Kesehatan Anak

Moms Wajib Tahu, Ini Penyebab Utama si Kecil Alami Infeksi Saluran Pencernaan

February 6, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Setiap manusia pasti akan mengalami gangguan pada saluran pencernaannya, hal itu juga berlaku pada bayi. Apabila kelihatan rewel, diiringi muntah hingga diare, kemungkinan alami infeksi saluran pencernaan pada bayi. Yuk simak apa penyebabnya.

Apa penyebab terjadinya infeksi saluran pencernaan pada bayi?

Saat bayi lahir, sistem pencernaannya akan sibuk mengolah nutrisi dari makanan dan minuman. Terlebih lagi, sistem tersebut masih berkembang, sehingga tidak heran beberapa masalah perut cenderung bermunculan salah satunya seperti timbulnya infeksi saluran pencernaan pada bayi. 

Melansir penjelasan dari laman Harvard Medical School, gastroenteritis adalah radang lambung dan usus yang menyebabkan diare, muntah, mual, dan gejala gangguan pencernaan lainnya.

Di dunia industri, penyebab gastroenteritis yang paling umum pada anak-anak adalah virus, bakteri (keracunan makanan), dan parasit usus.

Masalah gastrointestinal dapat muncul dari waktu ke waktu pada masa bayi. Mereka biasanya disebabkan oleh infeksi virus di perut. Infeksi virus rotavirus dan norovirus adalah penyebab umum gastroenteritis pada bayi dan anak-anak. 

Tak hanya itu, penyebab lainnya ada karena bakteri Escherichia coli, campylobacter, dan salmonella. Berikut ini beberapa penyebab gangguan gastrointestinal pada bayi beserta gejala dan pengobatannya seperti dilansir dari Healthline:

Norovirus

Norovirus adalah penyebab paling umum dari penyakit bawaan makanan di seluruh dunia. Ini sangat mungkin menyebar di antara orang-orang di ruang terbatas.

Meskipun dalam banyak kasus virus menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi, penularan dari orang ke orang juga mungkin terjadi.

Gejala ketika bayi mengalami infeksi saluran pencernaan karena norovirus umumnya akan mual, muntah, diare, dan sakit perut. Terkadang sakit kepala dan demam ringan bisa terjadi. 

Gejala infeksi virus ini biasanya muncul satu hingga dua hari setelah seseorang mengonsumi makanan atau air yang telah terkontaminasi virus. Gejala yang ringan bisa hilang dalam satu hingga tiga hari.

Apabila anak mengalami gejala infeksi virus ini, sangat disarankan untuk menjauhkan dari anak-anak lain sampai gejalanya hilang, untuk membantu membatasi penyebaran infeksi.

Rotavirus

Seperti dilansir penjelasan dari laman Healthline, rotavirus adalah penyebab utama gastroenteritis viral pada anak-anak di seluruh dunia.

Anak-anak biasanya terinfeksi ketika mereka menyentuh benda yang terkontaminasi virus dan kemudian memasukkan jari mereka ke dalam mulut. Ada vaksin rotavirus yang tersedia di beberapa negara.

Anak-anak yang terinfeksi biasanya mulai menunjukkan gejala beberapa hari setelah terpapar rotavirus. Gejala khas termasuk muntah dan diare berair, dan biasanya berlangsung sekitar tiga hingga tujuh hari. Demam dan sakit perut sering terjadi.

Cara terbaik untuk mencegah rotavirus adalah dengan sering mencuci tangan bayi dan tangan sendiri secara menyeluruh, terutama setelah mengganti popok bayi.

Vaksin yang aktif melawan rotavirus mulai tersedia pada awal 2006. Ada dua merek vaksin rotavirus. Seorang bayi harus mendapat dua atau tiga dosis, tergantung merek mana yang digunakan.

  • Dosis pertama: usia dua bulan
  • Dosis kedua: usia empat bulan
  • Dosis ketiga (jika perlu): usia enam bulan

Infeksi Escherichia coli

Escherichia coli adalah bakteri yang menyebabkan gangguan saluran pencernaan. Sebenarnya ada ratusan strain E. coli, di antaranya tidak berbahaya dan hidup di usus manusia serta hewan yang sehat. 

Namun, satu jenis tertentu beracun dan dapat menyebabkan sakit perut yang parah. Gejala infeksi E. coli meliputi kram perut, diare, tinja berdarah, dan demam.

Gejala biasanya hilang dalam lima sampai 10 hari. Orang dengan infeksi ini menular selama satu atau dua minggu setelah penyakitnya sembuh.

Infeksi Campylobacter

Campylobacteriosis adalah infeksi bakteri yang menyebabkan kram perut, diare, tinja darah, dan demam. Gejala biasanya berlangsung sekitar dua hingga lima hari. Orang yang mengalami infeksi ini dapat menular selama mereka mengalami gejala.

Infeksi dapat menyebar dengan memakan daging yang telah terkontaminasi oleh bakteri yang disebut Campylobacter jejuni, atau dengan meminum air yang terkontaminasi.

Susu dan telur mentah yang tidak dipasteurisasi adalah sumber kontaminasi lainnya. Kadang-kadang, infeksi dapat menyebar melalui kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi.

Infeksi salmonella

Salmonellosis adalah infeksi sekelompok bakteri yang disebut salmonella. Sekitar 12 hingga 72 jam setelah terinfeksi bakteri, kebanyakan orang akan mengalami gejala seperti diare, kram perut, dan demam. 

Gejala biasanya berlangsung selama empat hingga tujuh hari. Namun, bayi dan kelompok berisiko tinggi lainnya seperti orang tua dan mereka yang sistem kekebalannya lemah dapat mengalami infeksi yang parah.

Infeksi parah dapat menyebar dari usus ke aliran darah, dan kemudian ke bagian tubuh lainnya.

Kebanyakan orang yang terkena infeksi salmonella pulih sepenuhnya, meskipun buang air besar mereka mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal. 

Baca juga: Dapat Menyerang Sistem Pencernaan, Apakah Mencret Termasuk Gejala COVID-19?

Cara mengatasi infeksi saluran pencernaan pada bayi 

Melansir penjelasan dari laman Healthline, dalam kebanyakan kasus, tindakan perawatan diri adalah pengobatan yang direkomendasikan. Antibiotik tidak akan membantu infeksi saluran pencernaan dari virus atau parasit.

Meskipun antibiotik dapat membantu kasus rumit infeksi bakteri, dalam kasus yang tidak rumit, antibiotik sebenarnya dapat memperpanjang kondisi dan meningkatkan risiko kambuh.

Selain itu, pada infeksi tertentu, antibiotik dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Dokter dapat membantu menentukan apakah kamu atau bayimu memerlukan antibiotik atau tidak.

Dokter umumnya akan menyarankan agar menghindari makanan berserat tinggi yang dapat memperburuk diare. 

Tak hanya itu saja, sangat merekomendasikan juga obat bebas yang menetralkan asam lambung atau yang mengobati mual, sakit perut, dan diare.

Perawatan  yang paling penting untuk orang dewasa dan anak-anak hingga bayi saat terkena infeksi saluran pencernaan adalah dengan tetap terhidrasi.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Aboutkidshealth.ca (2009) diakses pada 2 Februari 2021. Gastrointestinal infections in babies
  2. Healthline.com (2018) dikses pada 2 Februari 2021. Gastrointestinal Infection: Symptoms, Causes, and Treatment
  3. Health.harvard.edu (2017) diakses pada 2 Februari 2021. Gastroenteritis In Children
  4. Thebump.com (2017) diakses pada 2 Februari 2021. 5 Common Baby Tummy Troubles and How to Help 
    register-docotr