Info Parenting

Apakah Berbahaya Jika Tali Pusar Bayi Berbau Tidak Sedap?

March 20, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Setelah bayi lahir, tali pusar yang menempel di plasenta dan bayi akan dipotong, dekat dengan pusar bayi. Butuh satu hingga tiga minggu sampai sisa tali pusar lepas dengan sendirinya dari tubuh bayi. Saat itu, ada kemungkinan tali pusar bayi bau akibat terjadinya infeksi.

Saat pemotongan tali pusar dari plasenta, kuman dapat menyerang tali pusar. Itu yang kemudian menyebabkan infeksi dan membuat tali pusar bayi berbau tidak sedap. 

Penyebab tali pusar bayi bau

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tali pusar bayi berbau tidak sedap bisa terjadi akibat infeksi. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah omphalitis.

Namun, kondisi infeksi ini jarang terjadi, jika proses melahirkan dilakukan di rumah sakit dan pemotongan tali pusar dilakukan dengan steril. 

Infeksi disebabkan oleh pemotongan tali pusar yang tidak steril. Biasanya jika terjadi infeksi, selain tali pusar bayi bau tidak sedap juga akan menunjukkan tanda infeksi lainnya seperti:

  • Merah
  • Bengkak
  • Kulit lebih lunak di sekitar tali pusar
  • Adanya nanah mengalir dari kulit di sekitar tali pusar
  • Demam
  • Bayi rewel
  • Tidak nyaman
  • Membuat bayi terlihat kerap mengantuk

Sementara pada tali pusar yang normal, bagian ujung bekas pemotongan, awalnya akan terlihat mengeluarkan darah tetapi akan mengering dari hari ke hari. 

Apakah tali pusar bayi bau adalah kondisi berbahaya? 

Tali pusar memiliki akses langsung ke aliran darah, sehingga infeksi apapun bisa menjadi serius, walau awalnya hanya infeksi ringan. Infeksi dapat dengan cepat memasuki aliran darah dan kemudian menyebar. 

Kondisi tersebut dapat mengakibatkan sepsis. Sepsis adalah respons tubuh terhadap infeksi yang dapat mengancam jiwa. Karena dapat memengaruhi organ dan jaringan tubuh bayi. 

Apa yang harus dilakukan jika tali pusar bayi bau tidak sedap? 

Segera hubungi dokter anak. Dokter kemudian akan melihat tanda-tanda infeksi. Jika benar-benar terjadi infeksi, kondisi tersebut akan dianggap darurat medis. 

Dilansir dari Healthline, sekitar 15 persen kejadian seperti ini berakibat fatal pada kondisi bayi. Terutama bayi lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi parah jika mengalami infeksi pada tali pusarnya. 

Bagaimana cara mengatasinya? 

Dokter akan mengambil sampel area yang terinfeksi. Kemudian memeriksa apa yang menyebabkannya. Setelah mengetahui atau mengidentifikasi kuman, dokter akan menentukan pengobatan yang tepat, misalkan menggunakan antibiotik untuk melawan infeksi. 

Pada setiap bayi, infeksi yang terjadi dapat berbeda-beda. Karena itu pengobatan yang diberikan juga berbeda-beda. Pada kasus infeksi ringan, dokter mungkin akan merekomendasikan antibiotik berbentuk salep untuk dioleskan di kulit sekitar tali pusar. 

Meski terdengar mudah, tetapi jika dicurigai adanya infeksi, segera konsultasikan dengan dokter. Termasuk saat menyadari tali pusar bayi bau tidak sedap. 

Sementara jika infeksi sudah ke tahap yang lebih parah, bayi mungkin akan dirawat di rumah sakit. Dokter akan memberikan antibiotik intravena untuk melawan infeksi. 

Anak mungkin membutuhkan perawatan selama beberapa hari untuk pemberian antibiotik. Setidaknya dibutuhkan 10 hari pemberian antibiotik intravena. Kemudian mendapat antibiotik tambahan yang diberikan melalui mulut. 

Dalam beberapa kasus, infeksi mungkin perlu diatasi dengan pembedahan. Jika infeksi sudah menyebabkan kematian jaringan, pembedahan juga diperlukan untuk mengangkat sel-sel yang telah mati tersebut. 

Berapa lama waktu pemulihannya? 

Lebih cepat infeksi terdeteksi, lebih cepat juga kemungkinan untuk pulih. Jika terdeteksi lebih awal, bayi dapat pulih sepenuhnya dalam beberapa minggu. Sebelum memasuki pemulihan, untuk kasus berat, bayi juga perlu dirawat di rumah sakit untuk proses pengobatan. 

Pada bayi yang membutuhkan pembedahan, bagian pusar bayi akan ditutup dengan kain kasa. Pemulihan menunggu luka tersebut sembuh menyeluruh. 

Bagaimana agar terhindar dari kondisi tali pusar bayi bau?

Merawat tali pusat dengan baik diperlukan untuk menghindari infeksi. Salah satunya adalah menjaga tali pusar bayi tetap kering. Selain itu, biarkan tali pusar terkena udara dan memastikannya selalu bersih. 

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam merawat tali pusar, hingga terlepas dari tubuh bayi. 

  • Jangan lupa memastikan tangan bersih saat menyentuh area tali pusar bayi. 
  • Gunakan spons mandi saat membersihkan area tali pusar. 
  • Jika bagian pusat tali terlihat basah, tepuk perlahan hingga kering dengan handuk bersih dan lembut.
  • Jaga posisi popok agar tidak menekan area pusar bayi. Ini akan membantu membawa udara mengeringkan area pusar bayi. 
  • Bersihkan kotoran jika terlihat menumpuk di pusar bayi menggunakan kain kasa yang dibasahi dan biarkan area tersebut mengering dengan sendirinya setelah dibersihkan. 

Demikian informasi seputar merawat tal pusar bayi agar terhindar dari infeksi. Jika tali pusar bayi bau tidak sedap terjadi, segera kenali tanda infeksi lain dan beri tahu dokter anak untuk mendapat perawatan medis dengan segera. 

Punya pertanyaan lebih lanjut? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 12 Maret 2021
Identifying and Treating an Infected Umbilical Cord
MedlinePlus, diakses 12 Maret 2021
Umbilical cord care in newborns
Medscape, diakses 12 Maret 2021
What is omphalitis?
NCBI, diakses 12 Maret 2021
Omphalitis

    register-docotr