Kesehatan Anak

Bayi Lahir Tanpa Ekspresi, Kenali Kondisi Langka Sindrom Moebius

July 29, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Beberapa waktu lalu, bayi Hiro yang lahir tanpa ekspresi sempat hangat diperbincangkan. Kondisi ini bukanlah tanpa sebab, karena bayi Hiro mengalami penyakit langka yakni sindrom Moebius. Pernahkah kamu mendengarnya? Seperti apa sindrom ini? Berikut ulasannya.

Apa itu sindrom Moebius? 

Sindrom Moebius adalah gangguan langka yang dapat memengaruhi beberapa saraf kranial (saraf motorik), terutama yang mengendalikan otot-otot wajah. Sehinnga penderitanya tidak dapat tersenyum, mengerutkan kening, mengerutkan bibir, menaikkan alis, bahkan menutup kelopak mata.

Gejala sindrom Moebius

Gejala sindrom Moebius yang muncul akan bergantung pada saraf mana yang terserang. Tetapi gejalanya sudah dapat terlihat sejak lahir. Dalam banyak kasus, penderitanya kehilangan saraf kranial keenam dan ketujuh. 

Sementara itu untuk gejala umumnya, penderita dapat menunjukkan beberapa hal seperti: 

  • Kelumpuhan wajah
  • Kurangnya ekspresi wajah; tidak dapat tersenyum atau cemberut
  • Tidak dapat menggerakkan mata untuk melacak suatu objek
  • Kelopak mata yang tidak sepenuhnya tertutup, bahkan saat tidur
  • Mata kering dan teriritasi
  • Dagu dan mulut kecil serta tidak dapat menutup mulut sepenuhnya
  • Memiliki gigi yang bermasalah, seperti rahang kecil, gigi tidak selaras, atau efek memiliki mulut yang terus terbuka
  • Air liur yang terus mengalir
  • Tonus otot lemah
  • Membungkukkan kepala ke belakang saat menelan
  • Kondisi anyaman tangan atau kaki (sindaktili)
  • Mata juling (strabismus)
  • Lidah pendek
  • Kelengkungan tulang belakang yang tidak normal (skoliosis)
  • Gangguan pernafasan
  • Masalah tidur
  • Kehilangan pendengaran
  • Otot-otot dinding dada yang kurang berkembang
  • Gangguan lain yang terkait dengan bicara, menelan, dan penglihatan

Baca juga: Apa Itu Sindrom APS? Yuk Kenali Gejala Penyakit yang Tengah Diderita Jessica Iskandar

Penyebab sindrom Moebius

Sindrom Moebius sangatlah jarang terjadi, diperkirakan jumlah penderitanya adalah 2:20 juta orang. Penyebab pasti dari gangguan ini pun tidaklah diketahui. Bahkan sindrom Moebius bisa terjadi tanpa adanya riwayat keluarga yang pernah mengalami gangguan tersebut.

Namun para peneliti sepakat bahwa kemungkinan besar sindrom disebabkan oleh banyak faktor (multifaktorial) seperti gangguan genetik dan lingkungan.

Di samping itu, sindrom Moebius juga dapat menyerang perempuan maupun laki-laki.  Penelitian mengenai gangguan ini pun masih harus dilakukan untuk memastikan penyebabnya. 

Diagnosis sindrom Moebius

Tidak ada tes diagnostik yang mengkonfirmasi diagnosis sindrom Moebius. Sehingga diagnosis sindrom Moebius akan dilakukan berdasarkan tanda atau gejala khas yang muncul.

Beberapa tes khusus mungkin dilakukan untuk memeriksa adanya penyebab lain dari kelumpuhan wajah yang terjadi.

Pengobatan yang dapat dilakukan

Tidak ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan sindrom Moebius. Namun terdapat perawatan bagi setiap penderita sindrom Moebius yang disesuaikan dengan kebutuhan atau gejalanya. 

Biasanya diagnosis penyakit ini dapat dipastikan segera setelah bayi lahir. Sehingga akan ada beberapa perawatan yang bisa langsung dilakukan. Mulai dari terapi fisik, terapi okupasi dan terapi wicara dapat dilakukan sedini mungkin.

Terapi penting dilakukan untuk meningkatkan keterampilan motorik serta koordinasi dari penderita kondisi ini. Di samping itu terapi juga bisa melatih kemampuan berbicara serta makan. 

Untuk mengatasi berbagai gejala yang muncul, beberapa dokter spesialis mungkin terlibat untuk merawat penderita sindrom ini, di antaranya:

  • Dokter anak dan ahli bedah anak
  • Spesialis telinga, hidung dan tenggorokan
  • Spesialis pernapasan
  • Ahli saraf
  • Ahli bedah maksilofasial
  • Dokter bedah plastik
  • Psikiater
  • Ahli ortopedi

Tindakan operasi

Jika gejala yang ditunjukkan parah, dokter mungkin akan menyarankan penderita gangguan ini menjalani operasi. Sebuah operasi yang dikenal sebagai “operasi senyum” pun dapat dilakukan untuk membantu kondisi penderita sindrom Moebius.

Operasi ini dilakukan dengan mengambil saraf dari paha dan mencangkoknya ke wajah, khususnya ke otot yang membantu seseorang mengunyah (masseter).

Operasi senyum diketahui mampu meningkatkan gerak wajah serta kemampuan bicara para pasien dengan sindrom Moebius. Tidak hanya itu, para pasien juga berhasil membuat ekspresi wajah tertentu, seperti tersenyum.

Selain operasi senyum, beberapa tindak operasi yang mungkin dilakukan sesuai dengan gejala yang muncul pada penderitanya, seperti: 

  • Pembedahan pada mata atau kelopak mata untuk meningkatkan penglihatan dan memperbaiki strabismus (mata juling)
  • Bedah mulut untuk mengatasi masalah gigi
  • Prosedur ortopedi untuk meningkatkan gerak tubuh
  • Pemasangan brace atau pembedahan untuk memperbaiki skoliosis

Anak dengan sindrom Moebius umumnya mengalami keterlambatan motorik atau bicara akibat gejala fisik yang dialami. Tetapi mereka tidak memiliki keterlambatan intelektual. Untuk itu, perawatan seperti terapi atau operasi penting dilakukan. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    register-docotr