Kesehatan Anak

6 Fakta Main Game, Bisa Perbaiki Penyakit “Mata Malas” pada Anak Lho

March 2, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sindrom mata malas atau dikenal dengan istilah medis amblyopia, adalah kondisi di mana penglihatan salah satu mata tidak berkembang sebagaimana mestinya.

Ketika si Kecil mengalami gangguan ini, maka fungsi penglihatannya akan lebih lemah di satu mata daripada yang lain.

Untuk mengatasinya, dokter sering menyarankan untuk menutupi mata yang lebih kuat agar mata yang lebih lemah menjadi lebih kuat.

Tetapi para peneliti baru-baru ini menemukan alternatif yang menarik untuk memperbaiki hal tersebut, yakni sebuah video game yang dirancang secara khusus.

Baca juga: Yuk, Kenali 4 Penyebab Mata Berair dan Bagaimana Cara Mengatasinya

1. Apa itu penyakit mata malas?

Amblyopia atau mata malas, adalah kelainan yang memengaruhi ketajaman visual mata. Ini biasanya terjadi sejak masa bayi dan anak usia dini (antara usia 6 sampai 9 tahun).

Dilansir dari Sciencedirect, laporan terkini menyebutkan prevalensi ambliopia pada sekitar 2,4 persen dari populasi, dan memengaruhi sekitar 15 juta anak di seluruh dunia.

Mengidentifikasi dan merawatnya sebelum usia 7 tahun, akan memberikan peluang terbaik untuk memperbaiki kondisi ini secara optimal.

Jika tidak, anak-anak akan lebih rentan kehilangan penglihatan permanen, dan mengalami penurunan kemampuan membaca, sampai motorik halus mereka.

2. Perawatan mata malas secara konvensional

Selain dengan ‘penambalan’, terapi penglihatan atau latihan mata juga berperan besar dalam mengobati ambliopia.

Tetes mata atropin juga diketahui dapat membantu beberapa anak dalam mengelola kondisi gangguan mata tersebut.

3. Studi tentang main game dalam menangani penyakit “mata malas” pada anak

Meskipun pengobatan konvensional ambliopia masa kanak-kanak tetap dipercaya. Namun video game yang dirancang khusus ini dinilai memberikan efek pengobatan yang sama, dan bahkan bisa jadi lebih efektif.

Dilansir dari Allaboutvision, dalam studi dua minggu yang dilakukan oleh Retina Foundation of the Southwest, 28 anak penderita ambliopia dibagi menjadi dua kelompok dan dirawat menggunakan dua metode berbeda.

Anak-anak di kelompok pertama memakai penutup mata selama dua jam sehari selama 14 hari (total 28 jam). Sedangkan kelompok kedua memainkan permainan iPad teropong selama satu jam sehari, selama 10 dari 14 hari (10 jam total).

Anak-anak di kelompok kedua mengenakan kacamata anaglyph khusus yang seperti penutup mata. Sehingga membuat mata yang lebih lemah bekerja lebih keras selama aktivitas.

Baca juga: Apa Mata Kamu Minus? Ketahui Jawabannya Lewat 3 Tes Berikut Ini

4. Fakta medis yang dihasilkan

Studi tersebut menemukan fakta bahwa anak-anak yang memainkan permainan iPad, berhasil meningkatkan ketajaman visual mata amblyopic sebanyak 1,5 baris, dan anak-anak yang diberi patch meningkat 0,7 baris.

Tidak hanya bisa memberikan efek pengobatan yang lebih efektif, metode permainan iPad juga dinilai membutuhkan lebih sedikit waktu untuk memperoleh hasil pengobatan amblyopia yang lebih baik.

Studi lain juga menemukan bahwa peningkatan aktivitas visual terkoreksi terbaik (BCVA) yang diperoleh dari game iPad binokuler dapat bertahan setidaknya selama satu tahun setelah perawatan.

Kesimpulannya, kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa perawatan amblyopia dengan video game khusus ini, dapat meningkatkan ketajaman visual lebih cepat daripada teknik menambal.

5. Cara kerja video game dalam mengobati mata malas pada anak-anak

Menggunakan video game adalah inovasi pengobatan mata malas yang dirancang untuk menyenangkan anak-anak.

Selama bermain, anak-anak akan memakai kacamata yang dirancang khusus yang dapat mengisolasi pekerjaan masing-masing mata.

“Kacamata ini memungkinkan presentasi rangsangan yang berbeda untuk setiap mata,”

kata Dr. Fatema Ghasia, pada Cleveland Clinic.

Dengan metode ini, game dirancang untuk menampilkan gambar berwarna merah dan cerah untuk melibatkan mata yang lebih lemah, dan gambar biru yang lebih lembut untuk menarik mata yang lebih kuat.

Cara ini terbukti tidak hanya dapat memperkuat koneksi dari mata yang lemah ke otak. Tetapi juga secara bersamaan memungkinkan kedua mata untuk bekerja sama.

6. Aplikasi untuk mengoreksi penglihatan pada anak-anak

Saat ini ada banyak video game yang dirancang khusus menggunakan teknologi 3D untuk membantu menangani kondisi ambliopia pada anak-anak.

Umumnya jenis permainan yang ditawarkan menggunakan pewarnaan khusus. Jadi untuk bermain dan memanfaatkannya, si Kecil akan memerlukan kacamata anaglyph 3D.

Aplikasi-aplikasi ini juga dibedakan dalam berbagai usia, mulai dari usia sekolah dasar dan pra-sekolah dasar. Jadi orang tua bisa memilih games yang sesuai dengan rentang usia anak mereka.

Penting untuk diketahui bahwa untuk mendapatkan peningkatan fungsi penglihatan secara optimal, anak harus memainkan video game selama sesi 40 hingga 60 menit.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Kamu bisa melakukannya dengan mengunduh aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Video games can help correct lazy eye in children, https://www.allaboutvision.com/conditions/video-games-correct-lazy-eye-children/ diakses pada 1 Maret 2021

Video Games Improve Adult ‘Lazy Eye,’ Study Suggests, https://www.livescience.com/15884-video-games-improve-lazy-eye.html diakses pada 1 Maret 2021

Could Your Child Play a Video Game to Correct Lazy Eye?, https://health.clevelandclinic.org/could-your-child-play-a-video-game-to-correct-lazy-eye/ diakses pada 1 Maret 2021

An action video game for the treatment of amblyopia in children: A feasibility study, https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0042698918300580 diakses pada 1 Maret 2021

Lazy Eye (Amblyopia), https://www.webmd.com/eye-health/amblyopia-child-eyes diakses pada 1 Maret 2021

 

    register-docotr