Kamus Penyakit

Kulit Gatal seperti Terbakar Bisa Jadi Kena Penyakit Eksim, Kenali Penyebabnya

June 1, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Jika kamu mengalami gatal yang luar biasa hingga terasa terbakar, bisa jadi kamu terkena penyakit eksim. Agar tidak salah menduga, berikut penjelasan secara lengkap mengenai penyakit kulit ini, simak penjelasannya di bawah ini!

Baca Juga: Sakit Kepala Berkepanjangan? Hati-hati Bisa Jadi Gejala Tumor Otak

Pengertian penyakit eksim

Penyakit eksim atau dermatitis atopik merupakan suatu kondisi yang membuat kulit menjadi kemerahan, gatal, kulit kering hingga terasa terbakar. Penyakit ini biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak, namun dapat juga terjadi pada orang dewasa juga.

Penyakit ini biasanya banyak terjadi pada bagian kulit kepala, tangan, wajah terutama pipi. Kondisi ini tentunya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman serta mengganggu penampilan kamu.

Penyakit eksim berbeda dengan penyakit kulit lainnya karena penyakit ini bersifat kronis atau bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Tidak hanya itu saja, penyakit ini akan hilang timbul atau kambuhan. Secara umum, penderitanya memiliki riwayat penyakit asma dan rintis alergi.

Biasanya penyakit ini akan menyerang bagian tubuh seperti tangan, kaki, lipatan paha dan telinga. Rasa gatal yang luar biasa akan membuat penderitanya merasa ingin menggaruknya.

Tetapi sebaiknya hal ini jangan dilakukan karena dapat menumbulkan infeksi lainnya.

Tidak hanya itu saja, penyakit ini dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan aktifitas dan tidur kamu terganggu. Maka dari itu, kamu harus mengetahui secara mendalam mulai dari gejala, penyebab, hingga pengobatan dari penyakit yang satu ini.

Jenis penyakit eksim

Dalam istilah kedokteran penyakit ini disebut dengan dermatitis. Inilah beberapa jenis dermatitis yang perlu kamu ketahui, antara lain:

Dermatitis atopik

Jenis eksim yang satu ini banyak terjadi pada anak-anak dan bayi. Jenis ini bersifat kronik yang dapat menyebabkan kulit kering dan bersisik pada lutut, siku, leher, dan wajah.

Dermatitis seboroik

Jenis yang satu ini hampir sama dengan ketombe pada umumnya dan sering terjadi pada area kepala. Biasanya akan menimbulkan ruam kemerahan dan kulit kepala kering dan bersisik sehingga menimbulkan serpihan putih yang mirip dengan ketombe.

Dermatitis kontak

Kelainan kulit jenis ini akan timbul ketika kulit kamu terpapar atau terkena zat yang tertentu yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Dermatitis nummular

Kalau jenis eksim yang satu ini merupakan kelainan kulit yang seringkali disebut dengan dermatitis discoid. Biasanya ruam pada kulit akan membentuk seperti koin atau oval.

Dermatitis statis

Kelainan kulit pada jenis ini juga seringkali disebut dengan dermatitis vena. Biasanya banyak mengenai tubuh di area kaki bagian bawah.

Eksim dishodritik

Jenis eksim yang satu ini dapat menyebabkan lepuh di bagian jari tangan, kaki, telapak tangan hingga telapak kaki.

Eksim tangan

Sesuai dengan namanya, jenis yang satu ini hanya mengenai area tangan saja.

Gejala penyakit eksim

Penyakit eksim akan berbeda-beda pada setiap orang. Banyak kasus yang menyatakan bahwa penyakit ini sering muncul pada bagian wajah, kepala, leher, siku, lutut, dan pergelangan tangan atau kaki hingga pada bagian vital lainnya.

Tetapi kebanyakan kasus merasakan bahwa penyakit ini akan menimbulkan rasa gatal yang luar biasa pada malam hari sehingga mengganggu tidur dan aktivitas yang dilakukan di malam hari.

Mungkin pada beberapa kasus, eksim akan menghilang dengan sendirinya dengan bertambahnya usia, tetapi tidak jarang yang akan menderita penyakit ini berkepanjangan hingga seumur hidupnya.

Berikut beberapa gejala penyakit eksim yang harus kamu ketahui, antara lain:

  • Kulit akan terasa kering
  • Muncul warna kemerahan di sekitar kulit, terutama di bagian tangan, kaki, dada, dan kelopak mata
  • Kulit terasa gatal, biasanya akan bertambah parah di malam hari
  • Jika terkena eksim atopik, kulit akan menebal, pecah-pecah, dan bersisik
  • Terdapat benjolan yang berisi carian atau nanah, kemudian akan pecah saat digaruk dan menjadi infeksi atau luka
  • Biasanya kulit akan menjadi bengkak, lebih sensitif, dan terasa perih akibat garukan
  • Rasa tidak nyaman serta penyebaran ruam ini biasanya akan berlangsung selama 3 minggu
  • Pada bayi dan anak-anak, rasa gatal yang hebat tersebut akan membuatnya menjadi rewel dan gelisah.

Penyebab penyakit eksim

Pada dasarnya, penyakit ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya. Namun banyak ahli yang menduga bahwa penyakit ini terjadi akibat ketidakmampuan kulit untuk memperbaiki kerusakan karena mutasi gen filaggrin.

Selain itu, penyakit ini biasanya menurun di keluarga, meski tidak selalu seperti itu. 

Penyakit ini sebenarnya hampir mirip dengan reaksi alergi, karena hal tersebut dipicu oleh faktor yang berasal dari dalam atau luar tubuh. Hal ini menyebabkan kulit akan menimbulkan ruam kemerahan dan gatal.

Berikut beberapa penyebab orang terkena penyakit yang satu ini, yaitu:

  • Seseorang yang mengalami penurunan jumlah atau bentuk protein yang disebut filaggrin di kulit. Protein ini berfungsi untuk mempertahankan hidrasi kulit agar tetap normal
  • Memiliki alergi terhadap makanan, cuaca, atau benda-benda tertentu
  • Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Faktor genetik, di mana salah orang tuanya memiliki riwayat penyakit eksim ini
  • Memiliki kulit yang cenderung kering, mudah berkeringat, dan kebiasaan menggaruk
  • Menggunakan sabun atau pembersih kulit yang mengandung zat kimia penyebab iritasi kulit
  • Penderitanya akan cenderung mengembangkan penyakit kaki jamur, infeksi bakteri Staphylococcus, bahkan dapat menyebarkan herpes di bibir dan mulut.
  • Faktor cuaca yang terlalu kering atau terlalu dingin.

Tetapi kamu harus mengetahui bahwa faktor yang dapat memicu penyakit ini kambuh dan memperburuk penyakit ini berbeda-beda pada setiap orang.

Diagnosis penyakit eksim

Biasanya dokter akan memeriksa dan melihat riwayat kesehatan secara keseluruhan. Diagonisis penyakit ini dapat menggunakan uji tempel atau tes lainnya. Tes tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi yang menyertai eksim.

Jika kamu merasa bahwa ada makanan tertentu yang menyebabkan ruam-ruam ini muncul, segeralah beritahu dokter. Tetapi penyakit ini, tidak memerlukan tes laboratorium.

Biasanya diagnosis penyakit ini dilakukan jika kamu mengalami gejala-gejala hingga 12 bulan dan beberapa kondisi berikut, antara lain:

  • Memiliki riwayat iritasi kulit yang biasanya terjadi di area yang sama
  • Memiliki riwayat penyakit asma di anggota keluarga
  • Menimbulkan kulit merah karena teriritasi di lipatan kulit, seperti bagian dalam siku, di belakang lutut, dan bagian luar siku
  • Kulit terasa kering selama 12 bulan terakhir.

Pengobatan penyakit eksim

Sayangnya hingga saat ini belum ada obat yang efektif untuk menyembuhkan penyakit ini. Tetapi ada beberapa obat dan tindakan medis lainnya yang dapat mengendalikan dan meredakan gejala penyakit ini.

Berikut beberapa cara mengobati eksim yang dapat kamu lakukan, seperti:

Terapi

Wet dressing

Perawatan ini merupakan perawatan yang efektif untuk meredakan eksim yang terbilang parah. Perawatan ini dilakukan dengan membungkus daerah yang terkena dengan kortikosteroid topical dan perban basah. Biasanya hal ini dilakukan oleh dokter di rumah sakit.

Terapi cahaya

Biasanya perawatan ini dilakukan oleh orang-orang yang sering kambuh. Bentuk terapi yang sederhana (fototerapi) yang dilakukan dengan memaparkan kulit pada jumlah sinar matahari alami.

Selain matahari, kamu juga bisa menggunakan ultraviolet buatan seperti ultraviplet A (UVA) dan pita sempit ultraviolet B (UVB) baik sendiri ataupun obat-obatan. 

Tetapi jika dalam jangka waktu panjang, terapi ini juga tidak baik untuk kesehatan. Hal tersebut dapat mengakibatkan penuaan dini dan peningkatan risiko kanker kulit. Tetapi ini juga biasanya hanya dilakukan untuk orang dewasa.

Konseling

Hal ini dapat dilakukan dengan cara berbicara bersama terapis atau konselor untuk membantu penderitanya yang merasa malu bahkan frustasi dengan kondisi kulitnya.

Obat-obatan

Tidak hanya terapi saja, ada beberapa obat-obatan yang dapat meredakan penyakit ini, yaitu:

Antihistamin

Obat ini dapat meredakan eksim yang ditimbulkan akibat alergi. Dikarenakan obat ini akan memberikan efek mengantuk, sebaiknya kamu jangan mengonsumsinya ketika sedang mengemudi atau melakukan kegiatan yang berisiko.

Kortikosteroid oles

Obat ini biasanya digunakan untuk menekan peradangan pada eksim. Tetapi kamu jangan menggunakannya di area yang terbuka atau terdapat luka karena dapat menimbulkan infeksi.

Pelembab kulit

Kamu bisa mengoleskan pelembap kulit di area kulit yang terasa kering. Hal ini berguna untuk membuat kulit kamu tetap lembap.

Baca Juga: Ini Lho Sejumlah Makanan Sehat bagi Penderita Asam Urat

Penanganan penyakit eksim yang dapat dilakukan di rumah

Selain menggunakan terapi dan obat-obatan, ada beberapa penanangan yang dapat membantu mengurangi rasa gatal dan gejala lainnya, antara lain:

Jangan menggaruk

Penyakit eksim akan menimbulkan rasa gatal yang luar biasa yang terkena. Hal tersebut tentunya akan membuat kamu ingin menggaruknya.

Tetapi sebaiknya kamu jangan melakukan hal tersebut. Semakin menggaruknya, kulit kamu akan teriritasi dan infeksi.

Kamu bisa melakukan cara lain untuk mengatasi gatal pada area eksim, kamu bisa mengompres dengan air dingin pada area kulit yang terasa gatal. Kompreslah selama 10-15 menit dan lakukanlah sebanyak 2-3 kali sehari.

Menghindari pemicunya

Kamu harus mengetahui apa yang menjadi penyebab munculnya atau kambuhnya penyakit ini. Sebaiknya kamu menghindari asap rokok, bulu binatang, dan serbuk sari dari bunga karena biasanya hal tersebut membuat kondisi kulit akan semakin parah.

Mengubah pola makan

Ada beberapa makanan yang memicu munculnya gejala penyakit ini seperti telur dan susu sapi. Tetapi sebaiknya kamu konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter agar lebih akurat.

Ada beberapa makanan pemicu kambuhnya kondisi ini dan biasanya dokter dapat memberikan informasi mengenai alternatifnya dengan kandungan gizi yang masih sama baiknya.

Hindari stres

Penyakit ini bisa timbul karena kamu sedang mengalami stres dan suasana hati yang buruk bahkan depresi. Sebaiknya kamu melakukan hal-hal yang positif agar terhindar dari stres.

Mandi secara teratur

Kamu diharuskan mandi secara teratur agar tetap bersih dan terhindar dari kuman. Kamu bisa berendam di bak mandi selama 10 menit. Setelah itu, biasanya kamu dianjurkan untuk mengoleskan pelembap agar kulit tidak kering.

Usahakan kamu harus menjaga kesehatan kulit kamu agar tetap bersih agar terhindar dari berbagai penyakit kulit yang dapat menggangu aktivitas dan penampilan kamu. Kamu juga harus menerapkan pola hidup yang sehat agar terhindar dari penyakit.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. mayoclinic.org (2018) diakses 29 Mei 2020. Atopic dermatitis (eczema). 29 Mei 2020 pukul 15.30.
  2. healthline.com (2017) diakses 29 Mei 2020. What Are the 7 Different Types of Eczema?. 29 Mei 2020 pukul 16.00.
    Berita Terkait
    register-docotr