Kesehatan Anak

Si Kecil Malas Sikat Gigi, Waspadai Karies Gigi pada Anak

January 30, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Masalah kesehatan gigi bisa dialami siapa saja, anak-anak atau orang dewasa. Namun, masalah kerusakan pada gigi lebih umum terjadi pada anak, termasuk karies gigi pada anak.

Dilansir dari American Dental Association, karies gigi pada anak adalah kondisi saat gigi mengalami kerusakan atau berlubang pada gigi susu anak usia prasekolah. Kenapa bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya? Berikut penjelasannya.

Mengenal karies gigi pada anak

Karies gigi pada anak disebut juga dengan gigi berlubang atau kerusakan gigi. Di Amerika Serikat, kondisi ini salah satu yang paling umum terjadi.

Dalam persentase yang dibuat oleh CDC, 1 dari 5 anak usia 5 sampai 11 tahun memiliki setidaknya satu gigi rusak dan tidak dirawat.

Sementara 1 dari 7 remaja usia 12 hingga 19 tahun, memiliki setidaknya satu gigi yang rusak dan tidak dirawat. Kenapa karies gigi pada anak seringkali terjadi?

Penyebab rusaknya gigi anak-anak

Karies atau gigi berlubang dapat terjadi karena berbagai faktor. Kombinasi dari kebiasaan makan makanan manis, tidak membersihkan gigi hingga ada peran bakteri di dalam mulut yang menyebabkan gigi berlubang.

Proses terjadinya kerusakan gigi dimulai dari sisa makanan yang menempel di gigi dan tidak dibersihkan. Kotoran yang kemudian menjadi plak gigi. Plak yang menempel itu lama-kelamaan memakan lapisan email gigi dan akhirnya menyebabkan lubang atau kerusakan pada gigi.

Gejala terjadinya kerusakan gigi pada anak

Meski termasuk dalam masalah kesehatan gigi, tapi karies gigi pada anak tidak selalu menyebabkan sakit. Sebagai orangtua, Moms bisa melihat tanda-tanda anak mengalami kerusakan gigi dengan hal-hal berikut ini:

  • Adanya bintik hitam pada gigi
  • Bintik putih pada gigi
  • Anak menjadi rewel dan lebih mudah menangis
  • Lebih peka pada makanan atau minuman dingin
  • Mulut bengkak
  • Tidak mau makan
  • Lesu

Bagaimana cara mengatasi kerusakan gigi yang dialami anak-anak?

Kerusakan gigi atau lubang pada gigi biasanya diatasi dengan cara penambalan yang dilakukan oleh dokter gigi. Selama prosedur, dokter gigi akan menghilangkan kerusakan gigi dan kemudian mengisi lubang dengan bahan penambal berupa komposit putih atau bahan logam.

Mengisi lubang gigi diharap akan menyelamatkan atau mempertahankan gigi pada anak-anak, hingga waktunya tanggal. Karena kehilangan gigi susu lebih cepat, akan menyebabkan gigi permanen tumbuh dengan posisi yang kurang tepat.

Jika kondisi cukup parah, dokter akan merekomendasikan penggunaan mahkota gigi. Mahkota atau crown gigi berupa lapisan luar yang memperbaiki bentuk yang rusak. Pemasangan mahkota juga bisa melindungi gigi dari kerusakan yang lebih parah.

Namun, ada juga kerusakan gigi yang terlanjur parah hingga menyebabkan infeksi. Biasanya dokter akan mencabut gigi yang bermasalah tersebut. Dokter juga akan merawat bekas gigi susu, agar gigi permanen tumbuh dengan baik.

Apakah kondisi kerusakan gigi pada anak bisa dicegah?

Cara pencegahan yang paling baik adalah menjaga kebersihan mulut anak. Anak harus menyikat gigi dua kali sehari. Moms juga perlu memastikan anak menyikat gigi dengan cara yang benar.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi anak dan mencegahnya dari kerusakan:

  • Menyikat gigi, lidah dan gigi rutin dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  • Anak di bawah 3 tahun, juga tetap harus menyikat gigi dua kali sehari. Namun, hanya menggunakan pasta gigi berfluoride seukuran sebutir beras. Untuk anak 3 tahun ke atas, gunakan pasta gigi seukuran kacang polong.
  • Batasi camilan yang tinggi gula seperti permen, gula atau bertekstur lengket dan menempel pada gigi.
  • Jangan berbagi peralatan makan dan empeng dengan anak lain, karena dapat menjadi tempat perpindahan bakteri dari mulut ke mulut.

Selain tips di atas, menjadwalkan kunjungan ke dokter gigi untuk pemeriksaan rutin setiap 6 bulan juga perlu dilakukan. Ini untuk memastikan kesehatan gigi anak.

Demikian informasi tentang karies gigi pada anak dan semoga dapat membantu Moms untuk menjaga kesehatan gigi Si Kecil.

Punya pertanyaan lain seputar kesehatan? Konsultasikan masalah kesehatan Moms dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 22 Januari 2021
What to Do If Your Child Has a Cavity — and How to Prevent More
CDC, diakses 22 Januari 2021
Children’s Oral Health
Mayoclinic, diakses 22 Januari 2021
Cavities/tooth decay
American Dental Association, diakses 22 Januari 2021
Early Childhood Caries

    register-docotr