Gizi Anak

Daftar Makanan yang Tepat Diberikan saat Anak Mengalami Muntah Berat

January 28, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Muntah berat pada anak bisa menjadi gejala dari beberapa penyakit yang berbeda. Anak yang mengalami muntah berulang kali biasanya diakibatkan oleh keracunan makanan, infeksi, hingga mabuk perjalanan.

Masalah ini harus segera ditangani dan pemberian makanan perlu dilakukan dengan tepat. Nah, untuk mengetahui apa saja makanan yang tepat diberikan pada anak dengan kondisi muntah berat, yuk, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Benarkah Zat Besi Bisa Optimalkan Perkembangan Kognitif Anak?

Apa saja penyebab muntah berat pada anak?

Dilansir Parents.com, muntah terjadi ketika isi perut dengan cepat atau dengan paksa dikosongkan melalui mulut. Kondisi ini terjadi lewat kontraksi otot pada perut secara tiba-tiba. Untuk bayi, regurgitasi atau gumoh selama dan di antara waktu makan adalah normal.

Namun, jika gumoh atau muntah ini terjadi beberapa kali dalam sehari maka berat badannya mungkin tidak bertambah. Ketika bayi terlalu sering muntah, segera konsultasikan dengan dokter ahli. 

Penyebab muntah serius lainnya pada bayi adalah stenosis pilorus. Ini disebabkan oleh penyumbatan atau penyempitan pada bukaan antara lambung dan usus. Tanpa pengobatan, penyumbatan dapat menyebabkan dehidrasi parah dan penurunan berat badan. 

Anak-anak yang tiba-tiba mulai muntah biasanya menderita gastroenteritis, infeksi lambung, dan usus oleh virus atau bakteri.

Infeksi virus cenderung lebih ringan dan dikaitkan dengan gejala pernapasan, seperti sakit tenggorokan, hidung tersumbat, atau sakit telinga. Namun, infeksi bakteri biasanya lebih parah dan mengakibatkan diare dengan darah.

Makanan untuk anak yang mengalami muntah berat

Ketika anak mengalami muntah berat, maka pastikan agar terhidrasi dengan baik dan diberi nutrisi yang tepat. Pada bayi, kamu harus memperkenalkan makanan dan minuman secara bertahap.

Beberapa makanan yang bisa diberikan ketika anak sedang muntah berat, yakni sebagai berikut:

Asupan cairan

Kamu perlu memastikan anak cukup minum ketika sedang muntah berat. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah dehidrasi dan mengganti cairan, garam, dan kalori yang hilang saat muntah.

Mulailah memberikan cairan kepada anak meskipun sedang merasa mual. Jika anak baru saja muntah, tunggulah 30 hingga 60 menit sebelum memberikan cairan dan berikan dalam jumlah yang kecil namun bertahap.

Setelah muntah, penggantian cairan sangat penting baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun, jus buah dan minuman yang dimaniskan dengan gula tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan kram atau diare. 

Larutan rehidrasi oral atau oralit

Pada anak-anak yang muntah berat, pilihan pertama untuk mengatasinya adalah dengan memberikan larutan rehidrasi oral atau ORS. Minuman ini dapat membantu pemulihan dengan memberikan konsentrasi gula dan elektrolit tertentu yang optimal, termasuk natrium, kalium, dan bikarbonat.

Pedoman hidrasi dalam American Family Physician edisi Juni 2012 merekomendasikan untuk sering-sering minum oralit dalam waktu 10 hingga 60 menit setelah muntah.

Makanan hambar

Untuk anak yang lebih kecil, mulailah dengan makanan hambar, seperti saus apel, pisang yang dihaluskan, atau sereal bayi. Anak-anak yang lebih besar bisa diberikan biskuit, roti panggang, biji-bijian campur, sup, kentang tumbuh, atau roti putih.

Makanan padat

Jika cairan dapat ditoleransi dan muntah tidak terlalu berat, maka makanan padat bisa dilanjutkan. Beberapa makanan hambar ini dapat bekerja dengan baik sebagai cara pertama untuk mengisi perut setelah muntah berat.

Adakah hal yang perlu dihindari setelah muntah?

Saat mengatasi anak yang muntah berat, kamu perlu menjauhi makanan berlemak atau digoreng karena dapat mengiritasi perut. Tak hanya itu, hindari juga pemberian produk susu pada anak karena akan membuat kondisi perut semakin memburuk.

Apabila kondisi anak tidak kunjung membaik, segera periksakan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Muntah yang tidak terkendali dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti mata cekung, lesu, dan detak jantung cepat maka memerlukan cairan infus di rumah sakit.

Baca juga: Bolehkah Mengolah Terong untuk MPASI? Yuk Simak Penjelasannya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Parents.com (2015), diakses 27 Januari 2021. How to Stop Vomiting

Familydoctor.org (2020), diakses 27 Januari 2021. BRAT Diet: Recovering From an Upset Stomach

Livestrong.com (2018), diakses 27 Januari 2021. The Best Foods to Eat After Throwing Up

American Family Physician (2012), diakses 27 Januari 2021. Gastroenteritis in Children: Part II. Prevention and Management

    register-docotr