Kesehatan Anak

Moms, Waspadai Penyebab dan Gejala Kanker Otak pada Anak Berikut

August 8, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Kanker otak merupakan jenis kanker yang sering ditemukan pada anak-anak. Penyebab kanker otak pada anak sendiri belum diketahui secara pasti.

Merawat anak dengan kanker otak juga dibutuhkan penanganan khusus yang berbeda dengan jenis kanker anak lainnya. Untuk mengetahui lebih dalam tentang faktor risiko, gejala dan penyebab kanker otak pada anak, simak ulasan berikut ini.

Baca Juga: Sering Disepelekan, Ini Faktor-faktor Penyebab Kanker Otak

Mengenal kanker otak pada anak

Penyakit kanker diawali dengan munculnya benjolan tumor pada otak anak. Memangnya apa perbedaan antara tumor dan kanker?

Tumor adalah benjolan abnormal yang muncul di organ tertentu. Benjolan ini bisa jinak dan juga ganas. Sementara kanker adalah benjolan tumor yang bersifat ganas dan bisa menjalar ke seluruh tubuh lalu merusak sel sehat lainnya.

Melansir John Hopkins Medicine, tumor otak adalah jenis tumor yang paling umum ditemukan pada anak-anak dan remaja. Setiap tahunnya, hampir 5.000 anak didiagnosis menderita tumor otak.

Beberapa jenis kanker otak bisa mengancam jiwa. Karena lokasinya berada di otak, benjolan tumor dan perawatan yang dilakukan bisa memiliki efek jangka panjang pada fungsi intelektual dan neurologis.

Baca Juga : Jangan Sepelekan Sering Sakit Kepala! Kenali 8 Gejala Kanker Otak yang Perlu Diwaspadai

penyebab kanker otak pada anak
Letak tumor pada otak. Foto: https://www.genengnews.com

Penyebab kanker otak pada anak

Melansir Kids Health Org, dokter dan tenaga medis tidak mengetahui apa pastinya penyebab kanker otak pada anak. Namun peneliti berpikir mungkin ada pengaruh faktor genetik dan juga lingkungan.

1. Faktor keturunan

Melansir Mayo Clinic, meskipun jarang terjadi riwayat keluarga dengan tumor otak atau riwayat keluarga dengan sindrom genetik tertentu dapat meningkatkan risiko tumor otak pada beberapa anak.

Para peneliti telah menemukan perubahan gen yang menyebabkan beberapa sindrom warisan yang langka (seperti neurofibromatosis, tuberous sclerosis, sindrom Li-Fraumeni, dan penyakit von Hippel-Lindau).

Semuanya meningkatkan risiko terjadinya beberapa jenis tumor otak dan sumsum tulang belakang pada anak.

2. Kondisi genetik tertentu

Melansir Kids Health Org, beberapa anak yang memiliki kondisi genetik tertentu memiliki peluang lebih besar terkena tumor otak.

Penyakit seperti neurofibromatosis, penyakit von Hippel-Lindau, dan sindrom Li-Fraumeni semuanya terkait dengan risiko tumor otak yang lebih tinggi.

3. Paparan lingkungan

Sebagian besar paparan yang menyebabkan kanker, seperti asap tembakau, entah bagaimana merusak DNA dan sebabkan kanker.

Tetapi otak relatif terlindungi dari sebagian besar bahan kimia penyebab kanker yang bisa kita hirup atau makan. Terlebih lagi, anak-anak cenderung tidak terpapar banyak bahan kimia ini.

4. Paparan radiasi

Sinar-X dan sinar gamma dikenal sebagai karsinogen atau agen penyebab kanker pada manusia. Namun hanya paparan radiasi dalam tingkat tinggi yang bisa jadi penyebab kanker.

Seperti radiasi dari ledakan nuklir, bom atom, dan paparan radiasi tingkat tinggi di tempat kerja seperti di lokasi penambangan uranium. Paparan radiasi yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih tinggi pula.

Tapi bahkan jumlah radiasi yang rendah pun dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena dan meninggal akibat kanker. Tidak ada batas yang jelas untuk paparan radiasi yang aman.

Baca Juga : Sering Disepelekan, Ini Faktor-faktor Penyebab Kanker Otak

Gejala kanker otak pada anak

Gejala-gejalanya tergantung pada lokasi dan ukuran tumor. Karena anak kecil sering tidak mengeluhkan gejala-gejalanya, orang tua harus mengandalkan pengamatan sendiri terhadap anak untuk mewaspadai tanda dan gejala. 

Melansir American Childhood Cancer Organization, berikut beberapa gejala tumor otak pada anak yang harus orang tua waspadai:

  • Kejang yang tidak berhubungan dengan demam tinggi
  • Menatap atau melotot dan melakukan gerakan otomatis berulang
  • Muntah terus-menerus tanpa sebab yang diketahui
  • Kelemahan progresif atau kecanggungan; memiringkan leher, juling
  • Kesulitan menjaga keseimbangan saat berjalan
  • Pubertas sebelum waktunya; retardasi pertumbuhan
  • Sleep apnea
  • Masalah penglihatan
  • Sakit kepala, terutama yang membangunkan anak di malam hari atau dini hari
  • Sakit punggung
  • Perubahan kepribadian, lekas marah, lesu.

Kebanyakan orang tua dari anak-anak yang didiagnosis dengan tumor otak melaporkan variasi dan kombinasi dari gejala-gejala yang tercantum di atas.

Baca Juga : ‘Saya Sering Sakit Kepala Berat, Apakah Ini Kanker Otak?’ Kenali Gejalanya di Sini

Kapan harus ke dokter?

Semakin cepat tumor dideteksi maka dokter dan orang tua bisa merencanakan perawatan yang lebih dini untuk anak.

Maka dari itu, jika menemukan beberapa gejala di atas pada anak sebaiknya segera pergi ke dokter untuk melakukan diagnosis secara menyeluruh.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Americak Cancer Society. Diakses pada 5 Agustus 2020. What Causes Brain and Spinal Cord Tumors in Children?

Americak Cancer Society. Diakses pada 5 Agustus 2020. Do x-rays and gamma rays cause cancer?

American Childhood Cancer Organization. Diakses pada 5 Agustus 2020. Brain Cancers

Mayo Clinic. Diakses pada 5 Agustus 2020. Pediatric brain tumors

John Hopkins Medicine. Diakses pada 5 Agustus 2020. Brain Tumors in Children

Kids Health. Diakses pada 5 Agustus 2020. Brain Tumors

    Berita Terkait
    register-docotr