Kesehatan Anak

Infeksi Paru-Paru pada Bayi, Bisakah Disembuhkan?

May 29, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Infeksi paru-paru pada bayi biasanya terjadi akibat virus yang dapat menyebar dengan mudah. Jika dibiarkan, infeksi ini akan berbahaya dan menyebabkan masalah kesehatan lain yang lebih serius.

Karena itu, orang tua harus segera memeriksakan kondisi bayi ke dokter sebelum terjadi hal yang lebih buruk. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai infeksi paru-paru pada bayi yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Mengenal Fimosis: Gangguan Penis yang Sering Terjadi pada Bayi

Apa penyebab infeksi paru-paru pada bayi?

Infeksi paru-paru pada bayi disebabkan oleh respiratory syncytial virus atau RSV. Dilansir dari Healthline, RSV adalah penyebab serius infeksi saluran pernapasan yang dapat menyerang orang-orang dari segala usia termasuk bayi.

RSV dapat menimbulkan konsekuensi serius pada grup tertentu, seperti bayi di bawah 6 bulan, bayi yang lahir secara prematur, dan bayi yang memiliki penyakit paru-paru. Virus ini dapat menyebar pada orang melalui batuk dan bersin. 

Selain itu, RSV juga bisa menyebar langsung dari orang ke orang atau ketika seseorang bersentuhan dengan barang yang terkontaminasi seperti mainan bayi. Perlu diketahui bahwa penyakit akibat RSV umumnya terjadi pada musim dingin dibandingkan waktu lain.

Jenis infeksi paru-paru pada bayi

Pada bayi, RVS dapat menyebabkan penyakit atau infeksi yang lebih serius. Beberapa jenis infeksi paru-paru pada bayi akibat infeksi RVS yang perlu kamu ketahui, antara lain sebagai berikut:

Bronkiolitis

Salah satu infeksi paru-paru pada bayi adalah bronkiolitis. Bronkiolitis terjadi ketika virus menginfeksi bronkiolus, yang merupakan saluran udara terkecil di paru-paru. Infeksi ini dapat membuat bronkiolus membengkak dan mengalami peradangan.

Lendir terkumpul di saluran udara ini, di mana akan membuat udara sulit mengalir keluar masuk paru-paru dengan bebas. Biasanya, waktu puncak bronkiolitis adalah selama bulan-bulan musim dingin.

Untuk beberapa hari pertama, tanda dan gejala bronkiolitis mirip dengan flu yakni pilek, hidung tersumbat, batuk, serta demam ringan. Setelah ini, mungkin ada satu minggu atau lebih bayi akan kesulitan bernapas dan mengeluarkan suara siulan ketika mengeluarkan napas yakni mengi.

Pneumonia

RSV dapat menyebabkan infeksi berat lainnya, termasuk pneumonia. Dalam beberapa kasus, bayi mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit segera sebelum infeksi semakin membahayakan kesehatan. 

Seperti kebanyakan infeksi, pneumonia biasanya menyebabkan demam yang disertai dengan menggigil, kulit memerah, dan rasa tidak nyaman secara umum. Selain itu, bayi yang menderita pneumonia mungkin akan kehilangan nafsu makan dan tampak kurang energik dari biasanya.

Perlu diketahui, diagnosis pneumonia biasanya dibuat berdasarkan tanda atau gejala. Namun, terkadang rontgen dada juga diperlukan untuk memastikan dan menentukan sejauh mana keterlibatan paru-paru.

Bisakah infeksi paru-paru pada bayi sembuh?

Jika perawatan terhadap infeksi paru-paru segera diberikan, maka penyakit bisa sembuh. Pengobatan infeksi paru-paru pada bayi biasanya berdasarkan pada penyebabnya, yakni berupa:

Pengobatan bronkiolitis

Tes dan sinar-X biasanya tidak diperlukan untuk mendiagnosis bronkiolitis. Dokter hanya akan mengidentifikasi masalah dengan mengamati anak dan mendengarkan paru-paru dengan stetoskop. 

Bronkiolitis umumnya berlangsung selama dua hingga tiga minggu. Karena itu, kebanyakan anak dengan bronkiolitis dapat dirawat di rumah dengan pengobatan suportif. Penting untuk mewaspadai perubahan dalam kesulitan bernapas atau membuat suara mendengus pada setiap napas.

Karena virus menyebabkan bronkiolitis, antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri tidak efektif melawannya. Namun, infeksi bakteri seperti pneumonia dapat terjadi bersamaan dengan bronkiolitis sehingga dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk infeksi tersebut.

Pengobatan pneumonia

Jika pneumonia disebabkan oleh virus, biasanya tidak ada pengobatan khusus selain istirahat dan tindak pengendalian demam yang umum dilakukan. Penekan batuk yang mengandung kodein atau dekstrometorfan tidak boleh digunakan.

Karena seringkali sulit untuk mengetahui apakah pneumonia disebabkan oleh virus atau bakteri, dokter anak mungkin meresepkan antibiotik. Semua antibiotik ini harus diminum sesuai resep dan dosis khusus yang direkomendasikan.

Baca juga: Viral Bayi Laki-laki Lahir dengan 3 Penis, Begini Penjelasan Medisnya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical News Today (2020), diakses 25 Mei 2021. How to spot and treat RSV in babies
  2. Healthline (2019), diakses 25 Mei 2021. RSV in Babies: Symptoms and Treatment
  3. Mayo Clinic (2020), diakses 25 Mei 2021. Bronchiolitis
  4. Healthchildren.org (2020), diakses 25 Mei 2021. Pneumonia
    register-docotr