Kesehatan Anak

Plus Minus Tindik Telinga Bayi Perempuan, Bisa Sebabkan Infeksi Lho!

December 20, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Setelah bayi perempuan lahir, sebagian orangtua biasanya memasangkan sejumlah aksesori, salah satunya adalah anting. Hal ini dilakukan untuk identifikasi jenis kelamin.

Namun, apakah tindik telinga bayi perempuan aman dilakukan? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Apakah bayi perempuan harus ditindik telinga?

Tidak ada kewajiban yang mengharuskan bayi perempuan untuk ditindik telinga. Hal tersebut biasanya untuk tujuan tertentu. Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, tindik telinga bayi perempuan sering dilakukan karena alasan budaya dan sejenisnya.

Usia yang tepat untuk tindik telinga bayi

Apakah ada waktu yang tepat untuk melakukan tindik telinga bayi? Jawabannya adalah tergantung.

Mengutip Healthline, beberapa dokter menyarankan untuk menunggu sampai si Kecil berumur 4 bulan. Sebab, di usia itu, bayi sudah bisa menerima dua suntikan tetanus (vaksinasi pertama).

Tapi, American Academy of Pediatrics (AAP) tidak punya standar khusus untuk hal tersebut. Penindikan akan aman pada usia berapa pun, selama menggunakan teknik, prosedur, dan alat yang steril. Orangtua juga harus konsisten dengan perawatan sampai kondisi benar-benar pulih.

Plus minus tindik telinga bayi

Tindik telinga bayi memiliki kelebihan dan kekurangan. Di banyak negara, hal tersebut dilakukan untuk identifikasi jenis kelamin. Selain itu, menurut The Health Site, tindik telinga bayi dipercaya dapat membantu perkembangan otak.

Lobus telinga (lokasi tindik) memiliki titik meridian yang terhubung langsung ke belahan kanan dan kiri otak. Hal yang sama sering diterapkan pada proses akupresur saat akupuntur, yaitu mencari titik meridian untuk memberi stimulasi.

Sayangnya, tetap ada risiko yang bisa terjadi, yaitu infeksi dan munculnya keloid (jaringan parut) berlebihan.

Prosedur tindik telinga bayi

Tindik telinga bayi
Prosedur tindik telinga bayi. Sumber foto: Shutterstock.

Sebagian orangtua memilih untuk menindik telinga bayi secara mandiri. Tapi, untuk alasan keamanan, tak ada salahnya menyerahkan urusan ini ke ahlinya, yaitu melalui prosedur medis.

Penindik harus menggunakan jarum yang steril sebelum menusukkannya ke lobus telinga. Pemilihan jenis anting cukup berpengaruh karena beberapa logam bisa meningkatkan risiko infeksi pada daun telinga si Kecil.

Pertimbangkan juga untuk tidak memasangkan anting menjuntai, sebab dapat merobek kulit yang masih tipis. Setelah prosedur selesai, perawatan masih harus dilakukan untuk meminimalkan terjadinya infeksi, yaitu dengan cara berikut:

  • Oleskan krim antibiotik ke area telinga yang ditindik menggunakan kapas, minimal dua kali sehari
  • Putar anting dua kali sehari
  • Jangan melepas atau mengganti anting pada 4 hingga 6 minggu pertama
  • Jangan menyentuh tindikan telinga sebelum mencuci tangan hingga bersih

Baca juga: 4 Cara Efektif Hilangkan Bekas Luka yang Terasa Mengganggu

Tips untuk meminimalkan rasa sakit

Bayi mungkin tidak mengerti apa yang sedang terjadi, tapi rasa sakit bisa muncul selama dan setelah proses penindikan berlangsung. Untuk meminimalkan rasa sakit, Moms bisa memilih ahli profesional berpengalaman untuk melakukan prosedur tersebut secepat mungkin.

Kompres dingin sebelum dan sesudah penindikan dapat membuat area telinga sedikit mati rasa. Hal itu dapat membantu bayi agar tak merasa kesakitan.

Waspadai tanda-tanda infeksi

Kebanyakan orang dari segala usia yang ditindik telinganya harus melalui proses pemulihan yang mungkin sedikit tak nyaman. Meski, perawatan tersebut tak bisa memberi jaminan agar terbebas dari infeksi. Maka dari itu, sangat penting untuk selalu memerhatikan kondisi telinga setelah ditindik.

Berikut beberapa tanda terjadi infeksi pada telinga:

  • Kulit menjadi kemerahan
  • Pembengkakan
  • Perdarahan
  • Suhu di kulit telinga naik
  • Demam di atas 38° C atau lebih tinggi

Jika bayi mengalami salah satu dari tanda-tanda di atas, gunakan larutan garam untuk membersihkan tindikan. Hindari pemakaian alkohol atau cairan hidrogen peroksida karena kulit si Kecil masih sensitif.

Nah, itulah ulasan tentang tindik telinga bayi perempuan yang perlu Moms tahu. Untuk meminimalkan infeksi, tak ada salahnya untuk menyerahkan urusan tersebut kepada ahlinya, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan buah hati tercinta bersama dokter anak terpercaya melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 3 Desember 2020, What You Should Know Before Getting Your Baby’s Ears Pierced.
  2. American Academy of Pediatrics (AAP), diakses 3 Desember 2020, Ear Piercing.
  3. Johns Hopkins Medicine, diakses 3 Desember 2020, The Risks of Infant Ear Piercing.
  4. The Health Site, diakses 3 Desember 2020, 7 things you didn’t know about ear piercing.

    register-docotr