Kesehatan Anak

5 Manfaat Bayi Tidur Tanpa Bantal dan Tips Memilih Jenis Bantal yang Baik

April 8, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Bantal telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebiasaan tidur kita sehari-hari. Ini bukan hal yang aneh, mengingat kita dikenalkan dengan benda ini sejak masih anak-anak bahkan bayi.

Jika seseorang terbiasa tidur dengan kepala di atas bantal, maka sulit bagi mereka untuk tidur tanpa bantal.

Namun pertanyaannya adalah, apakah bantal benar-benar bermanfaat? Bagaimana jika Moms memilih untuk tidak memakaikan bantal saat si Kecil tidur?

Baca juga: 5 Tanda Bayi Mengalami Separation Anxiety dan Cara Mengatasinya

Manfaat bayi tidur tanpa bantal

Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang bisa diperoleh saat bayi tidur tanpa menggunakan bantal.

1. Mencegah sindrom kepala datar

Dilansir dari Parenting First Cry, ketika kepala bayi menjadi rata di satu sisi karena posisi tidur yang tidak wajar di atas bantal. Hal itu disebut dengan flat head syndrome atau sindrom kepala datar.

Dengan tidak memberikan bantal kepada bayi, ia akan tidur dalam posisi yang wajar dan mencegah si kecil terserang kondisi tersebut.

2. Mencegah suffocation pada bayi

Terkadang ketika bayi memiliki terlalu banyak bantal, atau tidur dengan bantal tanpa diawasi, kecelakaan yang tidak diinginkan dapat terjadi.

Salah satunya adalah bayi bisa mati lemas di bawah bantal atau mungkin lehernya terluka jika dibaringkan dalam posisi yang salah.

Tidur tanpa bantal akan mencegah si Kecil mengalami hal tersebut dan membuatnya beristirahat lebih nyenyak sepanjang malam.

3. Menghindari risiko SIDS

Selain mati lemas, bantal juga meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS) dengan berbagai cara.

Misalnya jika bantal diisi dengan spons atau manik-manik thermocol yang bisa lepas tanpa sengaja, tidur di atasnya bisa menyebabkan bayi tersedak.

Selain itu, bantal tapal kuda yang secara tradisional digunakan untuk menopang kepala bayi yang lembut juga berisiko membatasi pergerakan bayi.

4. Tidak menyebabkan panas berlebih

Menurut ulasan yang diterbitkan pada The Health Site, sebagian besar bantal bayi yang mewah, memiliki sarung menarik berbahan polyester atau kain selain katun.

Ini bisa meningkatkan panas di bawah kepala si Kecil dan menyebabkan fluktuasi suhu di tubuhnya.

Keringat atau panas berlebihan akibat sarung bantal seperti itu dapat menyebabkan kondisi yang disebut hipertermia yang berakibat fatal dan mengancam jiwa.

5. Baik untuk kesehatan leher

Saat tidur leher sebaiknya sejajar dengan kasur. Tetapi ketika bayi tidur dengan kepala di atas bantal, kepalanya akan mendorong leher ke atas atau membungkuk.

Ini merupakan salah satu penyebab sakit leher. Tanpa bantal, kepala bayi akan bersandar pada posisi alami dan juga akan mencegah kerusakan saraf.

Baca juga: Moms, Yuk Ketahui Apa Saja Perkembangan yang Dialami si Kecil saat Berumur 11 Bulan

Tips memilih bantal yang pas untuk si Kecil

Bayi baru lahir memiliki pola tidur yang masih berantakan dan perlu banyak penyesuaian. Jika Moms ingin memakaikan bantal saat ia tidur, pilihlah jenis bantal yang sesuai dengan tips-tips berikut:

1. Perhatikan bahan pengisi

Jangan memilih bantal dengan bentuk manik-manik karena berisiko membuat bayi tersedak jika terjadi kebocoran. Hindari juga memilih bantal berbahan busa.

Bantal latex mulai banyak menjadi rujukan bagi mereka yang ingin mencari bantal untuk bayi.

2. Cari bantal yang terbuat dari bahan hypoalergenic

Memlilih bantal berbahan hypoalergenic dapat mengurangi risiko alergi akibat pemakaian bantal. Apalagi kulit bayi masih sangat sensitif sehingga Moms harus memastikan bantal tidak membuat kulit si Kecil iritasi dan kemerahan.

3. Halus untuk kulit

Tidak hanya isian bantal saja, bagian luar dan sarung bantal juga harus diperhatikan, karena bagian inilah yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi.

Carilah bahan yang lembut, dan jika memungkinkan terbuat dari serat kapas organik. Hindari bantal yang berbulu karena dapat memicu alergi dan rawan menjadi sarang debu dan kuman.

Hindari juga lapisan bantal yang berbahan polyester, karena dapat memicu iritasi pada kulit bayi yang sensitif.

4. Mudah dibersihkan

Baik bantal maupun sarung bantal harus dibersihkan untuk menghindari kuman dan kotoran bersarang di sana. Pastikan juga kualitas bantal tidak akan mudah menurun jika dibersihkan.

Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter kami melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

 

Healthline, Is Sleeping Without a Pillow Good or Bad for Your Health? Diakses pada 8 April 2021

The Health Site, 5 reasons your infant doesn’t need a pillow Diakses pada 8 April 2021

Parenting First Cry, 15 Proven Benefits of Sleeping Without a Pillow Diakses pada 8 April 2021

Luvina, HOW TO CHOOSE BABY’S PILLOW FOR GOOD QUALITY ON SLEEP? Diakses pada 8 April 2021

    register-docotr