Info Parenting

Moms, Begini Tips Perawatan Bayi Baru Lahir yang Aman dan Tepat

June 1, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Perawatan bayi baru lahir bagi orang tua bisa jadi momen yang sangat menegangkan. Pengalaman yang minim dan kesan bayi masih dalam kondisi lemah bisa jadi penyebabnya.

Tenang Moms, rasa takut ini bisa diatasi dengan memperbanyak pengetahuan mengenai bagaimana perawatan bayi baru lahir, kok.

Langsung saja simak beberapa tips dan trik cara perawatan bayi baru lahir yang aman di bawah ini, ya!

Aturan dasar perawatan bayi baru lahir

Sebelum lanjut ke poin perawatan, ada beberapa aturan kunci yang sebaiknya Moms ingat dalam proses perawatan bayi baru lahir.

Dilansir Kids Health, berikut beberapa aturan dasar yang perlu diingat:

1. Jangan malu meminta bantuan orang lain

Saat masih di rumah sakit atau persalinan, jangan lupa untuk bertanya semua hal tentang perawatan bayi pada perawat dan dokter. Seperti tips menyusui dan bagaimana menidurkan bayi yang baik.

Setelah Moms dan bayi diperbolehkan pulang, jangan ragu juga untuk meminta bantuan baik dari keluarga atau untuk mempekerjakan baby sitter jika memang diperlukan.

Hal ini dilakukan karena mungkin Moms bisa saja mengalami kesulitan karena aktivitas yang serba baru saat baru melahirkan.

2. Selalu cuci tangan sebelum menyentuh bayi

Sebelum menyentuh bayi pastikan Moms menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan dengan air dan sabun, ya.

Sistem imun bayi belum terlalu kuat dan sangat rentan terkena infeksi penyakit. Bukan cuma Moms, aturan ini juga berlaku untuk siapapun yang ingin menyentuh bayi.

Jika tidak ada air untuk cuci tangan, hand sanitizer bisa menjadi alternatif.

3.  Perhatikan posisi kepala dan leher bayi

Saat Moms ingin menggendong atau mengangkat bayi, jangan lupa untuk sangga bagian kepada dan juga leher dengan baik. Bagian ini masih lemah dan rentan, lho.

Tips menggendong bayi seperti ini biasanya juga diajarkan saat pasangan baru melakukan persalinan di rumah sakit. Jika tidak, Moms bisa menanyakan langsung ke dokter.

4. Jangan menggoyang tubuh bayi dengan keras

Jangan pernah menggoyang-goyangkan tubuh bayi dengan keras ya, Moms. Menggoyang bayi bisa menyebabkan pendarahan dan bahkan hingga kematian.

Misalnya jika Moms ingin membangunkan bayi saat waktunya menyusu, dibandingkan menggoyangkan tubuhnya lebih baik coba untuk menggelitik bagian telapak kakinya.

5. Selalu gunakan alat pengaman dengan tepat

Saat Moms menempatkan bayi di stroller, baby carrier, atau car seat, pastikan setiap komponen pengamannya digunakan dengan tepat. Jangan lupa juga untuk mengencangkan sabuk pengamannya.

6. Perhatikan respons bayi saat diajak bermain

Wajar jika Moms ingin terus bermain dengan bayi, tetapi ingatlah bahwa bayi baru lahir belum siap dengan permainan yang terlalu energik.

Beberapa permainan seperti mengangkat bayi ke udara, atau mengayun-ayunkannya di paha sang ayah sebaiknya dihindari dulu, ya.

Tips perawatan bayi baru lahir from head to toe

diare pada bayi
Menyusui bayi. Sumber foto : Shutterstock

Sebagai orang tua baru, mungkin Moms dan pasangan masih bingung harus mulai dari mana dan bagaimana merawat bayi yang baik.

Dilansir Parents, berikut tips perawatan bayi lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki yang bisa Moms lakukan:

1. Bagian wajah

Wajah bayi yang baru lahir biasanya terlihat kemerahan dan terkadang muncul jerawat. Tapi jangan khawatir, jerawat pada bayi adalah hal yang normal dan tak berbahaya.

Moms bisa mencuci wajah bayi secara rutin menggunakan sabun bayi khusus yang lembut, kemudian keringkan dengan waslap yang bersih dan lembut.

2. Bagian mata

Moms mungkin akan sering menemukan kerak dari kotoran mata pada bayi, dan ini juga termasuk hal yang normal. Kotoran mata pada bayi ini muncul karena saluran air mata yang tersumbat.

Lama-kelamaan kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya setelah beberapa bulan. Untuk membersihkannya, Moms bisa gunakan kapas yang sudah dibasahi dengan air hangat lalu usapkan secara lembut.

3. Bagian kulit kepala

Tidak sedikit bayi yang baru lahir mengalami kondisi cradle cap atau dermatitis seboroik infantil yang membuat munculnya sisik berwarna kuning atau kecokelatan pada kulit kepala dan terlihat seperti topi.

Tapi kondisi ini biasanya akan hilang setelah satu bulan. Jika bayi mengalami hal serupa, Moms bisa membersihkannya dengan sampo khusus bayi.

Moms juga bisa menggosok kulit kepala bayi dengan sisir khusus bayi yang berbahan lembut.

4. Bagian hidung

Kondisi lubang hidung bayi yang masih sempit membuatnya gampang dipenuhi lendir dan kotoran. Nah, Moms bisa membersihkannya menggunakan cotton bud.

Jika bayi mengalami pilek, Moms bisa menyedot cairan hidung dengan alat khusus yang bisa dibeli di toko keperluan bayi. Hindari menyedotnya langsung dengan mulut Moms karena berisiko menularkan penyakit.

5. Kuku jari

Jangan lupa ya Moms untuk memotong kuku bayi secara rutin. Meski kuku bayi masih lembut atau lunak, namun bayi bisa saja melukai kulitnya yang masih sensitif secara tak sengaja.

Moms bisa memotongnya dengan pemotong kuku khusus untuk bayi. Lakukan setelah bayi mandi saat kuku melunak, saat bayi tertidur dan saat bayi dalam keadaan rileks.

6. Bagian kulit

Tidak sedikit bayi yang baru lahir mengalami penyakit kulit seperti dermatitis atopik. Kondisi ini sebabkan kulit kemerahan dan rasa gatal.

Untuk mengatasinya, batasi waktu mandi jangan lebih dari 10 menit. Gunakan sabun khusus bayi tanpa pengharum dan gunakan air hangat.

Setelah mandi, oleskan salep atau krim hypoallergenic pada area yang yang terinfeksi. Untuk baju, pilihlah yang berbahan katun.

7. Bagian paha dan pantat

Penggunaan popok bisa menyebabkan pantat bayi mengalami kemerahan karena kondisi yang lembap. Bagian lipatan juga rentan mengalami iritasi.

Untuk itu, Moms harus rutin mengganti popok bayi. Setelah itu bilas menggunakan air dan keringkan dengan baik. Saat membersihkan area tersebut, jangan gunakan tisu karena bisa sebabkan iritasi.

Sebelum menggunakan popok yang baru, oleskan krim khusus seperti petroleum jelly untuk mengurangi risiko diaper rash.

8. Tali pusat

Jika Moms memutuskan tidak memotong tali pusat bayi saat persalinan, maka biarkan ia kering dan pupus dengan sendirinya. Biasanya tali pusat akan lepas dalam beberapa hari atau bahkan pekan.

Saat tali pusat belum lepas, perhatikan untuk tidak menutup salurannya saat menggunakan popok. Untuk masalah mandi, gunakan metode sponge bath.

9. Bagian kaki

Kaki bayi umumnya akan terlihat tidak lurus, melainkan tertekuk dan terlihat seperti ‘mengangkang’. Jangan khawatir, kondisi ini masih normal karena saat dalam kandungan bayi tinggal di area yang sempit.

Kaki bayi akan lurus secara sendirinya saat usia bayi memasuki usia 18 bulan. Jika Moms kerap membedong bayi, jangan bedong terlalu ketat karena justru bisa berdampak negatif.

10. Telapak kaki

Jari-jari kaki bayi yang baru lahir biasanya terlihat seperti saling tumpuk satu sama lain, dan kuku terlihat tumbuh ke dalam. Tenang, itu adalah kondisi yang normal. 

Gunakan pelembap khusus bayi untuk menjaga kelembapan kulit, terutama di area telapak kaki, ya.

Tips memandikan bayi baru lahir

Untuk bayi yang baru lahir utamanya yang tali pusatnya belum pupus atau belum kering, ada baiknya gunakan metode sponge bath. Yakni penggunaan spons lembut yang dibasahi dengan air hangat dan sabun khusus bayi.

Lakukan metode sponge bath ini sampai tali pusat pupus dan sembuh secara sempurna. Biasanya butuh waktu 1-4 minggu. Berikut beberapa hal yang harus disiapkan untuk memandikan bayi:

  • Handuk yang kering, steril, dan lembut
  • Siapkan washcloth atau lap mandi yang lembut dan bersih
  • Sampo dan sabun khusus bayi tanpa pewangi alias mild, unscented
  • Sisir atau sikat halus khusus bayi untuk menstimulasi kulit kepala bayi
  • Siapkan popok serta pakaian yang bersih

Saat tali pusat bayi sudah pupus dan kering, bayi siap untuk mandi. Saat melakukannya pertama kali, lakukan dengan lembut dan perlahan.

Tips pemakaian popok pada bayi

Ada dua pilihan yang bisa Moms lakukan, menggunakan popok atau kain seperti celana dalam biasa untuk bayi.

Nah untuk urusan ini, orangtua baru biasanya juga merasa kewalahan. Untuk itu simak tips pemakaian popok pada bayi berikut ini.

Bagaimana cara mengetahui popok basah?

Moms bisa perhatikan ekspresi bayi dari geraman atau saat bayi meringis, itu biasanya tanda kalau bayi tengah buang air besar. Biasanya Moms juga bisa tahu dari bau yang muncul.

Selain dari ekspresi bayi, ada juga popok yang memiliki indikator perubahan warna khusus saat bayi pipis dan membasahi popok. 

Jika Moms tidak yakin apakah popok bayi sudah waktunya diganti atau belum, bisa saja cek secara langsung dengan mengintipnya.

Berikut beberapa hal yang perlu Moms siapkan sebelum mengganti popok:

  • Popok baru yang masih bersih. Siapkan beberapa popok cadangan kalau bisa.
  • Lap (washcloth) atau cotton balls. Untuk bayi di bawah 1 bulan yang memiliki diaper rash atau bercak merah pada area popok, bilas bayi dengan cotton ball yang dibasahi dengan air hangat lalu keringkan dengan washcloth.
  • Persiapkan baju ganti. Tidak ada salahnya untuk menyiapkan baju ganti, apalagi saat popok bocor dan mengotori baju bayi.
  • Jika bayi mengalami diaper rash, jangan gunakan terlalu banyak krim. Justru diaper rash ini membentuk semacam pembatas antara kotoran dengan kulit bayi yang masih sensitif.

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika bayi mengalami beberapa kondisi di bawah ini, sebaiknya segera hubungi pihak medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penanganan cepat sangat penting demi keselamatan bayi, berikut tanda yang perlu Moms waspadai:

  • Apabila bayi masih berusia kurang dari 2 bulan dan mengalami demam lebih dari 37 derajat celcius. Atau di atas 38 celcius untuk anak yang berusia 2 bulan ke atas. Demam bisa menjadi tanda penyakit serius, oleh karena itu dibutuhkan penanganan yang cepat
  • Bayi menolak untuk minum ASI
  • Feses bayi cair dan juga berlendir
  • Bayi terlihat lesu, banyak mengantuk atau tidur, dan kurang responsif
  • Sangat sensitif dan mudah menangis dalam waktu lama lebih dari biasanya
  • Munculnya tanda kemerahan pada kulit di beberapa bagian tubuh
  • Area pusar mengalami kemerahan dan juga bengkak
  • Menunjukkan gejala ketidaknyamanan, seperti mengejan saat menggerakkan perutnya
  • Perut terlihat buncit dan muntah (muntah tidak seperti gumoh)

Demikian beberapa informasi penting tentang perawatan bayi baru lahir yang perlu Moms ketahui. Jangan ragu cek ke dokter jika memang menemukan ada indikasi yang tidak biasa, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Kids Health. Diakses pada 29 Mei 2020.  A Guide for First-Time Parents.

Parents. Diakses pada 29 Mei 2020. Newborn Baby Bootcamp: Taking Care of a Newborn.

What to Expect. Diakses pada 29 Mei 2020. How to Change a Baby’s Diaper: Your 5-Step Guide.

What to Expect. Diakses pada 29 Mei 2020. Baby Care 101 for First-Time Parents.

 

    register-docotr