Gizi Anak

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Menu dan Porsi Makan Bayi 6 Bulan Moms

February 28, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Menginjak usia 6 bulan, bayi sudah bisa mendapat makanan selain air susu ibu (ASI). Bukan sembarang makanan, melainkan makanan pendamping ASI (MPASI). Menu dan porsi makan bayi 6 bulan juga tetap harus diperhatikan, karena sistem pencernaannya belum terbentuk sempurna.

Lantas, apa saja menu yang bisa diberikan pada si Kecil? Serta, seberapa banyak porsi makanan yang dibutuhkan bayi berusia 6 bulan? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Tanda bayi sudah siap mendapat makanan pendamping ASI

Setelah berusia 6 bulan, bayi memang sebaiknya masih diberikan ASI. Namun, ASI saja tidak cukup untuk pemenuhan nutrisinya. Bayi berusia 6 bulan telah mengalami banyak perkembangan, sehingga membutuhkan gizi yang lebih banyak dan kompleks.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan, pemberian MPASI berperan penting dalam pemenuhan protein, energi, dan mikronutrien lainnya. Namun, memberikan MPASI juga tak boleh sembarangan, harus menunggu tanda-tanda dari buah hati seperti berikut:

  • Bisa duduk tegak sendiri dan mampu mengangkat kepalanya tanpa bantuan orang lain
  • Menunjukkan ketertarikan terhadap makanan, misalnya mencoba meraih piring yang ada di hadapannya
  • Anak menunjukkan tanda masih lapar meski sudah diberikan ASI secara rutin, seperti gelisah dan tidak tenang.

Baca juga: MPASI Tunggal atau 4 Bintang, Manakah yang Lebih Baik untuk Bayi?

Porsi makan bayi 6 bulan

Setelah mengetahui tanda-tanda bahwa si Kecil sudah bisa diberi MPASI, Moms perlu memerhatikan porsi makan bayi 6 bulan. Berikut rekomendasi porsi makan bayi 6 bulan menurut IDAI:

  • Banyaknya energi tambahan diperlukan oleh bayi dari MPASI adalah 200 kkal per hari
  • Berikan dua hingga tiga sendok MPASI sebagai tahap awal
  • Makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan dua kali dalam sehari.

Berikan MPASI dengan cara diolah hingga bertekstur seperti bubur kental (puree) atau makanan yang dilumatkan sampai halus (mashed).

Jika ini adalah pertama kali si Kecil mendapat MPASI, selalu perhatikan respons yang diberikan. Rekomendasi tentang porsi makan bayi 6 bulan di atas dapat berubah jika anak menunjukkan reaksi berbeda.

Bayi masih dalam tahap adaptasi, sehingga MPASI yang diberikan mungkin tidak sepenuhnya dimakan. Moms perlu bersabar dan jangan pernah memaksa anak untuk menghabiskan makanan. Namun, usahakan untuk tetap memberi dorongan kepada anak untuk makan.

Panduan membuat dan menyimpan MPASI

Meski mudah dibuat, kebersihan makanan pendamping ASI perlu dijaga agar tak terkontaminasi dengan bakteri. Pastikan tangan dan peralatan makan telah dicuci hingga bersih.

Lalu, dalam pengolahannya, pisahkan talenan yang digunakan untuk memotong bahan makanan mentah dan yang dipakai untuk makanan matang.

Sering kali, banyak ibu membuat MPASI dalam beberapa porsi sekaligus. Nah, Moms perlu memerhatikan cara penyimpanannya dengan benar. Bakteri mudah tumbuh di makanan seperti telur, daging, ikan, dan sayuran.

Agar tetap terjaga kualitasnya dan terhindar dari paparan bakteri, simpan MPASI di lemari pendingin atau kulkas dengan suhu di bawah 5° Celcius. Simpan ikan dan daging dalam wadah plastik serta letakkan terpisah dengan bahan siap masak dan makanan yang telah matang.

MPASI yang telah disimpan di kulkas tak boleh langsung diberikan ke anak. Tunggu hingga dua jam dan kembali panaskan sebelum dikonsumsi oleh si Kecil.

Pilihan menu bergizi untuk MPASI

Porsi makan bayi 6 bulan memang harus diperhatikan, namun ada satu hal lagi yang tak boleh dilewatkan, yaitu tentang menu. Bukan sembarang makanan, Moms sebaiknya memberikan santapan penuh nutrisi agar si Kecil tak kekurangan gizi.

Berikut rekomendasi variasi menu MPASI bergizi yang bisa Moms buat:

  • Karhobidrat: Nasi atau umbi-umbian yang dilumatkan, bisa berperan sebagai sumber energi
  • Protein dan zat besi: Ikan, daging, telur, dan kacang-kacangan
  • Mineral: sayuran seperti bayam dan wortel
  • Vitamin: Buah-buahan seperti pisang, apel, dan alpukat.

Bagaimana jika anak sulit makan?

Ada kondisi yang memungkinkan bayi enggan untuk menyantap makanan. Ini bisa menjadi tantangan bagi setiap orang tua. Menurut penjelasan IDAI, penolakan dari bayi saat diberi makan adalah hal yang normal.

Idealnya, bayi baru tertarik untuk makan setelah 10 hingga 15 kali ditawari makanan. Namun, ada beberapa hal yang bisa menarik minat si Kecil agar mudah makan, yaitu:

  • Berikan makanan dengan jenis yang berbeda dan bervariasi
  • Hindari asumsi bahwa anak tidak menyukai makanan tertentu
  • Tawarkan finger food atau makanan yang bisa diambil, digenggam, dan dimakan sendiri oleh bayi.

Nah, itulah ulasan tentang porsi makan bayi 6 bulan dan rekomendasi menu bergizi yang bisa Moms berikan pada si Kecil. Untuk memastikan pemenuhan gizinya tercukupi, selalu perhatikan kandungan nutrisi pada setiap makanan yang diberikan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), diakses 18 Februari 2021, Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI).
  2. Food and Agriculture Organization (FAO), diakses 18 Februari 2021, Complementary Feeding for Children Aged 6-23 Months.
  3. Firstcry Parenting, diakses 18 Februari 2021, 6 Months Old Baby Food Ideas.

    register-docotr