Info Parenting

Persalinan Bayi Prematur 7 Bulan: Penyebab dan Cara Perawatannya

June 27, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Persalinan adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan suami-istri. Namun, bayi bisa saja terlahir sebelum waktunya, disebut dengan prematur. Bayi prematur 7 bulan misalnya, dilahirkan pada usia kehamilan yang baru saja memasuki trimester ketiga.

Lantas, apa penyebab bayi dilahirkan saat usia kehamilan 7 bulan? Bagaimana perawatannya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu bayi prematur?

Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan sebelum 37 minggu. Bayi prematur seringkali mengidap beberapa masalah medis yang rumit, karena dilahirkan ketika tubuhnya masih dalam proses tumbuh kembang di dalam rahim.

Berdasarkan seberapa dini kelahirannya, bayi prematur dibedakan menjadi beberapa jenis:

  • Late preterm, lahir antara usia kehamilan 34 dan 36 minggu
  • Moderately preterm, lahir antara usia kehamilan 32 dan 34 minggu
  • Very preterm, lahir sebelum usia kehamilan mencapai 32 minggu
  • Extremely preterm, lahir sebelum usia kehamilan mencapai 25 minggu

Kondisi bayi prematur 7 bulan

Saat memasuki usia kehamilan 7 bulan, janin masih mengalami proses tumbuh kembang, baik soal berat dan panjang tubuh, peningkatan gerakan, kemampuan membuka dan menutup mata, hingga kemampuan tangan untuk menggenggam.

Ketika kelahiran prematur terjadi di usia ini, maka kemampuan tersebut mungkin akan terganggu. Misalnya, bayi akan kesulitan untuk menggerakkan matanya terlalu banyak, termasuk jika ada rangsangan cahaya.

Pada usia ini, retina bayi juga seharusnya masih dalam tahap perkembangan. Sehingga, bayi berisiko mengidap retinopati prematuritas.

Penyebab kelahiran bayi prematur 7 bulan

Secara umum, kelahiran dini (termasuk untuk bayi prematur 7 bulan) bisa dipengaruhi oleh banyak hal, baik dari kondisi ibu maupun janin di dalam kandungan. Beberapa di antaranya adalah:

Persalinan spontan

Meski bisa diprediksi, persalinan adalah rangkaian peristiwa yang sering tidak terduga. Pada kasus kelahiran spontan, persalinan terjadi lebih awal dari prediksi dokter. Kondisi ini merupakan hal yang paling sering terjadi, dialami oleh dua pertiga ibu hamil.

Persalinan spontan dapat dipicu oleh sejumlah hal, seperti:

  • Masalah pada serviks: Leher rahim yang berukuran pendek bisa mempercepat proses persalinan.
  • Kebiasaan merokok: Konsumsi atau penggunaan produk tembakau bisa menyebabkan pembuluh darah di rahim menyempit, menghambat nutrisi dan oksigen masuk ke janin hingga memicu persalinan prematur.
  • Stres: Masalah pada suasana hati dan psikologis yang kronis bisa memicu persalinan terjadi lebih awal.
  • Anak kembar: Adanya lebih dari satu janin di dalam kandungan membuat rahim terlalu sempit dan meningkatkan tekanan di dalamnya. Hal itu bisa meningkatkan peluang terjadinya persalinan prematur.
  • Riwayat sebelumnya: Seorang wanita yang pernah melahirkan prematur berpotensi mengalami hal serupa untuk kehamilan berikutnya.

Faktor medis

Jika seorang wanita mengidap penyakit tertentu saat hamil, dokter akan menyarankan melakukan persalinan prematur untuk meminimalkan komplikasi yang bisa membahayakan janin. Beberapa gangguan medis itu biasanya berupa:

  • Preeklamsia: Peningkatan tekanan darah dan bocornya protein urine pada ibu hamil.
  • Masalah pada perkembangan janin: Janin yang tidak tumbuh secara optimal di dalam rahim bisa membuat dokter mengambil tindakan untuk persalinan prematur. Biasanya dipengaruhi oleh masalah pada plasenta, infeksi, dan kelahiran kembar.
  • Solusio plasenta: Kondisi saat plasenta terlepas dari rahim sebelum janin dilahirkan. Persalinan darurat harus dilakukan karena keadaan tersebut bisa membahayakan janin.

Baca juga: Bisa Bahayakan Nyawa, Waspadai Ciri-Ciri Infeksi setelah Keguguran Berikut!

Perawatan bayi prematur 7 bulan

Tergantung dari kondisinya, perawatan bayi prematur 7 bulan mungkin bisa berbeda-beda. Berikut beberapa jenis perawatan yang umum dilakukan untuk bayi prematur:

  • Ditempatkan di dalam inkubator agar bayi tetap merasa hangat dan mempertahankan suhu tubuh normal.
  • Pemantauan tanda-tanda vital pada bayi, seperti menempelkan sensor ke tubuhnya untuk memantau tekanan darah, detak jantung, pernapasan, dan suhu.
  • Ventilator digunakan jika bayi kesulitan bernapas.
  • Penggunaan selang makanan. Bayi yang lahir prematur biasanya sulit menerima air susu ibu (ASI) secara langsung.
  • Transfusi darah, jika memerlukan tambahan darah.

Setelah dilahirkan, bayi prematur umumnya akan dirawat di rumah sakit lebih dulu untuk pemantauan. Bayi bisa dibawa pulang ke rumah jika kondisinya sudah:

  • Bisa bernapas tanpa bantuan ventilator.
  • Dapat mempertahankan suhu tubuh yang stabil.
  • Berat badan terus bertambah selama proses pemantauan.
  • Bebas dari infeksi.

Nah, itulah ulasan tentang bayi prematur 7 bulan beserta penyebab dan perawatannya. Penting untuk selalu melaporkan kondisi bayi secara berkala ke dokter demi meminimalkan keadaan yang tidak diinginkan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 11 Juni 2021, Premature Birth.
  2. Verywell Family, diakses 11 Juni 2021, Causes of Premature Birth.
  3. Verywell Family, diakses 11 Juni 2021,  Premature Babies and Complications by Week.
  4. Raising Children, diakses 11 Juni 2021, Premature baby development: 26-36 weeks.

    register-docotr