Info Parenting

Bayi Ngorok saat Tidur, Apa Penyebabnya?

April 17, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Bayi ngorok atau mendengkur bisa disebabkan oleh faktor tertentu. Pada beberapa kasus, bayi ngorok merupakan hal yang normal. Namun, bayi ngorok juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu yang perlu Moms waspadai.

Nah, agar Moms lebih memahami mengenai penyebab bayi ngorok. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Moms Wajib Tahu, Bolehkah Bayi Minum Air Kelapa?

Normalkah jika bayi ngorok?

Bayi yang baru lahir terutama ketika sedang tidur seringkali bernapas dengan mengeluarkan suara yang terdengar seperti ngorok atau dengkuran. Dilansir dari Healthline, dalam kebanyakan kasus, suara ini bukanlah merupakan suatu tanda berbahaya.

Perlu Moms ketahui bahwa saluran hidung pada bayi yang baru lahir berukuran sangat kecil, sehingga ketika hidungnya kering atau terdapat lendir berlebih pada hidung dapat membuat si Kecil mendengkur atau bernapas dengan mengeluarkan suara.

Terkadang, suara bernapas yang terdengar seperti dengkuran hanya sekadar cara mereka bernapas pada saat baru lahir. Akan tetapi, ketika si Kecil bertambah usia, pernapasan pada bayi yang baru lahir biasanya lebih tenang atau tidak mengeluarkan suara.

Baca juga: Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap? Setiap Orang Tua Perlu Tahu Fakta Ini

Bayi ngorok juga bisa menandakan kondisi tertentu

Kebanyakan bayi berhenti mendengkur pada saat mereka tumbuh dewasa. Namun Moms harus mewaspadai jika bayi terus-menerus ngorok, disertai gejala lain, atau bahkan ngorok masih dialami si Kecil bahkan hingga ia sudah berusia 6 bulan atau lebih.

Sebab, hal tersebut bisa mengindikasikan kondisi medis tertentu, seperti:

1. Hidung tersumbat

Hidung tersumbat juga bisa menjadi penyebab dari bayi ngorok. Jika ini menjadi penyebabnya, hidung tersumbat dapat ditangani dengan menggunakan saline drops.

Pada saat bayi tumbuh, ukuran lubang hidung dapat meningkat dan masalah mendengkur atau ngorok biasanya mereda seiring dengan pertambahan usia si Kecil.

Meskipun demikian, jika bayi terus mendengkur dan hidung tersumbat masih dialami si Kecil atau gejalanya memburuk Moms harus segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Deviasi septum

Deviasi septum adalah suatu kondisi di mana septum hidung atau tulang yang membagi rongga hidung menjadi dua bagian miring ke satu sisi, sehingga menyebabkan satu lubang hidung berukuran lebih besar dibandingkan pada sisi lainnya.

Deviasi septum dapat menyebabkan kondisi lain, sepeti mendengkur atau hidung tersumbat.

3. Laringomalasia

Penyebab bayi tidur mendengkur selanjutnya adalah laringomalasia. Kondisi ini menyebabkan pelunakan pada jaringan kotak suara (laring).

Struktur laring yang abnormal menyebabkan jaringan berada di atas pembukaan jalan napas dan menyebabkan sebagian saluran pernapasan tertutupi.

Biasanya, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya ketika si Kecil berusia 18-20 bulan. Namun jika laringomalasia berlangsung parah dapat mengganggu pernapasan atau aktivitas makan.

4. Pembengkakan adenoid dan amandel (tonsil)

Adenoid adalah jaringan getah bening yang terletak di antara hidung dan tenggorokan. Sedangkan, amandel adalah dua bantalan jaringan getah bening yang berada di bagian belakang tenggorokan.

Baik adenoid maupun amandel memiliki fungsi untuk melindungi anak dari infeksi dengan cara menjebak virus dan bakteri. Meskipun memiliki fungsi yang penting, adenoid dan amandel juga bisa terinfeksi dan mengalami pembengkakan, sehingga dapat menghalangi aliran udara saat si Kecil tidur.

Terkadang pada balita, adenoid dan amandel dapat mengalami pembengkakan tanpa penyebab yang jelas. Namun, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya ketika anak memasuki usia 7 atau 8 tahun.

5. Sleep apnea

Dikutip dari laman Firstcry.com, sleep apnea juga merupakan kondisi yang bisa menyebabkan bayi ngorok, terutama pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun. Sleep apnea sendiri adalah kondisi yang terjadi ketika pernapasan berhenti sementara saat tidur.

Pada sleep apnea tenggorokan dapat menutup saat menarik napas, sehingga ini menyebabkan suara dengkuran.

Pada bayi yang lahir prematur, apnea juga bisa menjadi penyebab bayi mendengkur saat tidur. Bayi prematur rentan mengalami gangguan kesehatan, termasuk masalah pada sistem pernapasan. Sebab, sistem pernapasan si Kecil belum befungsi secara maksimal.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab bayi tidur mendengkur atau ngorok. Apabila bayi ngorok disertai dengan gejala lainnya atau frekuensinya lebih sering terjadi, sebaiknya segeralah hubungi dokter, ya Moms.

Sebab, seperti yang sudah dijelaskan bahwa, bayi ngorok juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Jika Moms memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Baby Center. Diakses pada 10 April 2021. Baby sleep habits: Snoring, sweating, head banging, and more 

Firstcry.com (2019). Diakses pada 10 April 2021. Snoring in Infants: Causes, Side-effects & Remedies 

Happiest Baby. Diakses pada 10 April 2021. Snoring in Children: Causes & Cures 

Healthline (2018). Diakses pada 10 April 2021. Why Is My Newborn Snoring? 

What to Expect (2020). Diakses pada 10 April 2021. Why Is My Toddler Snoring? 

    register-docotr