Info Parenting

5 Permainan Anak Pengisi Waktu Selama #DiRumahAja

September 10, 2020 | Nanda Hadiyanti | Tim Medis Good Doctor
no-image

Dilansir dari Verywellfamily, rata-rata anak menghabiskan waktu 7 jam sehari untuk menggunakan perangkat elektronik. Mungkin saja angka tersebut bertambah selama pandemi COVID-19. Karena anak lebih banyak di rumah tanpa bisa bermain dengan teman sebayanya di luar.

Padahal American Academy of Pediatrics merekomendasikan orang tua perlu konsisten untuk mengatur waktu screen time atau penggunaan perangkat elektronik untuk anak berusia di atas 6 tahun. Apakah mungkin mengganti kegiatan screen time dengan permainan tradisional?

Permainan tradisional alternatif mengisi waktu luang anak

Bukan hal yang mustahil mengajak anak bermain permainan tradisional. Moms bisa mengenalkan permainan tradisional dan memberi pengalaman baru untuk si kecil.

Nah, dari berbagai macam permainan tradisional, berikut daftar permainan yang bisa Moms coba lakukan bersama anak sebagai alternatif pengganti screen time dan pengisi waktu selama di rumah saja.

Engklek

Engklek adalah salah satu permainan tradisional populer. Permainan ini biasanya dimainkan bersama-sama secara berkelompok, atau minimal dua orang. Dikutip dari Serunya Permainan Tradisional Anak Zaman Dulu, engklek adalah permainan yang awalnya berasal dari Inggris.

Sementara di Indonesia, permainan ini mulai dikenal sejak zaman Belanda. Sejak dikenalkan di Indonesia, permainan ini banyak disukai karena cara bermainnya yang mudah dan menyenangkan.

Caranya adalah, kamu terlebih dulu harus membuat denah petak, umumnya petak berjumlah 7 atau 9. Setelah denah dibuat, para pemain akan bergantian bermain.

Hal yang pertama perlu dilakukan adalah melempar batu atau pecahan genting ke arah denah. Kemudian pemain akan melompat dengan satu kaki melewati denah-denah yang sudah dibuat, sambil kembali membawa batu yang sebelumnya sudah dilempar.

Congklak

Berbagai sumber menyebutkan jika dulunya permainan congklak seringkali dimainkan anak perempuan di lingkungan kerajaan. Permainan ini bisa dimainkan oleh dua orang.

Untuk memainkannya, kamu membutuhkan papan congklak, yang memiliki 16 lubang. Kemudian dua pemain duduk berhadapan dan papan diletakkan di tengah pemain.

Setiap pemain memiliki 7 lubang kecil dan 1 lubang besar, yang ada di salah satu sisi papan. Kemudian setiap pemain akan memiliki 49 biji congklak, yang akan dibagi rata ke dalam 7 lubang kecil.

Cara bermainnya, adalah mengambil biji di salah satu lubang dan membagikannya searah jarum jam. Dengan pembagian tersebut, lama-kelamaan biji akan tersebar dan yang paling banyak mengumpulkan biji congklak akan keluar sebagai pemain.

Bermain lompat tali

Meski di rumah saja, anak masih bisa bermain ditemani kakak dan adik. Salah satu permainan yang bisa dimainkan bersama adalah lompat tali. Permainan ini banyak dimainkan oleh anak perempuan.

Untuk memainkannya kamu membutuhkan alat berupa tali yang dibuat dari gelang karet yang disatukan menjadi sebuah tali panjang dan lentur.

Cara bermainnya cukup mudah. Dua orang perlu memegang masing-masing ujung tali karet. Sementara satu orang lagi akan melompati tali yang dipegang.

Bukan sekedar melewati tali, tapi ada beberapa tahapan ketinggian tali yang harus dilewati. Mulai dari pinggang hingga setinggi kepala. Jika gagal melompati tali, tandanya kamu perlu bergantian dengan pemain yang lain.

Permainan ABC-an

Pernah mendengar permainan ABC? Mainan yang akan menguji pengetahuan umum si kecil. Memancingnya untuk berpikir lebih mengenal nama-nama buah, hewan atau benda di sekitarnya.

Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak. Tak masalah jika Moms dan ayah mau ikut bermain bersama si kecil. Permainan ini sangat mudah. Diawali dengan menentukan pertanyaan, bisa menyebutkan nama hewan, nama buah, bunga atau benda.

Kemudian pemain akan menentukan huruf. Caranya, seperti melakukan hompimpa, semua pemain akan menunjukkan jari. Setiap pemain bebas menunjukkan jumlah jarinya. Kemudian jumlah total jari pemain akan dihitung menggunakan abjad.

Jika berhenti di abjad S, misalnya, maka setiap orang harus bisa mencari jawaban dari tiap pertanyaan. Misalkan pertanyaannya adalah sebutkan buah dengan huruf S. Maka kamu bisa menjawabnya dengan Semangka.

Jika ada yang tidak bisa memberikan jawaban yang sesuai, akan mendapat hukuman. Hukumannya bisa hal-hal yang menghibur seperti bernyanyi atau mencoreng wajah dengan bedak.

Halma

Mungkin permainan ini tidak seterkenal permainan lainnya. Namun permainan ini tak kalah menarik. Meski sudah ada versi digitalnya, akan lebih menarik jika bisa dimainkan langsung menggunakan papan halma yang banyak dijual di pasar tradisional atau toko mainan.

Halma sebenarnya permainan yang ditemukan oleh George Howard Monks, asal Amerika dan permainan ini juga dikenal dengan nama permainan papan strategi.

Permainan ini maksimal bisa dimainkan empat orang. Di mana setiap orang akan memiliki sejumlah, seperti catur. Namun peraturannya lebih mudah. Di mana setiap pemain akan bergantian memindahkan bidaknya.

Aturan memindahkan bidak, harus melompati satu bidak di depan atau samping bidak lainnya. Dan setiap pemain harus memindahkan bidak tersebut ke sisi sebrang atau sisi lawan. Siapa yang lebih dulu bisa memindahkan bidaknya secara utuh, dialah yang keluar sebagai pemenang.

Keuntungan bermain permainan tradisional

Selain bisa mengistirahatkan anak dari screen time atau waktu bermain gadget, permainan tradisional memiliki banyak manfaat untuk si kecil.

Seperti permainan congklak yang dapat melatih fokus serta perhatian anak. Anak juga akan belajar memahami strategi, mencari cara terbaik untuk bisa memindahkan biji congklak dengan tepat.

Permainan lain seperti halma dan ABC-an memiliki manfaat mengasah kemampuan berpikir anak. Jika biasanya anak dimanjakan dengan kemudahan permainan yang didukung teknologi, kali ini anak akan lebih tertantang karena membutuhkan kemampuan berpikir yang lebih.

Selain itu permainan lain seperti lompat tali dan engklek juga memberi manfaat olahraga, menyehatkan dan membuat anak lebih aktif.

Demikian beberapa permainan anak yang bisa dilakukan selama di rumah saja. Semoga permainan yang sudah disebutkan bisa menginspirasi Moms untuk mengajak si kecil bermain di masa pandemi ini.

Konsultasi kesehatan dan info parenting bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. American Academy of Pediatrics diakses 9 September 2020 New Recommendations for Children’s Media Use 
  2. Verywellfamily diakses 9 September 2020 Less Screen Time Means a Better Mind and Body for Kids 
  3. Badan Bahasa Kemdikbud diakses 9 September 2020 Serunya Permainan Tradisional Anak Zaman Dulu 
    Berita Terkait
    register-docotr