anak dan remaja (usia 6 hingga 17 tahun) harus melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit atau lebih dalam sehari. Ini termasuk kegiatan berintensitas sedang hingga berat.

Baca juga: Studi: Kasus Depresi Anak Meningkat 2 Kali Lipat akibat Pandemi COVID-19

Screen time

Tak hanya pengaruhi kondisi mental, screen time dapat berdampak pada kesehatan mata anak. Berdasarkan anjuran dari American Academy of Pediatrics, penggunaan gadget oleh anak di atas dua tahun adalah tidak lebih dari satu atau dua jam dalam sehari.

American Academy of Child and Adolescent Psychiatry juga memberi panduan screen time pada anak yang perlu Moms tahu, yaitu:

  • Tidak menggunakan gadget saat makan atau acara keluarga
  • Orang tua punya kontrol dalam penggunaan gadget oleh anak
  • Hindari menggunakan gadget untuk membujuk anak agar tidak rewel
  • Batasi penggunaan gadget oleh anak setidaknya30-60 menit sebelum tidur.

Nah, itulah ulasan tentang potensi anak mengalami gangguan mental di tengah pandemi karena tingginya durasi screen time dan kurangnya aktivitas fisik. Agar buah hati tercinta sehat secara mental, terapkan tips screen time dan aktivitas fisik seperti yang telah disebutkan, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. JAMA Network, diakses 6 Oktober 2021, Association of Children’s Physical Activity and Screen Time With Mental Health During the COVID-19 Pandemic.
  2. Mental Health America, diakses 6 Oktober 2021, How Blue Light Affects Mental Health.
  3. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 6 Oktober 2021, Increase in cortisol concentration due to standardized bright and blue light exposure on saliva cortisol in the morning following sleep laboratory.
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 6 Oktober 2021, How much physical activity do children need?
  5. Mayo Clinic, diakses 6 Oktober 2021, Children and screen time: How much is too much?
  6. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, diakses 6 Oktober 2021, Screen Time and Children.

    register-docotr