Kesehatan Anak

Gatal-gatal pada Bayi? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

July 18, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Bayi memiliki tubuh yang masih sangat sensitif terhadap banyak hal, termasuk pada kulitnya. Moms perlu mengetahui penyebab gatal-gatal pada bayi agar bisa mengatasinya dengan tepat. Jika dibiarkan maka akan membuat si kecil semakin tak nyaman.

Apa saja yang bisa memicu gatal-gatal pada bayi? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Penyebab gatal-gatal pada bayi

Gatal-gatal pada bayi bisa disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari reaksi alergi terhadap sesuatu, hingga penyebab yang lebih serius seperti penyakit eksim. Lebih lengkapnya, ini dia lima faktor pemicu gatal-gatal pada bayi yang paling umum.

1. Reaksi alergi

Penyebab gatal-gatal pada bayi yang pertama adalah reaksi alergi. Menurut The Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), alergi merupakan respons berlebihan dari sistem imun terhadap masuknya benda asing, seperti makanan, debu, serbuk, dan lainnya.

Saat ada sesuatu yang dianggap berbahaya, tubuh akan lebih banyak melepaskan histamin, senyawa kimia yang diproduksi oleh sistem imun untuk perlindungan. Sayangnya, zat tersebut juga bisa menimbulkan reaksi di kulit, seperti ruam kemerahan dan gatal.

Reaksi tersebut juga bisa berasal dari ibu yang mengonsumsi makanan-makanan tertentu. Menurut sebuah penelitian, apa yang dimakan oleh ibu menyusui akan berdampak langsung pada kondisi bayi.

Misalnya, saat Moms makan telur dalam jumlah yang banyak, bayi bisa merasakan dampaknya dari ASI. Jadi, pertimbangkan matang-matang sebelum makan sesuatu, ya.

Baca juga: Sering Merasa Gatal? Ini Sederet Obat Gatal yang Perlu Diketahui

2. Infeksi kulit

Faktor lain yang bisa menimbulkan gatal-gatal pada bayi adalah infeksi kulit. Berbeda dengan alergi yang dipicu oleh reaksi dari dalam, infeksi lebih sering terjadi akibat kontak dari luar.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Amerika Serikat, ada bermacam jenis infeksi yang dapat terjadi pada bayi, tapi yang paling sering adalah karena bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut bisa menyebar melalui baju, handuk, selimut, dan benda lainnya.

Jika dilihat dari gejalanya, infeksi adalah kondisi yang lebih serius dari alergi. Selain gatal, akan muncul benjolan-benjolan di kulit yang terkadang berisi cairan. Pertimbangkan menggunakan antibiotik untuk menangani infeksi tersebut.

3. Kulit kering

Bayi lebih rentan mengalami kulit kering dibanding orang dewasa. Ini berhubungan dengan tingkat kelembapan yang dimiliki. Ada banyak hal yang bisa memengaruhinya, seperti suhu AC, cuaca, hingga paparan zat kimia di dalam air.

Tidak hanya itu, menurut Healthline, kulit kering pada bayi juga bisa dipicu oleh kurangnya asupan cairan. Johns Hopkins Medicine menjelaskan, idealnya, bayi baru lahir hingga yang berusia satu tahun harus mendapat ASI setiap dua atau tiga jam.

4. Penyakit eksim

Eksim adalah sebuah kelainan kulit yang biasanya berupa peradangan atau iritasi. Meski tidak menular, kondisi ini bisa menyebabkan ruam merah dan gatal-gatal pada bayi. Gejalanya bisa muncul di mana saja, seperti wajah, leher, tangan, perut, punggung, dan kaki.

Mengutip dari Medical News Today, belum diketahui secara pasti apa yang bisa memicu eksim. Hanya saja, kelainan pada kulit sering dikait-kaitkan dengan faktor genetik dan hormon. Eksim juga bisa berkembang dari alergi dan infeksi yang tak tertangani dengan baik.

5. Gatal-gatal pada bayi karena biduran

Hal terakhir yang bisa menimbulkan gatal-gatal pada bayi adalah biduran. Meski gejalanya mirip seperti alergi makanan, biduran bisa dipicu oleh lebih banyak faktor. Rasa gatal dan bercak merah di kulit pada biduran bisa dipengaruhi oleh gigitan serangga dan paparan sinar matahari.

Biasanya, gejala dari biduran akan menghilang kurang dari 24 jam. Meski, semuanya tergantung pada sensitivitas kulit dan tingkat keparahannya.

Baca juga:  Setop Garuk-garuk! Ini 9 Bahan Obat Gatal Alami yang Bisa Digunakan

Cara mengatasi gatal-gatal pada bayi

Rasa gatal di kulit akan membuat bayi tak nyaman. Kondisi ini bisa menyebabkannya menangis terus-menerus. Selain menghubungi dokter, Moms bisa meredakan gatal-gatal tersebut dengan cara:

  • Tenangkan bayi. Menurut American Academy of Dermatology, stres pada bayi justru bisa memperparah rasa gatal.
  • Obat topikal, digunakan untuk meringankan dampak dari infeksi bakteri di kulit.
  • Kompres air dingin, berfungsi untuk menenangkan kulit yang meradang.
  • Oatmeal bath, yaitu mandi menggunakan campuran oatmeal untuk meredakan rasa gatal. Oatmeal mengandung avenantramides yang dapat berfungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi.
  • Pakaian yang tepat. Jangan memakaikan baju berkain kasar agar tidak terjadi iritasi akibat gesekan. Baju longgar dari kain katun lembut bisa menjadi alternatif.
  • Berikan pelembap. Krim pelembap bisa meminimalkan terjadinya kulit kering yang dapat memicu rasa gatal.

Nah, itulah lima penyebab gatal-gatal pada bayi dan cara mengatasinya. Tetap jaga kebersihan, ya, agar gejala yang dirasakan buah hati tercinta tidak semakin memburuk.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Health of Children, diakses 12 Juli 2020, Itching.
  2. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 12 Juli 2020, Common skin infections in children
  3. BC Medical Journal, diakses 12 Juli 2020, Itching Skin in Children.
  4. MadeForMums.com, diakses 12 Juli 2020, Itchy skin – 14 reasons why your child may be scratching.
  5. Asthma and Allergy Foundation of America, diakses 12 Juli 2020, Allergy Facts and Figures
  6. American Academy of Dermatology, diakses 12 Juli 2020, Home Remedies: What Can Relieve Itchy Eczema?
  7. Healthline, diakses 12 Juli 2020, How to Spot and Take Care of Your Baby’s Rash
  8. Healthline, diakses 12 Juli 2020, Is My Skin Dehydrated?
  9. Medical News Today, diakses 12 Juli 2020, What are hives (urticaria)?
  10. Medical News Today, diakses 12 Juli 2020, What’s to know about eczema?
  11. Johns Hopkins Medicine, diakses 12 Juli 2020, Feeding Guide for the First Year.

    Berita Terkait
    register-docotr