Gizi Anak

Bahaya Madu bagi Bayi di Bawah Usia 1 Tahun dan Faktor Risikonya

October 25, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Siapa yang tidak suka madu, rasanya yang manis menjadikan madu favorit bagi banyak orang, baik orang dewasa maupun anak-anak. Namun, tahukah Moms jika madu diberikan pada bayi berusia di bawah 1 tahun ini dapat menimbulkan risiko tertentu? Apa saja?

Baca juga: Serba-serbi MPASI: Waktu Pemberian yang Tepat dan Pilihan Asupannya

Bahaya memberi madu pada bayi di bawah 1 tahun

Ketika Moms memberi makan si Kecil, mungkin saja Moms berpikir untuk menambahkan madu karena fungsinya sebagai pemanis alami.

Eitss, tetapi sebaiknya jangan lakukan hal ini ya Moms, karena memberikan madu pada bayi berusia di bawah 1 tahun dapat berisiko pada kesehatan bayi.

Bahkan American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa bayi yang berusia kurang dari 12 bulan harus menghindari semua sumber madu.

Pernyataan tersebut dapat menjelaskan bahwa bayi tidak boleh mengonsumsi apa pun yang mengandung madu, termasuk sereal madu, seperti yang dilansir dari Very Well Family.

Berikut adalah bahaya memberikan madu pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun atau kurang dari 12 bulan.

Botulisme pada bayi

Risiko utama memberikan madu pada bayi adalah infant botulism atau yang dikenal sebagai botulisme pada bayi. Bayi yang berusia di bawah 6 bulan berada pada risiko tertinggi.

Seorang bayi dapat terkena kondisi ini ketika ia menelan spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat ditemukan di tanah, madu, atau bahkan produk dari madu. Ini dapat menyebabkan bentuk keracunan makanan yang langka pada bayi.

Spora tersebut dapat berubah menjadi bakteri di usus dan menghasilkan neurotoksin berbahaya di dalam tubuh. Memasak, merebus, atau bahkan pasteurisasi tidak dapat menghilangkan spora ini karena tidak terpengaruh.

Orang dewasa dan anak-anak mungkin saja tidak terpengaruh, akan tetapi bayi rentan untuk terkena kondisi ini karena mereka masih memiliki sistem imun yang lemah dan masih berkembang.

Gejala botulisme pada bayi

Melansir dari Healthline, botulisme adalah kondisi yang serius, sekitar 70 persen bayi yang terkena kondisi ini memerlukan ventilasi mekanik rata-rata selama 23 hari. Kebanyakan bayi sembuh dengan pengobatan, tingkat kematiannya kurang dari 2 persen.

Adapun gejala yang dapat ditimbulkan yakni:

  • Sembelit
  • Ekspresi wajah yang datar
  • Lemah saat mengisap susu
  • Tangisan yang tidak sekencang biasanya
  • Pergerakan yang menurun
  • Kesulitan dalam menelan
  • Mengeluarkan air liur berlebih
  • Otot lemah
  • Masalah pada pernapasan
  • Kurang nafsu makan

Pada kasus yang lebih serius, beberapa bayi mungkin saja dapat mengalami kejang. Perlu diketahui Moms bahwa gejala dapat muncul dalam waktu 12 hingga 36 jam setelah si Kecil mengonsumsi madu dan biasanya diawali dengan sembelit.

Meskipun demikian, beberapa bayi yang mengalami botulisme mungkin saja tidak menunjukkan gejala hingga 14 hari setelah paparan.

Kerusakan pada gigi

Selain dapat menyebakan botulisme pada bayi, alasan lain mengapa Moms tidak diperbolehkan memberikan madu pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun yakni dapat merusak gigi yang tumbuh.

Madu adalah pengganti gula, menghindari pemberian madu pada bayi berusia di bawah 1 tahun dapat membantu mencegah kerusakan gigi. Maka dari itu, sangat penting untuk mempertimbangkan usia yang ideal sebelum memberikan madu pada si Kecil.

Jika Moms ingin menambahkan rasa manis pada makanan si Kecil, cobalah untuk memberikannya puree buah atau pisang tumbuk. Makanan ini adalah pemanis alami yang kaya akan kandungan vitamin dan mineral.

Baca juga: Hindari Kerusakan Gigi Susu pada Anak dengan Cara ini

Usia berapa bayi bisa diberikan madu?

Dilansir dari Firstcry.com, rekomendasi dokter anak menyatakan bahwa bayi dapat mengonsumsi madu setelah melewati batas usia 12 bulan, atau berusia lebih dari 1 tahun. Ini berlaku untuk madu murni atau makanan yang diolah dengan madu.

Nah, ketika si Kecil melewati usia, 12 bulan, barulah ia bisa memperoleh manfaat madu. Ketika Moms ingin memperkenalkan madu pada si Kecil, mulailah dalam jumlah kecil ya, misalnya saja Moms dapat menambahkan sedikit madu pada makanan si Kecil.

Seperti makanan lainnya, janganlah terburu-buru dalam memperkenalkan madu pada si Kecil ya Moms, tetapi mulailah secara perlahan.

Ketika memberikan madu pada si Kecil sebaiknya janganlah memberikan madu secara terus-menerus, tunggulah selama 4 hari. Hal ini dilakukan guna untuk melihat apakah si Kecil mengalami alergi atau tidak. Jika si Kecil mengalami reaksi alergi, segeralah hubungi dokter.

Madu memang memiliki banyak manfaat, akan tetapi janganlah memberikan madu pada si Kecil saat ia berusia di bawah 1 tahun ya Moms. Hal ini berguna untuk menghindari bahaya yang sudah disebutkan di atas.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Baby Centre. Diakses pada 23 Oktober 2020. Is it safe to give my baby honey? 

Firtscry.com (2018). Diakses pada 23 Oktober 2020. Honey For Babies – Is It Safe, Benefits, and More 

Healthline (2018). Diakses pada 23 Oktober 2020. When Is It Safe for Babies to Eat Honey? 

NHS (2018). Diakses pada 23 Oktober 2020. Foods to avoid giving babies and young children 

Very Well Family (2020). Diakses pada 23 Oktober 2020. When Can Babies Have Honey? 

 

    register-docotr