Kesehatan Anak

Jangan Anggap Remeh, Rabun Jauh Bisa Bikin Prestasi Anak Menurun

April 23, 2020 | Ajeng Annastasia
no-image

Ditinjau oleh: Dr. Yelsi Khairani

Perhatikan kebiasaan anak saat melihat benda jauh, apakah ia sering menyipitkan mata? Atau apakah akhir-akhir ini prestasi anak menurun karena tidak bisa melihat papan tulis di kelas?

Jika ya, bisa jadi ini karena anak mengalami rabun jauh atau miopia. Ini merupakan salah satu masalah pada kesehatan mata yang sering terjadi pada anak-anak, Moms.

Apa itu miopia?

prestasi anak menurun
Perhatikan kebiasaan melihat anak, apa ada perubahan? (Foto: Shutterstock)

Seperti namanya, miopia atau rabun jauh merupakan kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan saat melihat objek atau tulisan yang jaraknya jauh. Miopia terjadi karena kondisi kornea mata yang terlalu cembung.

Akibatnya, bayangan benda jatuh di depan retina dan menghasilkan gambaran objek yang jauh menjadi tampak kabur dan buram.

Untuk membantu proses penglihatan, pengidap rabun jauh ini dapat menggunakan kacamata lensa minus.

Mengapa anak rentan mengalami miopia?

Kebiasaan bermain gadget bisa jadi pemicu miopia (Foto: Shutterstock)

Rata-rata tingginya angka miopia pada anak adalah karena organ penglihatannya tersebut masih dalam tahap berkembang.

Menurut National Eye Institute, diagnosis rabun jauh ini seringkali didapatkan pada anak usia antara 8-12 tahun. Namun, dengan tren teknologi saat ini, rabun jauh atau miopia juga mulai banyak dialami anak berusia kurang dari 8 tahun.

Tak bisa dianggap remeh, Moms. Rabun jauh pada anak-anak dapat menyebabkan kesulitan konsentrasi dan membuat prestasi anak menurun.

Baca juga: Mata Iritasi karena Kelopak Terlipat Keluar, Waspada Ektropion!

Gejala awal miopia

Selain sering menyipitkan mata saat melihat benda jauh, anak dengan miopia umumnya sering merasa sakit kepala, mata lelah, dan pusing terutama saat terlalu lama melihat kejauhan.

Untuk mengetahui secara pasti apakah benar anak mengalami miopia, lakukan pemeriksaan mata di dokter.

Saat benar memiliki miopia, kacamata yang diresepkan memiliki angka minus berbeda-beda dengan digit negatif. Semakin negatif angkanya, maka semakin tebal lensa kacamatanya.

Penggunaan kacamata dapat membantu meningkatkan fokus cahaya pada retina, sehingga benda yang jauh tidak akan terlihat buram lagi.

Baca juga: Sering Bintitan di Mata? Mungkin Pertanda Penyakit Serius!

Nah, Moms, selama anak-anak masih dalam usia perkembangan organ mata, sebisa mungkin jaga indra penglihatannya agar tidak mengalami gangguan. Misalnya dengan menjaga penerangan di rumah sebaik mungkin.

Selain itu, ada baiknya juga batasi penggunaan gadget secara berlebihan pada anak, ya.

Kemudian perbanyak juga kegiatan anak di luar rumah supaya kemampuan matanya untuk melihat objek yang jauh terlatih dengan baik. Jangan ragu konsultasikan kesehatan mata anak ke dokter untuk memastikan kondisinya.

Konsultasikan kondisi kesehatan Anda di Good Doctor. Yuk, lakukan konsultasi online dengan dokter terpercaya!

Reference

https://nei.nih.gov/health/errors/myopia. Oktober 2017. 28 Agustus 2019.

    Berita Terkait
    register-docotr