Info Parenting

Sebelum Memilih Babysitter, Wajib Perhatikan Beberapa Hal Ini!

May 26, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Terkadang bagi beberapa orangtua yang aktif bekerja di luar rumah, tentu sangat membutuhkan peran babysitter untuk menjaga dan mengasuh anak sehari-hari. Namun, perlu dipastikan bahwa sebelum memilih babysitter, tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Tips memilih babysitter yang tepat bagi anak 

Melansir penjelasan dari laman Very Well Family, berikut ini beberapa tips aman memilih babysitter untuk anak yang perlu kamu lakukan:

Rekomendasi babysitter dari orang terdekat

Tempat terbaik untuk mencari babysitter bagi anak adalah dengan mencarinya dalam suatu komunitas yang dikenal, seperti kenalan dari lingkungan sekitar tetangga atau keluarga.

Melakukan wawancara kepada babysitter 

Setelah memiliki beberapa opsi, penting untuk memeriksa referensi tersebut. Saat menghubungi tempat pengasuh tersebut bekerja, tanyakan berapa banyak anak yang mereka miliki.

Tak  ketinggalan, juga sebaiknya cari tahu apakah mereka pernah mengalami masalah mengenai cara pengasuh berinteraksi dengan anak-anak.

Observasi seperti apa interaksi babysitter dengan anak

Langkah selanjutnya adalah mengundang pengasuh untuk berbicara langsung dan melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan anak-anak. Jenis interaksi ini menunjukkan tingkat kenyamanan calon pengasuh dengan anak. 

Penting untuk memilih pengasuh anak yang sesuai dengan metode mengasuh masing-masing orangtua. Pastikan untuk menanyakan tentang pelatihan pengasuh dalam pertolongan pertama atau CPR. 

Diskusikan apa yang mungkin mereka lakukan dalam situasi darurat tertentu. Pengasuh yang kompeten akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan membuktikan bahwa mereka dapat menangani pekerjaan tersebut.

Tentukan apakah memenuhi syarat 

Periksa kualifikasi pengasuh atau babysitter terhadap karakteristik berikut yang direkomendasikan oleh Program Pelatihan Pengasuh Palang Merah Amerika seperti dilansir dari laman Very Well Family

  • Apakah mereka memiliki pelatihan P3K / CPR? 
  • Apakah mereka menunjukkan kedewasaan, penilaian yang baik, dan akal sehat? 
  • Apakah mereka tampak ramah, bertanggung jawab, dan menyenangkan? 
  • Apakah pengasuh merokok? 
  • Apakah mereka rapi dan teratur? 

Di luar kualifikasi apa pun, yang paling penting adalah kamu harus mengikuti naluri diri sendiri sebagai seorang orangtua. Apakah kamu memiliki perasaan yang baik tentang pengasuh dan apakah dapat mempercayai orang ini untuk menjaga si Kecil?

Diskusikan tentang aturan rumah dan tinggalkan nomor kontak

Pastikan kamu mendiskusikan peraturan rumah dengan babysitter dan selalu tinggalkan nomor telepon yang dapat dihubungi setiap saat.

Tinggalkan informasi tentang jadwal apapun seperti, makan atau tidur, alergi makanan, kesukaan dan ketidaksukaan anak, serta informasi penting lainnya yang diperlukan pengasuh untuk perawatan terbaik bagi anak-anak. 

Jika terjadi keadaan darurat yang mengancam jiwa, seorang profesional medis diizinkan untuk merawat anak. Tetapi jika itu adalah cedera yang tidak mengancam jiwa, mereka memerlukan persetujuan orang tua untuk mengobatinya.

Pastikan melakukan pengecekan kepada babysitter untuk memeriksa anak 

Pada malam hari, pastikan untuk menelepon ke rumah, terutama jika kamu mengalami kendala yang membuatmu sulit untuk dihubungi. Pastikan pengasuh mengetahuinya sehingga bisa memberikan pengertian kepada si Kecil. 

Tanyakan pendapat anak tentang babysitter

Bergantung pada usia dan kepribadian anak, mungkin orangtua juga bisa memahami pengasuh berdasarkan informasi dari si Kecil. Apakah anak cocok dengan pengasuh? Apakah mereka diberi makan dan bahagia bersama pengasuh? 

Banyak anak menangis atau menunjukkan kecemasan akan berpisah ketika orangtua berangkat bekerja atau karena beberapa faktor lain. Oleh sebab itu demi mengatasi hal tersebut, diharapkan akan lebih diperhatikan perilaku dan perasaan anak saat bersama dengan pengasuh.

Cara mengetahui anak mengalami kekerasan 

Melansir penjelasan dari laman Kids Health, anak-anak yang mengalami pelecehan atau kekerasan umumnya akan timbul beberapa tanda seperti ini:

  • Sering mengalami memar, terutama di tempat-tempat yang biasanya tidak membuat anak-anak memar karena bermain.
  • Memiliki cerita untuk menjelaskan cedera yang tidak masuk akal atau terus berubah.
  • Tidak mau pulang ke rumah. 
  • Menghindar bersama dengan pelaku kekerasan.
  • Menghindar bersama orang lain atau orang tidak dikenal.
  • Menunjukkan tanda-tanda trauma emosional, seperti ketakutan, kemarahan, atau masalah yang berhubungan dengan atau mempercayai orang lain.
  • Menjadi sedih atau tertekan.
  • Mengalami mimpi buruk atau sulit tidur

Anak-anak yang melihat pelecehan (tetapi bukan korbannya sendiri) atau melihat kekerasan antara orang dewasa yang merawat mereka terkadang menunjukkan tanda-tanda yang sama.

Tanda-tanda ini tidak selalu mengarah pada pelecehan atau kekerasan. Anak-anak yang mengalami masa-masa stres seperti perpisahan atau perceraian orang tua mereka, pindah rumah, atau kematian orang yang mereka cintai juga mungkin sedih, marah, atau menyendiri. 

Tetapi jika tanda-tanda fisik seperti memar terjadi bersamaan dengan masalah perilaku, itu adalah tanda pelecehan yang lebih kuat.

Baca juga: 7 Tips Mengasuh Anak Tunggal agar Tidak Manja dan Egois

Tips mencegah anak menjadi korban kekerasan babysitter

Menurut Kid Power, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua agar anak terhindar dari korban kekerasan: 

Ajari anak untuk tetap merasa aman dengan orang lain

Sebagai orangtua kamu perlu mengajarkan anak tentang keberanian untuk bersuara, mengungkapkan pendapatnya, berani melawan saat merasa terancam atau tidak menyukai perilaku seseorang.

Ketika seorang anak berani untuk bersuara, hal itu termasuk ke dalam bentuk perlawanan terhadap kejahatan, karena banyak anak yang hanya diam saat mengalami tindak kekerasan. 

Bangun komunikasi yang baik dengan anak 

Pastikan kamu memiliki komunikasi yang baik dengan anak, buatlah si Kecil merasa nyaman dan aman ketika berbicara dengan orangtua. 

Perlu kamu ketahui bahwa bercerita adalah bekal penting bagi anak untuk belajar mengungkapkan perasaannya, dan itu harus dimulai dari keluarga. Biasakan untuk selalu bertanya kepada anak apa saja yang terjadi hari ini di sekolah atau siapa teman yang paling dekat dengannya. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Verywellfamily.com (2020) diakses pada 25 Mei 2021. How to Find a Trustworthy and Reliable Babysitter
  2. Whattoexpect.com (2018) diakses pada 25 Mei 2021. Choosing a Babysitter: Six Steps to Babysitter Bliss
  3. Kidshealth.org (2021) diakses pada 25 Mei 2021. Child Abuse
  4. Kidpower.org (2017) diakses pada 25 Mei 2021. Kidpower Safety Tips for Babysitters, Nannies, and Caregivers 
    register-docotr