Kesehatan Anak

Catat Ya, Moms! Ini 4 Pertolongan Pertama saat Anak Muntah Terus

March 3, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ketika si Kecil mengalami muntah terus-menerus, ini dapat menyebabkan anak kehilangan cairan penting bagi tubuh. Moms pun perlu tahu bagaimana melakukan pertolongan pertama saat anak muntah terus.

Muntah merupakan kondisi yang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Berdasarkan laman NHS inform, penyebab paling umum muntah pada bayi dan anak-anak adalah gastroenteritis.

Gastroenteritis sendiri merupakan infeksi usus yang disebabkan oleh virus atau bakteri, yang mana ini juga dapat menyebabkan diare. Motion sickness, radang usus buntu (appendicitis), dan infeksi lainnya juga dapat menjadi penyebab muntah.

Baca juga: Moms, Ini 9 Penyebab Anak Sakit Perut dan Muntah-muntah

Pertolongan pertama saat anak muntah terus

Tak hanya dapat menyebabkan kehilangan cairan, muntah yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan anak kehilangan garam dan mineral penting dalam tubuh.

Oleh karena itu, muntah terus-menerus merupakan kondisi yang penting untuk diperhatikan.

Moms, berikut ini adalah beberapa pertolongan pertama saat anak muntah terus:

1. Pertolongan pertama saat anak muntah terus: Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi

Pertolongan pertama saat anak muntah terus utamanya memastikan ia mendapat asupan cairan yang cukup. Ketika muntah terus berlajut, Moms juga perlu memastikan bahwa anak tidak mengalami dehidrasi.

Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan banyak cairan. Jika dehidrasi tidak segera ditangani, ini bisa membahayakan.

Maka dari itu, untuk mencegah hal ini pastikan anak mengonsumsi cukup cairan untuk menggantikan cairan yang hilang, terlebih lagi jika si Kecil juga mengalami diare.

Meskipun anak merasa mual, cairan harus tetap diberikan. Jika si Kecil baru saja muntah, sebaiknya tunggulah 30-60 menit sebelum Moms memberi cairan tambahan. Kemudian, berikanlah terlebih dahulu cairan tambahan dalam jumlah kecil.

2. Hindari memberi makanan padat sementara waktu

Dikutip dari Parents, hindari memberikan makanan padat selama 24 jam pertama sejak muntah dimulai. Sebagai gantinya, berikan anak air putih dalam dosis kecil namun sering, yakni setiap 5 menit.

Jika anak dapat menahan muntah, tingkatkan jumlah cairan yang diberikan secara bertahap. Ketika sedang muntah, Moms juga harus menghindari memberikan anak produk susu.

Bayi yang masih menyusui harus tetap diberikan air susu ibu (ASI), namun pemberian ASI ini harus lebih sering. Misalnya ASI biasa diberikan setiap 1-2 jam sekali, kini Moms bisa berikan minimal setiap 5-10 menit.

Bayi yang mengonsumsi susu formula juga harus tetap mendapatkan susu formula.

3. Berikan oralit

Pertolongan pertama saat anak muntah terus juga melibatkan pemberian oralit (oral rehydration solutions/ORS). Larutan rehidrasi oral ini dapat membantu menggantikan cairan dan garam yang hilang ketika anak mengalami muntah.

Dikutip dari Connecticut Children’s begini aturan umumnya:

  • Bayi: Sekitar 1 sendok makan (sdm) oralit setiap 15-20 menit
  • Anak-anak: 1-2 sdm oralit setiap 15 menit

Jika anak muntah kembali, tunggulah sekitar 20-30 menit sebelum Moms memberikan oralit kembali.

Anak-anak yang lebih besar dapat meminum cairan selain oralit. Jika anak mengalami diare sebaiknya hindarilah jus buah dan minuman ringan. Sebab, ini memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga dapat memperburuk gejala diare.

Baca juga: Atasi Diare dengan Oralit, Bagaimana Cara Membuatnya Sendiri di Rumah?

4. Perhatikan kondisi anak setelah muntah

Terdapat beberapa hal yang perlu Moms perhatikan ketika anak sudah tidak mengalami muntah setelah beberapa jam. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Moms perhatikan.

Setelah 3-4 jam tanpa muntah:

  • Tingkatkan jumlah cairan secara perlahan

Setelah 8 jam tanpa muntah:

  • Moms dapat menyusui si Kecil seperti biasa. Jika susu formula juga diberikan, Moms dapat mulai memberikan susu formula secara bertahap
  • Jika anak sudah bisa minum tanpa muntah setelah 8 jam pertama, Moms dapat kembali memberikan makanan padat secara bertahap. Untuk anak yang lebih kecil, mulailah dengan makanan hambar
  • Hindari makanan tinggi lemak atau berminyak dan yang digoreng

Setelah 24 jam tanpa muntah

  • Pemberian makanan secara normal dapat kembali diberikan sekitar 24 jam setelah muntah berhenti. Namun jika anak kembali muntah, sebaiknya segeralah hubungi dokter

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika kondisi tidak membaik, segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Tak hanya itu, anak juga harus segera mendapatkan bantuan medis jika mengalami:

  • Tanda dehidrasi, seperti mulut kering, mata cekung, lesu, serta frekuensi buang air kecil berkurang
  • Kesulitan untuk tidak memuntahkan cairan
  • Berusia kurang dari 1 bulan dan muntah setiap kali Moms memberikan susu
  • Muntah berwarna kuning kehijauan atau terdapat darah
  • Terdapat gejala lain, seperti perut yang terasa keras atau kembung, nyeri perut, atau bahkan sakit kepala
  • Muntah setelah mengalami cedera kepala

Itulah beberapa informasi mengenai pertolongan pertama saat anak muntah terus. Jika muntah tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera hubungi dokter. Dokter akan membantu untuk menemukan penyebab serta penanganan yang tepat.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan anak? Silakan chat dokter kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantu Moms dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Connecticut Children’s. Diakses pada 23 Februari 2021. First Aid: Vomiting 

Healthychildren.org (2017). Diakses pada 23 Februari 2021. Treating Vomiting

NHS Inform (2020). Diakses pada 23 Februari 2021. Vomiting in children and babies

Parents (2015). Diakses pada 23 Februari 2021. How to Stop Vomiting 

Webmd (2019). Diakses pada 23 Februari 2021. Vomiting (Children) 

    register-docotr