Kesehatan Anak

Benarkah Anak Sering Buang Air Kecil, Pertanda Kandung Kemih Overaktif?

September 10, 2020 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ketika anak masih kecil wajar jika mengalami ngompol atau sering buang air kecil. Tapi hal itu menjadi tidak wajar setelah mulai agak dewasa dan masih terus buang air kecil. Ketika hal itu terjadi kamu perlu tahu penyebabnya, bisa jadi itu tanda kandung kemih overaktif lho. 

Apa itu kandung kemih overaktif?

Dilansir dari WebMD, kandung kemih yang terlalu aktif dapat menyebabkan inkontinensia urin, yang merupakan pelepasan urin tanpa disengaja. Anak-anak maupun orang dewasa dapat mengalami kandung kemih yang terlalu aktif.

Kandung kemih yang terlalu aktif jenis inkontinensia urin tertentu adalah kondisi umum masa kanak-kanak yang didefinisikan oleh keinginan untuk buang air kecil secara tiba-tiba dan tidak terkendali. 

Perlu kamu ketahui bahwa kandung kemih yang terlalu aktif ini tidak sama dengan mengompol, atau enuresis nokturnal. Mengompol lebih sering terjadi, terutama pada anak kecil.

Gejala kandung kemih overaktif ini dapat mengganggu rutinitas sehari-hari pada anak. Hal ini sering kali dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak. Komplikasi fisik lain dari kandung kemih overaktif pada anak-anak adalah:

  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.
  • Peningkatan risiko kerusakan ginjal.
  • Peningkatan risiko infeksi saluran kemih.

Bicaralah dengan dokter jika kamu mulai mencurigai buah hati menderita kandung kemih overaktif ini. Dalam kebanyakan kasus, biasanya penyakit ini akan hilang dengan sendirinya.

Namun jika tidak, ada perawatan dan tindakan di rumah yang tersedia untuk membantu anak mengatasi atau mengelola kondisi tersebut. 

Baca juga: Cegah Berkembang hingga Parah, Ini 6 Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Penyebab kandung kemih overaktif pada anak

Melansir penjelasan dari WebMD, anak-anak yang menderita kandung kemih overaktif ini memiliki kebutuhan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya karena otot kandung kemihnya mengalami kejang yang tidak terkendali. 

Otot-otot di sekitar uretra yaitu tabung dari kandung kemih yang dilewati urin dapat terpengaruh. Otot-otot ini dimaksudkan untuk mencegah urin keluar dari tubuh, tetapi mereka mungkin “tertimpa” jika kandung kemih mengalami kontraksi yang kuat.

Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan kebutuhan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya karena saluran kemih meradang dan tidak nyaman. Kondisi neurologis tertentu dapat menyebabkan gejala ini.

Penyebab lain kandung kemih overaktif adalah kondisi yang disebut polakiuria, atau sindrom sering buang air kecil di siang hari. Anak-anak yang mengalami polakiuria sering buang air kecil. 

Dalam beberapa kasus, mereka mungkin buang air kecil setiap lima sampai 10 menit atau buang air kecil antara 10 sampai 30 kali sehari. Kondisi ini paling umum terjadi pada anak-anak berusia 3 hingga 8 tahun dan hanya muncul selama jam bangun. 

Tidak ada gejala lain yang muncul. Dokter percaya bahwa polakiuria berhubungan dengan stres. Biasanya, kondisinya hilang setelah dua hingga tiga minggu tanpa memerlukan perawatan. Penyebab lain kandung kemih terlalu aktif pada anak-anak meliputi:

  • Konsumsi kafein yang meningkatkan pengeluaran urin dan dapat menyebabkan kejang pada otot kandung kemih.
  • Konsumsi bahan-bahan yang mungkin membuat anak alergi.
  • Anak mengalami peristiwa yang menyebabkan kecemasan.
  • Jarang buang air kecil (menahan kencing terlalu lama).
  • Kapasitas kandung kemih kecil.
  • Kelainan struktural pada kandung kemih atau uretra.
  • Sembelit.

Cara mengatasi kandung kemih overaktif pada anak

Setiap tahun setelah usia 5 tahun, jumlah kasus kandung kemih yang terlalu aktif menurun sebesar 15%. Anak dapat belajar untuk merespon dengan lebih tepat waktu terhadap sinyal tubuh untuk buang air kecil. 

Selain itu, kandung kemih overaktif dapat hilang dengan sendirinya, ketika masa stres yang dihadapi oleh anak telah berakhir. Namun jika kondisi anak tidak sembuh, perawatan dapat mencakup pelatihan kandung kemih dan pengobatan. 

Dalam pelatihan kandung kemih, anak akan menggunakan latihan untuk memperkuat dan mengkoordinasikan uretra dan otot kandung kemih untuk mengontrol buang air kecil. 

Latihan semacam itu mengajarkan anak untuk mencegah buang air kecil saat jauh dari toilet dan mengantisipasi keinginan untuk buang air kecil. Teknik tambahan untuk membantu kandung kemih yang terlalu aktif sebagai berikut seperti dilansir dari WebMD

  • Menghindari kafein atau bahan lain yang dapat mendorong kandung kemih terlalu aktif.
  • Buang air kecil sesuai jadwal  misalnya, setiap dua jam.
  • Melakukan kebiasaan buang air kecil yang sehat, seperti meluangkan waktu yang cukup untuk buang air kecil dan mengendurkan otot saat buang air kecil.

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd.com (2019) diakses pada 8 September 2020. Overactive Bladder in Children
  2. Healthline.com (2018) diakses pada 8 September 2020. Overactive Bladder in Children: Causes, Diagnosis, and Treatment
  3. Medicalnewstoday.com (2017) diakses 8 September 2020. Overactive bladder in children: What to know 
    register-docotr