Kesehatan Anak

Untuk Anak Jangan Coba-Coba Ya Moms, Ketahui Obat Diare yang Aman untuk Pemulihannya

August 1, 2020 | Husni Efendi | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Diare yang menimpa anak akan membuatnya sering bolak-balik buang air besar ke kamar mandi, dengan feses yang lembek dan berair. Bukan hanya mengganggu, namun juga bisa membahayakan, lalu apa saja obat diare anak yang aman untuk mengatasinya?

Anak-anak memang cukup rentan terkena diare, yang umumnya disebabkan beberapa hal, dari mulai infeksi, alergi, hingga keracunan makanan. Namun diare umumnya tidak berlangsung lama, mungkin tidak lebih dari satu atau dua hari, dan biasanya membaik dengan sendirinya.

Baca Juga: Daftar Penyebab Anak Diare, Ternyata Tak Hanya Akibat Virus dan Bakteri

Obat diare anak yang beredar di pasaran, amankah?

Jika diare berlangsung lebih dari dua hari, atau bahkan sudah pada tahap dehidrasi, anak Moms mungkin memiliki masalah yang lebih serius. Agar tidak semakin parah, tentu perlu segera mendapat pengobatan. Tapi apa sajakah obat diare anak yang aman?

Loperamide (imodium), bismuth subsalicylate (pepto-bismol), atau attapulgite, adalah beberapa obat diare atau mencret yang umumnya tersedia di pasaran.

Namun penting digarisbawahi, bahwa obat-obatan ini rata-rata ditujukan untuk orang dewasa, dan bukan anak-anak, khususnya anak berusia kurang dari enam tahun.

Obat diare generik tidak direkomendasikan untuk anak-anak, sebab obat-obatan ini juga punya efek samping, sebut saja dari mulai sakit perut, mulut kering, mengantuk, pusing, sembelit, mual, muntah, hingga sulit berkonsentrasi.

Moms perlu menghindari penggunaan obat diare tanpa resep atau petunjuk dokter, untuk menghindari potensi membuat kondisi anak semakin parah.

Jenis obat diare anak yang aman

Pada dasarnya, anak-anak tidak dianjurkan mengonsumsi obat-obatan tertentu kala mengalami diare, asalkan anak tetap cukup makan dan minum dengan nutrisi, dan tidak sampai pada tahap dehidrasi.

Berikut di bawah ini adalah beberapa pilihan obat diare anak yang aman, namun apabila diare yang dialami si kecil tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, Moms bisa segera membawanya ke dokter.

1. Oralit

Diare bisa berbahaya jika tidak segera diobati, sebab bisa menghabiskan air dan garam dari tubuh anak. Jika cairan ini tidak diganti dengan cepat, anak Moms bisa mengalami dehidrasi dan mungkin perlu dirawat di rumah sakit.

Umumnya dokter akan merekomendasikan Oral Rehydration Solutions (ORS) atau solusi rehidrasi oral, atau dikenal sebagai oralit, untuk diberikan kepada anak-anak, khususnya yang mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.

Oralit mengandung senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (CaCl2), glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat, untuk mengembalikan kadar elektrolit dan cairan tubuh anak.

Moms bisa membuat oralit sendiri di rumah, dari campuran air hangat, gula, dan garam, namun oralit juga tersedia di beberapa apotek atau toko obat, dalam bentuk bubuk atau cairan.

Oralit dapat dibeli tanpa resep, namun akan lebih baik jika kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang dosis yang harus diberikan, berapa lama, dan lainnya.

Oralit diperlukan untuk melengkapi kebutuhan cairan tubuh, mengingat rehidrasi dengan air saja tidak cukup, karena tidak mengandung campuran natrium, kalium, dan mineral serta nutrisi penting lainnya.

Barengi juga dengan makanan lain yang bergizi dan mengandung kalori, untuk memenuhi energi anak.

Baca juga: Atasi Diare dengan Oralit, Bagaimana Cara Membuatnya Sendiri di Rumah?

2. Suplemen zink

Selain oralit, penanganan diare pada anak juga bisa lebih optimal, dengan dibarengi dengan pemberian suplemen zink (seng), untuk menangani diare pada anak.

Pemberian suplemen zink untuk pemulihan anak yang diare ini juga direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, daripada mengonsumsi obat generik.

Suplemen zink sendiri dipercaya dapat membantu meringankan gejala diare, mengurangi lamanya anak sakit diare, sekaligus membantu anak lebih cepat sembuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan pemberian suplemen zink saat diare, terutama pada anak di bawah usia 5 tahun.

Orang tua bisa memberikan anak sekitar 20 mg suplemen zink setiap hari, selama 10-14 hari untuk mengatasi diare akut. Untuk anak yang berusia masih di bawah 6 bulan, bisa diberikan 10 mg suplemen zink per hari saat terkena diare.

3. Suplemen probiotik

Probiotik yang merupakan bakteri baik, terutama yang mengandung Lactobacillus, juga dianggap berkhasiat sebagai obat diare anak, untuk mempercepat masa pemulihan diare.

Probiotik bisa merangsang bakteri baik dalam usus untuk melawan bakteri jahat penyebab diare, meneteralisir racun, dan mengembalikan jumlah bakteri baik di dalam usus yang mungkin telah habis terkalahkan.

Dengan kehadiran bakteri baik melalui pemberian suplemen probiotik ini, dapat meringankan gejala diare akut pada anak, termasuk yang disebabkan oleh gastroenteritis. Selain itu, juga dapat memicu pertahanan atau sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat pada anak.

Asupan probiotik tambahan bisa didapatkan dari berbagai suplemen, dalam bentuk sirup, kapsul hingga bubuk. Perlu dicatat, produk suplemen bisa mengandung jumlah probiotik berbeda, maka baiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum memberikan suplemen probiotik.

Selain dari suplemen obat, asupan probiotik juga bisa kamu dapatkan melalui makanan atau minuman yang difermentasi, seperti yoghurt.

Pencegahan diare pada anak

Beberapa cara untuk mencegah anak-anak terkena diare, di antaranya:

  • Pastikan anak-anak mencuci tangan dengan baik dan sering, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan, sebab tangan yang kotor membawa kuman ke dalam tubuh
  • Jaga permukaan kamar mandi seperti wastafel dan toilet senantiasa bersih
  • Cuci buah dan sayuran dengan baik sebelum makan
  • Bersihkan meja dapur dan peralatan memasak dengan baik, khususnya setelah bersentuhan dengan daging mentah, terutama unggas
  • Dinginkan daging sesegera mungkin setelah dibawa pulang dari pasar atau supermarket, dan masak sampai tidak merah muda lagi
  • Jangan minum dari sungai, mata air, atau danau, kecuali dapat betul-betul dipastikan bahwa air tersebut aman untuk diminum
  • Hindari mencuci kandang atau mangkuk hewan peliharaan di area atau wastafel yang sama seperti yang digunakan anggota keluarga untuk menyiapkan makanan

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  • Caring for Kids, Dehydration and diarrhea, https://www.caringforkids.cps.ca/handouts/dehydration_and_diarrhea, diakses pada 29 Juli 2020
  • FDA, How to Treat Diarrhea in Infants and Young Children, https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/how-treat-diarrhea-infants-and-young-children, diakses pada 29 Juli 2020
  • Hopkins Medicine, Diarrhea in Children, https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diarrhea-in-children, diakses pada 29 Juli 2020
  • Kemkes, Kenali diare pada anak dan pencegannya, http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/tips-sehat/20170403/4620310/kenali-diare-anak-dan-cara-pencegahannya, diakses pada 29 Juli 2020
  • Kids Health, Diarrhea, https://kidshealth.org/en/parents/diarrhea.html, diakses pada 29 Juli 2020
  • Medscape, Pediatric Gastroenteritis in Emergency Medicine Medication, https://emedicine.medscape.com/article/801948-medication, diakses pada 29 Juli 2020
  • WHO, Zinc supplementation in the management of diarrhoea, https://www.who.int/elena/titles/bbc/zinc_diarrhoea/en, diakses pada 29 Juli 2020
  • WebMD, Diarrhea and treatment, https://www.webmd.com/first-aid/diarrhea-treatment-in-children, diakses pada 29 Juli 2020
    register-docotr