Kesehatan Seksual

Seks Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak dan Pulas, Benarkah?

October 25, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Seks adalah kebutuhan biologis manusia dewasa yang seharusnya dipenuhi, terutama bagi yang telah menikah. Selain bermanfaat untuk fisik dan psikis, aktivitas seks ternyata juga dapat meningkatkan kualitas tidur, lho. Sehingga, tidurmu akan lebih nyenyak dan pulas.

Apa hubungan antara aktivitas seksual dengan kualitas tidur? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Pentingnya aktivitas seks

Bagi sebagian orang, seks masih dianggap sebagai hal yang tabu untuk diperbincangkan. Padahal, aktivitas tersebut memiliki banyak manfaat. Dilansir dari Healthline, seks adalah bagian penting dalam kehidupan berpasangan, terutama bagi yang telah menjalin ikatan pernikahan.

Dalam sebuah hubungan, orgasme memainkan peran penting dalam sebuah ikatan, baik itu secara fisik maupun emosional. Misalnya, meningkatkan rasa percaya diri hingga menurunkan risiko penyakit jantung.

Untuk urusan kesehatan, Time meletakkan seks dalam posisi yang sejajar dengan olahraga. Berhubungan seks selama 30 menit bisa mengoptimalkan pembakaran kalori hingga 101 kkal pada pria dan 69 kkal pada wanita.

Baca juga: 7 Posisi Hubungan Seks Ini Bisa Memperbesar Peluang Kehamilan Lho!

Pengaruh seks dalam kualitas tidur

Percaya atau tidak, ternyata aktivitas seks bisa meningkatkan dan memperbaiki kualitas tidur, lho. Mengapa bisa begitu? Ada beberapa alasan mengapa seks dapat membuat tidurmu lebih nyenyak, yaitu:

1. Pelepasan ‘hormon cinta’

Ketika melakukan hubungan seks dengan penuh gairah, tubuh akan melepaskan senyawa kimia bernama oksitoksin, atau yang dikenal sebagai ‘hormon cinta’.

Dilansir dari Health Grades, hormon tersebut berkontribusi dalam membantu pasangan untuk ‘saling terhubung’ secara emosional satu sama lain.

Tubuh juga melepaskan prolaktin, hormon yang dipercaya dapat meningkatkan kualitas tidur. Kadar prolaktin akan mengalami lonjakan tertinggi setelah orgasme atau klimas berlangsung.

Kedua hormon tersebut bisa berfungsi sebagai obat penenang alami, memicu munculnya rasa kantuk dan rileks. Hasilnya, kamu dan pasangan akan terlelap dalam tidur hingga pagi.

2. Pelepasan hormon kesenangan

Tidak hanya oksitoksin dan prolaktin, tubuh juga melepaskan banyak hormon kesenangan ketika kamu dan pasangan aktif melakukan hubungan seks. Hormon tersebut adalah endorfin, dopamin, dan serotonin.

Pelepasan yang masif dari ketiga hormon kesenangan tersebut sangat berpengaruh pada kortisol, yaitu hormon pemicu stres. Ketika endorfin, dopamin, dan serotonin dilepaskan, kadar hormon kortisol akan ditekan.

Seperti diketahui, stres adalah salah satu kondisi yang dapat memengaruhi suasana hati, bisa menyebabkanmu sulit tidur.

3. Lelah setelah berhubungan seks

Seperti yang telah disebutkan, seks adalah aktivitas yang hampir menyerupai olahraga. Ada proses pembakaran kalori yang terjadi. Artinya, tubuh akan merasakan lelah setelah kamu dan pasangan melakukan hubungan intim.

Puncaknya adalah orgasme. Ketika mencapai klimaks, hampir semua otot di tubuh akan menegang, lalu mengendur secara perlahan. Di waktu yang sama, kelenjar pineal di otak mengeluarkan banyak hormon melatonin.

Melatonin adalah senyawa kimia yang bertanggung jawab atas munculnya rasa kantuk. Namun, ada satu hal yang perlu kamu perhatikan.

Paparan cahaya bisa memengaruhi banyaknya jumlah melatonin yang dilepaskan oleh kelenjar pineal. Itulah alasan kamu sebaiknya melakukan hubungan seks di ruangan gelap tanpa cahaya yang terang.

Baca juga: Kebelet Pipis saat Berhubungan Seks? Catat 4 Solusi Praktis untuk Mengatasinya

Efek tidur pada kesehatan

Kualitas tidur yang kurang sangat berdampak pada kesehatan tubuh. Efek yang bisa ditimbulkan di antaranya adalah:

  • Penurunan sistem imun
  • Gangguan organ kardiovaskular yang diawali oleh tekanan darah tak stabil
  • Masalah pencernaan
  • Gangguan pada sistem pernapasan
  • Gangguan kecemasan

Menurut anjuran dari Kementerian Kesehatan, orang dewasa berusia 18 hingga 40 tahun membutuhkan durasi tidur setidaknya 7 hingga 8 jam dalam sehari.  

Frekuensi ideal berhubungan seks

Bicara soal frekuensi berhubungan seks, tidak ada tolok ukur pasti yang bisa dijadikan patokan. Hanya saja, menurut sebuah penelitian, berhubungan seks tiga hingga empat kali dalam seminggu dipercaya bisa meningkatkan kebahagiaan pada pasangan suami istri.

Seperti yang telah dijelaskan, hubungan seks dapat membawa banyak manfaat untuk kehidupan rumah tangga, salah satunya adalah mempererat hubungan emosional suami dan istri.

Nah, itulah ulasan tentang manfaat seks pada peningkatan kualitas tidur dan frekuensi ideal dalam melakukannya.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Healthline, diakses 23 Oktober 2020, The Health Benefits of Sex.
  2. Health Grades, diakses 23 Oktober 2020, How Sex Can Help Improve Your Sleep.
  3. Sleep Score, diakses 23 Oktober 2020, Is sex good for your sleep?
  4. Psychology Today, diakses 23 Oktober 2020, The Connection Between Sex and Sleep.
  5. Daily Mail, diakses 23 Oktober 2020, How many times a week should you REALLY be having sex? 

    register-docotr