Kesehatan Anak

Si Kecil Sering Mengejan, Apakah Ini Berbahaya?

December 16, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Moms, ketika si Kecil buang air besar (BAB) tak jarang ia mengejan untuk mengeluarkan fesesnya. Akan tetapi bagaimana jika bayi sering mengejan padahal ia tidak BAB? Apakah ini berbahaya? Untuk memahaminya, Moms bisa menyimak ulasannya di bawah ini.

Apa penyebab bayi sering mengejan tetapi tidak BAB?

Sembelit adalah salah satu alasan mengapa bayi sering mengejan padahal ia tidak BAB atau mengeluarkan kotoran. Ini disebabkan karena feses yang keras menjadi sulit untuk dikeluarkan, sehingga bayi bisa sering mengejan daripada biasanya.

Sembelit bukan hanya mengenai seberapa sering bayi BAB, tetapi ini juga mengenai betapa sulitnya mereka untuk melakukannya. Nah, berikut ini adalah beberapa gejala sembelit pada bayi yang perlu Moms ketahui:

  • Menangis saat BAB karena kesulitan untuk mengeluarkan kotoran
  • Tidak BAB selama 3 hari atau lebih
  • Kurang napsu makan
  • Kesulitan mengeluarkan kotoran setelah mengejan dalam waktu yang lama
  • Perut si Kecil terasa kencang
  • Ketika kesulitan BAB, si Kecil mungkin saja menjadi lebih rewel.

Tak hanya itu, Moms mungkin saja melihat si Kecil seperti sedang mengejan ketika ia melakukan peregangan secara refleks.

Baca juga: Bayi Sembelit, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penyebab sembelit pada bayi

Sembelit dapat terjadi jika feses tetap berada di usus dalam waktu yang lama. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah:

  • Tidak cukup makan serat
  • Asupan cairan yang kurang
  • Peralihan menuju makanan padat atau dari ASI ke susu formula
  • Perubahan situasi, misalnya saja seperti melakukan perjalanan.

Apakah bayi sering mengejan akibat sembelit berbahaya?

Moms, ketika bayi sering mengejan karena kesulitan untuk mengeluarkan kotoran sebaiknya segeralah berikan perawatan yang tepat. Bicarakanlah dengan dokter, sebab ini bisa membuat si Kecil tidak nyaman.

Terlebih lagi jika sembelit berlangsung lama dan disertai gejala lainnya, seperti:

  • Muntah
  • Demam
  • Kelelahan
  • Napsu makan berkurang
  • Terdapat darah pada kotoran.

Tak hanya itu, melansir dari Medline Plus, sembelit juga bisa disebabkan oleh penyebab lain, seperti kondisi medis yang memengaruhi usus atau penggunaan obat-obatan tertentu. Oleh karenanya, sangat penting untuk selalu memerhatikan kondisi bayi ketika ia mengalami sembelit.

Bayi mengejan karena sedang belajar BAB

Pada bayi yang baru lahir, mungkin saja Moms melihat ia seperti sedang mengejan atau mengeluarkan suara erangan (grunting).

Hal tersebut biasanya terkait dengan pencernaan. Mereka mungkin saja mengalami gas atau tekanan di perut yang membuat tidak nyaman, dan mereka belum belajar cara bagaimana mengendalikan hal ini.

Ketika bayi mengeluarkan suara mengerang atau terlihat seperti mengejan, itu dapat menandakan bahwa si Kecil sedang belajar cara BAB. Sebab, bayi belum menemukan cara untuk mengendurkan dasar panggul sambil menggunakan tekanan perut untuk mengeluarkan feses dan gas.

Ini tidaklah sama dengan sembelit, hanya saja mereka belum tahu bagaimana cara mengeluarkan kotoran. Ini biasanya disebut sebagai grunting baby syndrome (GBS). Seperti dilansir dari Healthline.

Apakah mengejan pada bayi yang sedang belajar BAB berbahaya?

Dalam kebanyakan kasus, bayi yang mengeluarkan suara mengerang atau terlihat seperti mengejan biasanya dimulai pada bulan-bulan pertama kehidupan dan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu.

Meskipun demikian kemampuan pada masing-masing bayi berbeda. Ini bergantung dari berapa lama bayi mempelajari koordinasi buang air besar. Suara mengerang atau mengejan pada bayi yang sedang belajar BAB berbeda dengan bayi yang memerlukan perawatan medis.

Suara mengerang yang muncul di akhir setiap tarikan napas bisa menjadi tanda gangguan pernapasan. Jika bayi mengejan atau mengerang terlalu sering dan disertai dengan gejala lainnya, sebaiknya segeralah temui dokter. Adapun tanda-tanda lain dari gangguan pernapasan di antaranya adalah:

  • Lidah atau kulit yang membiru
  • Penurunan berat badan
  • Demam
  • Lesu.

Baca juga: 5 Penyebab Bayi Tidak BAB dan Cara Mengatasinya, Moms Wajib Tahu!

Cara mengatasi sembelit pada bayi

Teknik pijat i love u untuk redakan sembelit. Sumber foto: https://www.babyktan.com/

Berikut ini ada beberapa cara yang perlu Moms ketahui sebagai langkah awal penanganan sembelit pada bayi, ini termasuk:

  • Jika si Kecil sudah mengonsumsi makanan padat, cobalah untuk memberikannya makanan yang tinggi serat
  • Mandi air hangat dapat membantu otot bayi menjadi lebih rileks untuk mengeluarkan kotoran
  • Memijat perut bayi dengan lembut.

Jika perawatan rumah tersebut tidak berhasil, bicarakanlah dengan dokter mengenai cara lainnya untuk mengatasi sembelit pada bayi. Dokter akan memberikan saran terbaik untuk menangani kondisi ini.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai bayi sering mengejan. Untuk mendapatkan informasi mengenai seputar masalah ini, Moms juga bisa berkonsultasi dengan dokter.

Moms punya pertanyaan lain seputar masalah kesehatan si Kecil? Silakan chat kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantu Moms dengan layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Healthline (2017). Diakses pada 03 Desember 2020. Why Does My Newborn Grunt? 

Healthline (2018). Diakses pada 03 Desember 2020. The Best Remedies for Your Baby’s Constipation 

Kids Health (2019). Diakses pada 03 Desember 2020. How Can I Tell if My Baby Is Constipated? 

Kids Health (2019). Diakses pada 03 Desember 2020. Movement, Coordination, and Your 1- to 3-Month-Old 

Medline Plus. Diakses pada 03 Desember 2020. Constipation in infants and children 

Seattle Children’s (2020). Diakses pada 03 Desember 2020. Constipation

Webmd (2020). Diakses pada 03 Desember 2020. Your Baby’s Bowels and Constipation 

 

    Berita Terkait
    register-docotr