Kesehatan Anak

Moms Wajib Tahu, Ini Kadar Bilirubin Normal pada Bayi Baru Lahir

October 4, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Moms, mengetahui secara detail mengenai bilirubin normal pada bayi merupakan hal yang penting. Bayi baru lahir yang memiliki kadar bilirubin yang tinggi dapat mengalami penyakit kuning (jaundice), ditandai dengan perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kuning.

Baca juga: Biasa Dialami saat Baru Lahir, Ini Macam-Macam Penyebab Bayi Kuning

Apa itu bilirubin?

Bilirubin adalah pigmen kuning yang terdapat dalam darah dan feses. Bilirubin dibuat di dalam tubuh saat protein hemoglobin dalam sel darah merah tua dipecah. Pemecahan sel-sel yang sudah tua ini adalah proses yang normal.

Setelah beredar di dalam darah, bilirubin kemudian bergerak ke organ liver. Di dalam liver, bilirubin diproses, dicampur menjadi empedu, dan kemudian diekskresikan ke saluran empedu dan disimpan di dalam kantong empedu.

Kemudian empedu dilepaskan ke usus kecil untuk membantu mencerna lemak. Pada akhirnya, bilirubin dikeluarkan melalui feses.

Berapa kadar bilirubin normal pada bayi?

Pada anak yang lebih tua dan orang dewasa, nilai normal bilirubin langsung (direct bilirubin) adalah dari 0-0,4 miligram per desiliter (mg/dL). Sedangkan untuk nilai normal bilirubin total (total bilirubin) yakni 0,3-1,0 mg/dL. Nilai normal kadar bilirubin tersebut tentu saja berbeda dengan bayi.

Bilirubin normal pada bayi yang baru lahir adalah di bawah 5 mg/dL pada 24 jam pertama setelah kelahiran. Beberapa bayi yang baru lahir terlahir dengan bilirubin tinggi, yang mana hal ini menyebabkan kondisi yang disebut sebagai penyakit kuning.

Tingginya kadar bilirubin tersebut terjadi karena ketika baru dilahirkan, liver bayi belum mampu untuk memproses bilirubin sepenuhnya. Ini adalah kondisi sementara yang biasanya hilang dalam 1-2 minggu. Meskipun demikian, kondisi ini harus selalu dipantau.

Baca juga: Jangan Panik Moms, Begini Cara Mengatasi Kuning pada Bayi Baru Lahir

Berapa bilirubin yang dianggap tinggi?

Hampir semua bayi memiliki peningkatan kadar bilirubin dalam 1-2 hari setelah lahir. Penyakit kuning pada bayi yang baru lahir didiagnosis ketika bayi memiliki kadar bilirubin dalam darah di atas 5 mg/dL.

Bayi dengan jaundice memiliki kulit yang tampak kuning. Hal ini dimulai dari wajah, dada dan perut, dan kemudian kaki. Tak hanya itu, bagian putih mata juga terlihat kuning.

Bayi dengan kadar bilirubin yang sangat tinggi mungkin akan mengalami beberapa gejala seperti mengantuk, rewel, dan lemas. Sebagian besar jenis penyakit kuning dapat hilang dengan sendirinya, tetapi sebagian lain membutuhkan perawatan untuk menurunkan kadar bilirubin.

Ketika bilirubin pada si Kecil sudah naik secara drastis, ini memerlukan perawatan dan pemantauan oleh dokter. Tes bilirubin biasanya dilakukan melalui darah.

Adapun batas kadar bilirubin pada bayi yang memerlukan perawatan yakni:

  • Usia kurang dari 1 hari: lebih dari 10 mg
  • Usia 1-2 hari: lebih dari 15 mg
  • Usia 2-3 hari: lebih dari 18 mg
  • Usia lebih dari 3 hari: lebih dari 20 mg

Dilansir Kids Health, beberapa faktor yang dapat menyebabkan bayi lebih berisiko terkena penyakit kuning di antaranya adalah:

  • Kelahiran prematur
  • Memiliki golongan darah yang berbeda dengan sang ibu
  • Memiliki masalah genetik yang menyebabkan sel darah merah lebih rapuh
  • Terlahir dengan jumlah sel darah merah yang tinggi (polisitemia) atau memar di kepala (cephalohematoma)

Jadi, memastikan bilirubin normal pada bayi merupakan hal yang penting. Jika bayi memiliki kadar bilirubin yang tinggi, sebaiknya konsultasikanlah pada dokter.

Apa bahaya bilirubin yang terlalu rendah atau tinggi?

Dilansir Web MD, kadar bilirubin yang lebih rendah dari normal tidak menjadi masalah. Namun, jika khawatir Moms dapat berkonsultasi dengan dokter.

Meskipun sangat umum terjadi peningkatan kadar bilirubin pada bayi yang baru lahir selama beberapa hari kehidupan, tetapi jika kadar bilirubin melebihi 20 mg/dL atau lebih, ini dapat didiagnosis sebagai penyakit kuning parah (hiperbilirubinemia) yang dapat menyebabkan kern ikterus.

Kern ikterus adalah jenis kerusakan otak yang disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan cerebral palsy atheoid, gangguan pendengaran, masalah pada penglihatan dan gigi, dan terkadang dapat menyebabkan cacat intelektual.

Kernikterus sendiri memiliki beberapa gejala, seperti:

  • Kulit berwarna sangat kuning atau oranye (perubahan warna kulit mulai dari kepala dan menyebar ke jari kaki)
  • Sulit untuk bangun atau tidak mau tidur sama sekali
  • Sangat rewel
  • Menangis terus menerus dengan suara yang tinggi
  • Memiliki tubuh yang kaku, lemas, dan terkulai
  • Pergerakan mata yang aneh
  • Tubuh bayi melengkung seperti busur (kepala atau leher dan tumit ditekuk ke belakang dan bagian tubuh lain melengkung ke depan)

Deteksi dan penanganan dini penyakit kuning dapat mencegah terjadinya kernikterus. Maka dari itu, sangat peting bagi Moms untuk selalu memerhatikan bilirubin normal pada bayi dan terus memantau kadar bilirubin yang rendah maupun tinggi.  

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya! Kini, semua informasi kesehatan ada di genggamanmu!

Reference

Bellybelly.com (2020). Diakses pada 02 Oktober 2020. Billirubin Levels in Newborns – What’s Normal? 

Centers for Disease Control and Prevention (2019). Diakses pada 02 Oktober 2020. What are Jaundice and Kernicterus? 

Healthline (2018). Diakses pada 02 Oktober 2020. What Causes High Bilirubin? 

Healthline (2018). Diakses pada 02 Oktober 2020. Bilirubin Blood Test 

Kids Health (2019). Diakses pada 02 Oktober 2020. Jaundice in Newborns 

Webmd (2019). Diakses pada 02 Oktober 2020. What is Bilirubin Test? 

    register-docotr